Kolaborasi Pesantren dan Perguruan Tinggi

Red
- Jumat, 26 Februari 2021 | 00:45 WIB

PESANTREN dan perguruan tinggi punya banyak kesamaan visi. Kedua lembaga tersebut mengidamkan kelahiran generasi muda yang berkarakter dan berakhlak mulia, serta bermanfaat bagi sesama. Meski pendekatan pendidikan yang dilakukannya berbeda, kesamaan visi itu membuat keduanya dapat menjalin kolaborasi secara intensif.

Kolaborasi itu mulai diinisiasi melalui Forum Silaturahmi Pesantren dan Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan diskusi kelompok terpumpun ke-3 di Universitas Negeri Semarang (Unnes), Minggu (21/2). Dalam pertemuan itu sejumlah kiai, habib, rektor, dan profesor memetakan persoalan dan merumuskan berbagai bentuk kerja sama.

Kolaborasi kedua lembaga pendidikan itu memiliki tiga landasan yang sangat kuat. Secara historis, Indonesia memiliki keunikan, karena kalangan pesantren, nasionalis, dan penganut agama lain bahumembahu sejak berdirinya negara. Para kiai adalah juga pendiri negara ini. Ketika pemerintah resmi berdiri, para kiai juga berperan dalam merumuskan konsep pendidikan nasional.

Kedua, pesantren dan perguruan tinggi juga memiliki visi kebangsaan yang relatif sama. Keduanya menyepakati Indonesia sebagai negara kesepakatan (darul mitsaq) dan mengidamkannya menjadi negeri yang damai, aman, dan sejahtera dalam lindungan Tuhan (baldatun thoyyibatun wa rabbhun ghaffur).

Ketiga, pesantren dan perguruan tinggi memiliki subjek yang relatif sama, yaitu generasi muda. Dengan keunikan metode pendidikan masing-masing, dua lembaga ini bisa berkolaborasi dan saling melengkapi.

Ketiga kesamaan tersebut merupakan fondasi kukuh yang membuat kolaborasi bukan saja mungkin, tetapi juga niscaya. Tentu saja, dalam praktiknya kolaborasi ini harus dilaksanakan secara hati-hati, agar tetap menghormati akidah masingmasing. Kolaborasi difokuskan pada persoalan pendidikan yang relevan dengan tantangan zaman.

Selama ini ada pandangan kurang tepat bahwa pendidikan agama dan umum adalah dua hal yang berbeda atau terpisah. Pendidikan agama yang berorientasi rohani menjadi domain pesantren, adapun pendidikan umum yang berorientasi keduniaan menjadi domain sekolah dan kampus.

Pandangan ini tidak tepat, karena menempatkan manusia sebagai pribadi yang terbelah. Padahal, dimensi rohani dan jasmani manusia tidak terpisah sebagaimana dimensi keduniawian dan spiritual juga tidak dapat dipisah. Keduanya merupakan unsur pembentuk manusia seutuhnya. Kata individu yang digunakan untuk merujuk kedirian orang per orang manusia berasal dari kata in dan devide yang berarti tidak dapat dibelah-belah lagi. Ini menunjukkan bahwa manusia adalah satu kesatuan.

Pemisahan secara tegas pendidikan agama dan umum telah membuat para konstituennya merasa tidak perlu saling bekerja sama, bahkan berkompetisi satu sama lain. Baik tersurat maupun tersirat, para pihak kerap menunjukkan dirinya lebih unggul dan layak diprioritaskan. Kondisi ini membuat ''jembatan'' kolaborasi pesantren dan perguruan tinggi yang dulu dibangun para kiai dan tokoh bangsa lain seolah- olah terputus.

Halaman:

Editor: Imron Rosadi

Tags

Terkini

Menggerakkan MGMP melalui Spirit 'MGMP'

Senin, 18 Oktober 2021 | 12:23 WIB

Aksi Kita adalah Masa Depan Kita

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 21:36 WIB

Masjid dan Peran Memakmurkan Umat

Selasa, 5 Oktober 2021 | 13:31 WIB

Aspek Hukum Arisan Online

Jumat, 24 September 2021 | 00:30 WIB

Mengganti Beban Pembiayaan BLBI

Jumat, 24 September 2021 | 00:10 WIB

Antusiasme Menyambut Kompetisi Liga 3

Jumat, 24 September 2021 | 00:00 WIB

Memindai Cermin Kota Kudus

Kamis, 23 September 2021 | 11:36 WIB

Indonesia Diuji dalam Ketegangan AUKUS

Kamis, 23 September 2021 | 01:28 WIB

Mewujudkan Sekolah Tatap Muka Aman

Kamis, 23 September 2021 | 01:25 WIB

Keterampilan dan Kompetensi Abad 21

Kamis, 23 September 2021 | 01:16 WIB

Maksimalkan Efektivitas Blended Learning

Rabu, 22 September 2021 | 01:11 WIB

Gernas BBI Jangan Hanya Seremonial

Rabu, 22 September 2021 | 01:08 WIB

Mahasiswa Merdeka

Rabu, 22 September 2021 | 01:03 WIB

Penguatan Imunitas Usaha Koperasi

Selasa, 21 September 2021 | 00:32 WIB

Jangan Lengah dalam Mitigasi Covid-19

Selasa, 21 September 2021 | 00:27 WIB

Wakaf untuk Sektor Informal

Selasa, 21 September 2021 | 00:22 WIB

Menjaga Keamanan ”PeduliLindungi”

Senin, 20 September 2021 | 00:20 WIB
X