Penguatan Sinyal Pemulihan Ekonomi

Red
- Kamis, 27 Mei 2021 | 00:10 WIB

Indikasi pemulihan ekonomi Indonesia dinilai semakin terlihat. Menurut Deputi III Kepala Staf Kepresidenan Panutan S Sulendrakusuma, salah satu sinyal penguatan pemulihan ekonomi adalah surplus neraca perdagangan. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), per April tahun ini selisih ekspor atas impor barang-barang yang dilakukan negeri ini tercatat sebesar 2,19 miliar dolar AS. Yang juga dinilai menggembirakan adalah impor bahan baku dan bahan penolong yang naik dibandingkan dengan April tahun lalu.

Kenaikan Impor bahan baku dan penolong tercatat sebesar 33,24 persen. Peningkatan juga terjadi pada impor barang-barang modal yang sebesar 11,55 persen. Ketergantungan industri Indonesia pada bahan-bahan dan mesin-mesin yang didatangkan dari luar negeri membuat data tersebut menunjukkan kegairahan di sektor produksi. Ada sejumlah negara yang relatif tidak lagi dipusingkan dengan mitigasi Covid- 19. Peningkatan aktivitas produksi di negeri ini bisa dikaitkan dengan fenomena pelonggaran di beberapa negara.

Perbaikan kondisi kesehatan publik di negara-negara yang menjadi motor perekonomian dunia perlu dimanfaatkan optimal, supaya pemulihan ekonomi Indonesia berjalan lebih cepat. Surplus neraca perdagangan berpotensi lebih besar, bila ritme perekonomian di negara-negara tertentu bisa kita ikuti. Perekonomian Tiongkok yang dalam triwulan pertama tumbuh sekitar 20 persen menarik untuk dieksplorasi, sehingga muncul gambaran akan kebutuhan-kebutuhan mereka. Selanjutnya adalah menjawab dengan aktivitas ekspor.

Perekonomian Amerika Serikat juga tumbuh relatif cepat. Perkembangan itu juga perlu direspons dunia bisnis negeri ini, sehingga perkembangan positif neraca perdagangan bisa terus berlanjut. Sekitar setahun terakhir surplus bulanan neraca perdagangan selalu terjadi. Pada tahun ini, kekhawatiran penurunan surplus sempat muncul mengingat kinerja Maret di bawah pencapaian bulan sebelumnya. Pada Januari, suplus tercatat 1,96 miliar dollar AS, yang naik menjadi 1,99 miliar dollar AS pada bulan berikutnya.

Untuk Maret, surplus hanya 1.57 miliar dolar AS. Namun, bulan berikutnya hasil yang didapat tidak hanya melampaui pencapaian Maret, tetapi juga menjadi yang tertinggi sepanjang empat bulan tahun ini. Harapannya tentu pada bulan-bulan berikutnya kinerja perdagangan internasional negeri ini terus membaik. Karena itu eksplorasi tidak hanya pada pasar-pasar ekspor tradisional, seperti Tiongkok dan Amerika Serikat, tetapi juga kawasan-kawasan baru bagi pemasaran hasil-hasil alam dan produksi negeri ini.

Demi percepatan pemulihan ekonomi nasional, tidak hanya eksporimpor saja yang menetukan. Pertumbuhan ekonomi juga akan ditentukan oleh kegairahan konsumsi rumah tangga. Terlebih Indonesia dikenal sebagai consumption driven economy. Sektor konsumsi menjadi motor pertumbuhan ekonomi. Larangan mudik tentu menjadi momen yang membuat peran sektor tersebut kurang optimal. Kegairahan masyarakat berbelanja ikut menentukan pemulihan ekonomi, sehingga percepatan penyelesaian vaksinasi dibutuhkan.

Editor: Imron Rosadi

Tags

Terkini

Aspek Hukum Arisan Online

Jumat, 24 September 2021 | 00:30 WIB

Mengganti Beban Pembiayaan BLBI

Jumat, 24 September 2021 | 00:10 WIB

Antusiasme Menyambut Kompetisi Liga 3

Jumat, 24 September 2021 | 00:00 WIB

Memindai Cermin Kota Kudus

Kamis, 23 September 2021 | 11:36 WIB

Indonesia Diuji dalam Ketegangan AUKUS

Kamis, 23 September 2021 | 01:28 WIB

Mewujudkan Sekolah Tatap Muka Aman

Kamis, 23 September 2021 | 01:25 WIB

Keterampilan dan Kompetensi Abad 21

Kamis, 23 September 2021 | 01:16 WIB

Maksimalkan Efektivitas Blended Learning

Rabu, 22 September 2021 | 01:11 WIB

Gernas BBI Jangan Hanya Seremonial

Rabu, 22 September 2021 | 01:08 WIB

Mahasiswa Merdeka

Rabu, 22 September 2021 | 01:03 WIB

Penguatan Imunitas Usaha Koperasi

Selasa, 21 September 2021 | 00:32 WIB

Jangan Lengah dalam Mitigasi Covid-19

Selasa, 21 September 2021 | 00:27 WIB

Wakaf untuk Sektor Informal

Selasa, 21 September 2021 | 00:22 WIB

Menjaga Keamanan ”PeduliLindungi”

Senin, 20 September 2021 | 00:20 WIB

Keamanan Nelayan di Laut China Selatan

Senin, 20 September 2021 | 00:10 WIB

Berharap kepada Inovasi Kepariwisataan

Senin, 20 September 2021 | 00:00 WIB

Menyusuri Masa Lalu Aneka Kota

Sabtu, 18 September 2021 | 00:59 WIB

Arah Jalan Berbahaya bagi KPK

Sabtu, 18 September 2021 | 00:49 WIB

Strategi UMKM saat Endemi

Sabtu, 18 September 2021 | 00:44 WIB
X