Berharap Perombakan Terakhir Kabinet

Red
- Jumat, 30 April 2021 | 00:10 WIB

Teka-teki perombakan (reshuffle) kabinet akhirnya terjawab dengan pelantikan menteri-menteri baru oleh Presiden Joko Widodo. Ada menteri lama, yakni Nadiem Makarim, yang dilantik untuk kementerian baru hasil penggabungan Kemendikbud dan Kemenristek menjadi Kemendikbud-Riset. Ada pula menteri baru, Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Investasi dan Laksana Tri Handoko sebagai Kepala BRIN.

Perubahan kali ini secara langsung akibat perubahan lembaga kementerian dan lembaga setingkat kementerian sehingga secara otomatis akan mengubah kepemimpinan di lembaga tersebut. Kelembagaan tersebut sudah sangat jelas diatur dengan undangundang dan karena itu Presiden hanya melaksanakan amanat undang- undang yang selama ini barangkali agak terabaikan. Pergantian ini pun relatif berproses cepat.

Meski sebagai wujud melaksanakan amanat undang-undang, dinamika pengisian jabatan menteri selalu menarik perhatian publik. Dengan mengamati latar belakang, rekam jejak, dan relasi-relasi politik para kandidat, atau yang sekarang sudah dilantik sebagai menteri, dapat terbaca dan dianalisis arah dan konstelasi politik yang melingkupi perombakan atau pergantian kabinet.

Penunjukan menteri sebagai pembantu presiden adalah hak prerogatif presiden. Realitasnya, Presiden juga tidak berdiri sendirian dan memiliki keputusan mutlak. Ada cukup banyak faktor untuk menentukan pilihan dan salah satunya, yang lebih banyak dibahas di belakang layar, adalah pertimbangan-pertimbangan politis berdasarkan kalkulasi politik dan skenario politik masa depan.

Publik sendiri sejujurnya tidak terlalu menghiraukan hal tersebut. Biarlah itu menjadi wilayah kekuasaan kepala negara dan simpul-simpul kekuatan yang membentuk bangunan pusat kekuasaan. Terpenting dari setiap pergantian menteri adalah kinerja yang lebih baik dan hasil yang lebih sempurna untuk kepentingan rakyat. Hasil dan kinerja itu akan sangat mudah diukur dan dirasakan.

Setiap perubahan tentu akan membawa konsekuensi pada perubahan gaya kepemimpinan dan pembentukan keseimbangan baru terhadap faktor-faktor sosialpolitik yang melekat pada figur-figur pemegang kekuasaan. Dari sisi ini, rakyat sebetulnya berharap agar perubahan kabinet kali ini adalah yang terakhir. Dengan demikian, negara dapat lebih fokus menangani tantangan berat saat ini.

Editor: Imron Rosadi

Tags

Terkini

Penguatan Imunitas Usaha Koperasi

Selasa, 21 September 2021 | 00:32 WIB

Jangan Lengah dalam Mitigasi Covid-19

Selasa, 21 September 2021 | 00:27 WIB

Wakaf untuk Sektor Informal

Selasa, 21 September 2021 | 00:22 WIB

Menjaga Keamanan ”PeduliLindungi”

Senin, 20 September 2021 | 00:20 WIB

Keamanan Nelayan di Laut China Selatan

Senin, 20 September 2021 | 00:10 WIB

Berharap kepada Inovasi Kepariwisataan

Senin, 20 September 2021 | 00:00 WIB

Menyusuri Masa Lalu Aneka Kota

Sabtu, 18 September 2021 | 00:59 WIB

Arah Jalan Berbahaya bagi KPK

Sabtu, 18 September 2021 | 00:49 WIB

Strategi UMKM saat Endemi

Sabtu, 18 September 2021 | 00:44 WIB

Perpres Pendanaan Pesantren

Jumat, 17 September 2021 | 00:20 WIB

Membangun Fondasi Green Economy

Jumat, 17 September 2021 | 00:10 WIB

Standar Pembelajaran Tatap Muka

Jumat, 17 September 2021 | 00:00 WIB

Membenahi Rantai Pasokan Pangan

Kamis, 16 September 2021 | 00:47 WIB

Modal Manusia Islami untuk LKMS

Rabu, 15 September 2021 | 01:40 WIB

Mewujudkan Jalur Kereta Api Semarang-Rembang

Selasa, 14 September 2021 | 20:24 WIB

”Samudra Biru” Pendidikan Tinggi

Selasa, 14 September 2021 | 20:10 WIB

Mengawal Dana PEN di Bank Umum

Senin, 13 September 2021 | 11:21 WIB

Mewaspadai Covid-19 Varian Mu

Senin, 13 September 2021 | 00:20 WIB

Menatap Kemungkinan Pandemi ke Endemi

Senin, 13 September 2021 | 00:10 WIB
X