Kursusan Online; Sebuah Revolusi Edupreneurship di Masa Pandemi Covid-19, Siapa yang Diuntungkan?

- Kamis, 11 November 2021 | 20:45 WIB
Masriatus Sholikhah, M.Pd (sm/dok)
Masriatus Sholikhah, M.Pd (sm/dok)

Apakah kemudian seluruh kebijakan tersebut merupakan solusi? Tentu iya meski dalam pelaksanaannya terdapat beberapa kendala akibat segala keterbatasan yang ada.

Disarikan dari berbagai sumber (Fauziyyah et al., 2021; Jatira & S, 2021; Wijaya, 2021; Pranita, 2021; dan Hasibuan) kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) disinyalir menyebabkan siswa terutama pada tingkat SD – SMA meresa jenuh, stress, bahkan hingga depresi.

Tentu harus diamini bersama bahwa beberapa program kementrian belum menyentuh akar permasalahan yang timbul dari efek domino kebijakan PJJ yakni pendampingan agar siswa lebih paham materi dengan baik.

Adapun fenomena gangguan psikologis tersebut diakibatkan oleh kurang efektifnya implementasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang disebabkan oleh banyak factor, diantaranya adalah kendala konektifitas dan guru hanya memberikan materi yang berupa instruksi tanpa penjelasan terperinci.

Baca Juga: Apa Itu Toxic Relationship? Kenali Tiga Ciri Berikut Ini

Bagi para orang tua yang mungkin sibuk melakukan akftitas Working for Home (WFH) atau malah beberapa ibu rumah tangga dengan tingkat pengetahuan yang minim tentu memiliki keterbatasan dalam mendampingi belajar dan menerangkan materi kepada bauh hatinya.

Melihat fenomena tersebut, Wibisono (2020) menyatakan bahwa banyak lembaga Kursus yang awalnya sempat mati suri bahkan gulung tikar akhirnya mencoba membuat inovasi dengan mengganti moda Pembelajaran Tatap Muka (PTM) menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Hal ini tentu saja disambut gembira oleh para orang tua yang memiliki banyak keterbatasan waktu dan pengetahuan. Sebab kursus online merupakan salah satu solusi dari kesulitan dalam memahami materi sekaligus mengerjakan tugas sekolah daring.

Metamorfosa kursus online

Bimbel dan les privat online menjadi satu bisnis kursus online yang digandrungi selama masa pandemic.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Artikel Terkait

Terkini

ASI Penuhi Gizi, Cegah Stunting pada Masa Pandemi

Jumat, 28 Januari 2022 | 12:13 WIB

Demokrasi Pengelolaan Laut

Rabu, 26 Januari 2022 | 13:30 WIB

Menengok Potensi Peran Milenial Kabupaten Brebes

Selasa, 18 Januari 2022 | 10:12 WIB

Quo Vadis Kejaksaan RI?

Senin, 10 Januari 2022 | 09:12 WIB

Masa Depan Ekonomi Digital Indonesia Pascapandemi

Sabtu, 8 Januari 2022 | 08:12 WIB

Digitalisasi Ibuisme

Kamis, 6 Januari 2022 | 12:30 WIB

Negeri-negeri Ambon Manise untuk Indonesia

Senin, 27 Desember 2021 | 08:45 WIB

Beri mereka waktu

Rabu, 22 Desember 2021 | 10:12 WIB

Peran Ibu dalam Penguatan Literasi Digital

Rabu, 22 Desember 2021 | 09:12 WIB

NEWA, Peluang Baru Bisnis Perhotelan

Selasa, 14 Desember 2021 | 11:30 WIB

Di Balik Kebakaran Pasar Weleri

Minggu, 12 Desember 2021 | 17:42 WIB

Di Balik Meroketnya Harga Minyak Goreng

Kamis, 9 Desember 2021 | 07:45 WIB

Makna Angka 9 di Hari Jadi Ke–272 Blora

Senin, 6 Desember 2021 | 08:24 WIB

Masker Wahing

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:23 WIB
X