Penanganan Virus Corona B117

Red
- Jumat, 5 Maret 2021 | 00:30 WIB

TEPAT setahun peringatan pandemi Covid-19 di Indonesia, Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono mengumumkan temuan dua kasus varian baru virus Corona B117 asal Inggris. Ini hasil mutasi virus Corona Covid-19.

Hal ini telah disampaikan Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, bertepatan dengan setahun Corona di Indonesia pada 2 Maret 2021.

Sebagaimana dikemukakan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, bahwa kedua kasus varian baru virus Corona Inggris tersebut terdeteksi masuk Indonesia dari Arab Saudi.

Lalu, apa saja gejala dari mutasi virus Corona B117 ini? Varian baru tersebut telah menimbulkan sejumlah gejala baru kepada pasien-pasien yang terinfeksi. Dalam sebuah riset yang dilakukan di Inggris, seseorang yang terinfeksi Covid-19 akan mengalami gejala dalam waktu 2-14 hari.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, virus Corona B117 ini sudah menyebar ke 60 negara, termasuk Singapura, India dan terbaru Indonesia. Menurut WHO, virus Corona B117 ini lebih mudah penyebarannya dibandingkan Covid-19.

Alasan sederhananya adalah virus B117 l e b i h mudah menular. Ahli epidemiologi dan ahli virologi telah menemukan bahwa virus B117 setidaknya 70 persen lebih mudah ditularkan dibandingkan dengan jenis lainnya.

Telah diamati bahwa sifat protein yang membantu perlekatan virus telah mengalami mutasi. Perubahan baru virus Corona ini telah meningkatkan laju penularan pada manusia.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melaporkan bahwa varian baru virus Corona dari Inggris, B117, ditemukan di Kabupaten Karawang. Saat ini, Satgas Covid- 19 Jawa Barat pun tengah melakukan pelacakan lebih lanjut untuk mengantisipasi merebaknya virus Corona yang bermutasi tersebut. Varian baru virus tersebut diberitakan sudah ada di Indonesia, masuk di Karawang.

Sejumlah gejala yang lebih sering terjadi pada pasien Covid- 19 varian baru di Inggris tersebut. Berbeda dari gejala Covid-19 umumnya, pada varian baru virus Corona Inggris, gejala kehilangan rasa atau penciuman disebut hanya sebagian kecil kemungkinannya.

Halaman:

Editor: Imron Rosadi

Tags

Terkini

Negara Hadir Versus Pinjol illegal

Senin, 25 Oktober 2021 | 23:45 WIB

PON 20 Papua Membuka Mata, Telinga dan Hati

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 23:42 WIB

Kemandirian dan Menjaga Marwah Santri

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 00:10 WIB

Hikmah Covid-19 bagi Kehidupan Santri

Jumat, 22 Oktober 2021 | 23:06 WIB

Menggerakkan MGMP melalui Spirit 'MGMP'

Senin, 18 Oktober 2021 | 12:23 WIB

Aksi Kita adalah Masa Depan Kita

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 21:36 WIB

Masjid dan Peran Memakmurkan Umat

Selasa, 5 Oktober 2021 | 13:31 WIB

Aspek Hukum Arisan Online

Jumat, 24 September 2021 | 00:30 WIB

Mengganti Beban Pembiayaan BLBI

Jumat, 24 September 2021 | 00:10 WIB

Antusiasme Menyambut Kompetisi Liga 3

Jumat, 24 September 2021 | 00:00 WIB

Memindai Cermin Kota Kudus

Kamis, 23 September 2021 | 11:36 WIB

Indonesia Diuji dalam Ketegangan AUKUS

Kamis, 23 September 2021 | 01:28 WIB

Mewujudkan Sekolah Tatap Muka Aman

Kamis, 23 September 2021 | 01:25 WIB

Keterampilan dan Kompetensi Abad 21

Kamis, 23 September 2021 | 01:16 WIB

Maksimalkan Efektivitas Blended Learning

Rabu, 22 September 2021 | 01:11 WIB

Gernas BBI Jangan Hanya Seremonial

Rabu, 22 September 2021 | 01:08 WIB

Mahasiswa Merdeka

Rabu, 22 September 2021 | 01:03 WIB
X