Pembelajaran Berpusat pada Siswa di Era Pandemi

Red
- Senin, 3 Mei 2021 | 09:54 WIB
Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

VIRUS Corona (Covid-19) diketahui pertama kali muncul di sebuah pasar hewan dan makanan laut di kota Wuhan, Cina pada akhir Desember 2019. Setelah itu, COVID-19 menular antar manusia dengan sangat cepat dan menyebar ke puluhan negara, termasuk Indonesia, hanya dalam beberapa bulan. Penyebarannya yang cepat membuat beberapa negara menerapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Di Indonesia, pemerintah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memutus rantai penyebaran virus Corona. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerbitkan Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19. Pembelajaran dilaksanakan secara daring atau belajar dari rumah menggunakan sistem online.

Pembelajaran pada kurikulum 2013 bukan lagi berfokus pada guru (Teacher Centered Learning) akan tetapi menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa (Student Centered Learning). Hal tersebut sesuai dengan pendekatan belajar modern yang lebih banyak menempatkan peserta didik sebagai subjek belajar. Peran guru lebih bersifat sebagai fasilitator dalam proses membangun pengetahuan pada kurikulum 2013. Pemerintah sudah mulai mengimplementasikan kurikulum dengan menekankan partisipasi aktif siswa dalam membangun pengetahuan, sikap dan perilaku guna meningkatkan mutu pendidikan sekolah.

Pembelajaran berpusat pada siswa adalah proses, cara perbuatan menjadikan siswa aktif belajar dengan mempertimbangkan karakteristik pada diri siswa yang akan belajar. Karakteristik setiap siswa digunakan sebagai dasar dalam perancangan proses pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan penilaian pembelajaran. Pada pembelajaran tersebut tampak bahwa peserta didik berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran. Keadaan seperti itulah yang diharapkan pada proses pembelajaran dimana pengajar tidak memberikan informasi kepada peserta didik tetapi terjadi proses berpikir kritis.

Adanya sistem belajar yang baru yaitu pembelajaran di era pandemi yang dilaksanakan secara daring membuat pembelajaran berpusat pada siswa sulit untuk diterapkan. Karena dalam pembelajaran daring tersebut tidak ada interaksi langsung antara guru maupun siswa. Pada pembelajaran daring kebanyakan guru yang berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Banyak kendala yang dihadapi siswa seperti susah sinyal dan tidak semua siswa mempunyai android sehingga pembelajaran menjadi tidak efektif.

Melalui penerapan pembelajaran yang berpusat pada siswa, maka siswa dapat berpartisipasi secara aktif, dan selalu ditantang untuk memiliki berpikir kritis. Pada kenyataannya guru masih mendominasi jalannya proses pembelajaran secara daring dan siswa dikondisikan pasif menerima pengetahuan. Jika hal tersebut dilaksanakan secara terus menerus, mengakibatkan kondisi pembelajaran di dalam kelas tidak dapat berkembang. Karena siswa tidak dapat mengemukakan pendapatnya ketika menghadapi suatu permasalahan.

Agar pembelajaran berpusat pada siswa secara daring dapat terlaksana, guru harus secara cermat menyiapkan kegiatan-kegiatan dan aktivfitas-aktivitas yang sesuai dengan tujuan akhir pembelajaran. Penyusunan aktifitas belajar berpusat pada siswa ini, harus memperhatikan karakteristik-karakteristik siswa pada umumnya. Begitu juga dengan pendekatan cara belajar siswa juga merupakan pertimbangan yang pantas diterapkan.

Guru juga harus menyesuaikan kondisi lingkungan siswa tersebut. Pembelajaran berpusat pada siswa secara daring bisa berkembang ketika guru tetap memberikan soal berbasis taksonomi bloom untuk meningkatkan tingkat berpikir kritis siswa.

Pembelajaran berpusat pada siswa (student centred learning) ini, siswa bertanggung jawab lebih untuk memantau kemajuan belajar mereka sendiri. Siswa lebih terlibat jauh dalam berpikir tingkat yang lebih tinggi (high order thinking). Dalam pendekatan ini siswa secara berdiskusi dengan kelompoknya mengeksplorasi secara mandiri terhadap suatu permasalahan. Siswa memperoleh kesempatan dan fasilitas untuk membangun sendiri pengetahuannya sehingga mereka akan memperoleh pemahaman yang mendalam yang pada akhirnya dapat meningkatkan mutu kualitas siswa.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

Negara Hadir Versus Pinjol illegal

Senin, 25 Oktober 2021 | 23:45 WIB

PON 20 Papua Membuka Mata, Telinga dan Hati

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 23:42 WIB

Kemandirian dan Menjaga Marwah Santri

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 00:10 WIB

Hikmah Covid-19 bagi Kehidupan Santri

Jumat, 22 Oktober 2021 | 23:06 WIB

Menggerakkan MGMP melalui Spirit 'MGMP'

Senin, 18 Oktober 2021 | 12:23 WIB

Aksi Kita adalah Masa Depan Kita

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 21:36 WIB

Masjid dan Peran Memakmurkan Umat

Selasa, 5 Oktober 2021 | 13:31 WIB

Aspek Hukum Arisan Online

Jumat, 24 September 2021 | 00:30 WIB

Mengganti Beban Pembiayaan BLBI

Jumat, 24 September 2021 | 00:10 WIB

Antusiasme Menyambut Kompetisi Liga 3

Jumat, 24 September 2021 | 00:00 WIB

Memindai Cermin Kota Kudus

Kamis, 23 September 2021 | 11:36 WIB

Indonesia Diuji dalam Ketegangan AUKUS

Kamis, 23 September 2021 | 01:28 WIB

Mewujudkan Sekolah Tatap Muka Aman

Kamis, 23 September 2021 | 01:25 WIB

Keterampilan dan Kompetensi Abad 21

Kamis, 23 September 2021 | 01:16 WIB

Maksimalkan Efektivitas Blended Learning

Rabu, 22 September 2021 | 01:11 WIB

Gernas BBI Jangan Hanya Seremonial

Rabu, 22 September 2021 | 01:08 WIB

Mahasiswa Merdeka

Rabu, 22 September 2021 | 01:03 WIB
X