Puasa: Ubah Wajib Menjadi Cinta Zakat

- Jumat, 23 April 2021 | 11:48 WIB
Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

KAMIS, 15/4/2021 bertepatan hari ketiga Ramadhan 1442 H, Presiden Jokowi meresmikan Gerakan Cinta Zakat. Boleh jadi gagasan Gerakan Cinta Zakat ini, wujud dari keprihatinan ketua Baznas Prof. Noor Achmad, bahwa Indonesia yang merupakan negara terbesar pemeluk Islamnya dan potensi zakatnya sangat besar, namun dana zakat yang terhimpun masih relatif – untuk tidak mengatakan sangat – kecil. Acara yang diikuti secara daring oleh gubernur dan ketua baznas provinsi seluruh Indonesia ini, sangat baik dan layak diapresiasi. Apalagi di tengah keterpurukan Indonesia akibat pandemi Covid-19, yang sudah lebih satu tahun, yang 2021 ditargetkan akan mengalami pertumbuhan 4,5-5,3 persen, meskipun di kuartal 1 ini masih di-range minus 1 persen ini terdalam, hingga minus 0,1 persen (Sri Mulyani. (23/3/2021).

Ibadah puasa diwajibkan setelah diubahnya kiblat dari menghadap Masjidil Aqsha Palestina ke Ka’bah di Masjidil Haram Mekah, 10 Sya’ban tahun kedua Hijriyah, yang disepakati setelah satu setengah tahun. Nabi saw menjalankan ibadah puasa sebanyak 9 kali Ramadhan dalam Sembilan tahun, dan beliau wafat bulan Rabiul Awal tahun ke-11 H (Wahbah Az-Zuhaily: juz 3/1629). Setelah itu, zakat diwajibkan pada Syawal tahun ke-2 H, setelah diwajibkan puasa Ramadhan dan zakat fitrah Ibid., h. 1792). Puasa dan zakat merupakan rukun – atau pilar – Islam, yang karena itu, apabila seseorang mengaku Islam, akan tetapi tidak menjalankan puasa Ramadhan tanpa ada udzur syar’i, juga tidak membayar zakat, apalagi dia mengingkari kewajiban zakat, maka termasuk kafir dan murtad, meskipun ia muslim dan tumbuh di negara Islam dan ahli ilmu (Ibid., h. 1792).  

Pilihan kata Gerakan Cinta Zakat ini menarik namun tampaknya perlu kerja keras dan butuh keteladanan baik (qudwah hasanah) yang nyata dari para pemimpinnya termasuk pemimpin Baznas. Karena ini ada ikhtiar mengubah dari melaksanakan zakat sebagai kewajiban atau perintah Allah yang dikhususkan pada hamba-hamba-Nya yang beriman (QS. Al-Baqarah (2): 183) menjadi cinta dalam membayar zakat. Tentu ini tidak mudah, karena di dalam diri manusia terdapat sifat-sifat bakhil dan kikir yang boleh jadi karena salah dalam mempersepsikan dan menempatkan harta dalam hidup dan kehidupannya.  

Sebagian manusia ada yang mempunyai karakter bakhil. Seperti digambarkan QS. Ali ‘Imran (3): 180: “Sekali-kali janganlah orang-orang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”. Juga “(yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka dan Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang menghinakan” (QS. An-Nisa’ (4): 37, QS. Al-Hadid (57): 24).    

Laman bisnis.com (Jakarta, 15/4/2021) menyebutkan, potensi zakat 2021 mencapai Rp 300 Triliun,- Karena itulah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak dan sedekah, sehingga mendukung tercapainya realisasi potensi zakat sebesar Rp300 triliun. Sementara itu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) melaporkan dana zakat yang berhasil dihimpun selama 2020 mencapai Rp 385 miliar yang telah disalurkan ke 1,5 juta penerima zakat (mustahik). Dana zakat yang dihimpun tersebut tumbuh 29,5 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya, namun disbanding potensinya yang Rp 300 Trilyun, tentu masih sangat kecil.

Persoalannya adalah apakah semua Baznas Provinsi, Kabupaten/Kota, dan Organisasi Pengelola Zakat yang oleh UU No. 23/2011 tentang Pengelolaan Zakat, diposisikan sebagai membantu Baznas, sudah melaporakan semua dana zakat yang dihimpun ini perlu kerja keras Baznas Pusat. Angka tersebut jika dibandingkan Baznas Provinsi Jawa Tengah yang menghimpun Rp 55 Milyar/tahun, tentu layak untuk dipertanyakan.  

Seandainya, tahun 2021 ini Baznas Pusat mampu menghimpun dana zakat separohnya saja, berarti akan muncul angka Rp 150 triliun,- Ini luar biasa. Sepertinya, pekerjaan rumah Baznas tidak sedikit. Semoga Gerakan Cinta Zakat 15/4/2021 mampu mengubah mindset para muzakki, untuk membayar zakat melalui Baznas dan OPZ resmi, namun dalam waktu yang sama, Baznas perlu rendah hati dan belajar pada fakta empirik, bahwa idealitas dan skala prioritas distribusi zakat adalah pada zona zakat itu dihimpun, sehingga “kegalauan” muzakki yang biasanya membagi langsung kepada mustahik bisa teratasi, maka harapan muzakki percaya dan membayar zakat melalui Baznas atau OPZ resmi, akan dapat tumbuh secara signifikan. Insyaa Allah. Allah a’lam bi sh-shawab.    

Editor: Andika

Tags

Terkini

Negara Hadir Versus Pinjol illegal

Senin, 25 Oktober 2021 | 23:45 WIB

PON 20 Papua Membuka Mata, Telinga dan Hati

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 23:42 WIB

Kemandirian dan Menjaga Marwah Santri

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 00:10 WIB

Hikmah Covid-19 bagi Kehidupan Santri

Jumat, 22 Oktober 2021 | 23:06 WIB

Menggerakkan MGMP melalui Spirit 'MGMP'

Senin, 18 Oktober 2021 | 12:23 WIB

Aksi Kita adalah Masa Depan Kita

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 21:36 WIB

Masjid dan Peran Memakmurkan Umat

Selasa, 5 Oktober 2021 | 13:31 WIB

Aspek Hukum Arisan Online

Jumat, 24 September 2021 | 00:30 WIB

Mengganti Beban Pembiayaan BLBI

Jumat, 24 September 2021 | 00:10 WIB

Antusiasme Menyambut Kompetisi Liga 3

Jumat, 24 September 2021 | 00:00 WIB

Memindai Cermin Kota Kudus

Kamis, 23 September 2021 | 11:36 WIB

Indonesia Diuji dalam Ketegangan AUKUS

Kamis, 23 September 2021 | 01:28 WIB

Mewujudkan Sekolah Tatap Muka Aman

Kamis, 23 September 2021 | 01:25 WIB

Keterampilan dan Kompetensi Abad 21

Kamis, 23 September 2021 | 01:16 WIB

Maksimalkan Efektivitas Blended Learning

Rabu, 22 September 2021 | 01:11 WIB

Gernas BBI Jangan Hanya Seremonial

Rabu, 22 September 2021 | 01:08 WIB

Mahasiswa Merdeka

Rabu, 22 September 2021 | 01:03 WIB
X