Anggaran BOS Belum Cair Sejak Januari, Sekolah Andalkan Talangan Swadaya

Biro Muria
- Kamis, 29 April 2021 | 05:14 WIB
ejumlah siswa mengikuti ujian sekolah yang digelar secara tatap muka, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/Saiful Annas)
ejumlah siswa mengikuti ujian sekolah yang digelar secara tatap muka, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/Saiful Annas)

KUDUS, suaramerdeka.com – Komisi D DPRD Kudus menyoroti lambannya pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Kabupaten Kudus. Dana BOS sejak Januari hingga April ini belum diterima sekolah.

Akibatnya, pihak sekolah harus putar otak untuk membiayai operasional, termasuk juga untuk membayar gaji guru nonPNS. Sekretaris Komisi D Muhtamat mengaku kaget Pemkab Kudus melalui Disdikpora belum menyalurkan dana BOS sejak Januari hingga saat ini.

“Kalau molor satu dua bulan mungkin bisa ditoleransi. Bisa jadi karena masalah pemberkasan. Tapi ini molornya sudah sampai empat bulan. Bagaimana kerja Disdikpora. Setelah pelantikan kepala Disdikpora definitif, harusnya kinerja bisa lebih dipacu lagi,” kata Muhtamat.

BACA JUGA : Terapkan Prokes Ketat, 26 SMP di Kudus Gelar PTM Hari Ini

Wakil rakyat dari Partai Nasdem ini menambahkan, pihak sekolah saat ini sudah dipusingkan dengan pelaksanaan pembelajaran di tengah pandemi. Jangan sampai kondisi ini diperparah dengan lambannya pencairan BOS untuk sekolah.

“Apa Disdikpora juga tidak memikirkan nasib guru-guru nonPNS yang honornya diambil dari dana BOS tersebut. Sekolah jangan dibebani dengan persoalan-persoalan seperti ini. Disdikpora harus bertanggungjawab,” katanya.

Muhtamat menambahkan, Komisi D akan memanggil Disdikpora terkait persoalan ini. “Persoalan ini harus segera dituntaskan,” katanya.

Total dana BOS daerah di Kabupaten Kudus mencapai Rp 22,016 miliar. Anggaran tersebut untuk BOS daerah sekolah dasar sebesar Rp 12,862 miliar dan BOS daerah untuk SMP sebesar Rp 9,154 miliar.

Selain dari anggaran daerah, sumber dana BOS juga berasal dari Pemerintah Pusat. Total anggaran bos untuk SD setelah ditambah dari Pemerintah Pusat mencapai Rp 46,854 miliar. Sementara untuk SMP menjadi sebesar Rp 26,720 miliar.

Halaman:

Editor: Biro Muria

Terkini

Demokrasi Pengelolaan Laut

Rabu, 26 Januari 2022 | 13:30 WIB

Menengok Potensi Peran Milenial Kabupaten Brebes

Selasa, 18 Januari 2022 | 10:12 WIB

Quo Vadis Kejaksaan RI?

Senin, 10 Januari 2022 | 09:12 WIB

Masa Depan Ekonomi Digital Indonesia Pascapandemi

Sabtu, 8 Januari 2022 | 08:12 WIB

Digitalisasi Ibuisme

Kamis, 6 Januari 2022 | 12:30 WIB

Negeri-negeri Ambon Manise untuk Indonesia

Senin, 27 Desember 2021 | 08:45 WIB

Beri mereka waktu

Rabu, 22 Desember 2021 | 10:12 WIB

Peran Ibu dalam Penguatan Literasi Digital

Rabu, 22 Desember 2021 | 09:12 WIB

NEWA, Peluang Baru Bisnis Perhotelan

Selasa, 14 Desember 2021 | 11:30 WIB

Di Balik Kebakaran Pasar Weleri

Minggu, 12 Desember 2021 | 17:42 WIB

Di Balik Meroketnya Harga Minyak Goreng

Kamis, 9 Desember 2021 | 07:45 WIB

Makna Angka 9 di Hari Jadi Ke–272 Blora

Senin, 6 Desember 2021 | 08:24 WIB

Masker Wahing

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:23 WIB
X