Kehati-hatian dalam Penyaluran Kredit

Red
- Senin, 22 Februari 2021 | 00:00 WIB

Pembelian kendaraan bermotor dan properti saat ini bisa dilakukan tanpa uang muka. Sebagai salah satu upaya agar perbankan memperhatikan aspek prudensial, otoritas moneter mengatur persentase besarnya kredit dalam dua hal tersebut. Saat ini, loan to value (LTV, besarnya pembiayaan) untuk kredit mobil dan rumah bisa dilakukan sampai seratus persen dari harga. Kebijakan itu berlaku mulai 1 Maret sampai akhir tahun ini. Selanjutnya, Bank Indonesia (BI) akan melihat pengaruh kebijakan yang diambil itu terhadap ekonomi nasional.

Perekonomian nasional memang sedang terpuruk. Pertumbuhan ekonomi sepanjang 2020 tercatat minus 2,07 persen. Dinamika yang terjadi lebih banyak didorong agresivitas pemerintah, lewat penambahan defisit anggaran. Berbagai stimulus dikeluarkan. Kebijakan- kebijakan relaksasi juga dibuat supaya bisnis tetap memiliki ruang gerak. Restrukturisasi kredit dan subsidi bunga diberikan untuk meringankan beban dunia usaha. Tekanan yang dalami dunia bisnis memang sangat terasakan.

Kelesuan bisnis berujung permintaan pinjaman yang jauh berkurang. Tahun lalu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan kredit terkontraksi 2,41 persen. Peran perbankan sebagai pembaga intermediasi kurang berjalan. Sebelum peran tersebut pulih tentu mengharapkan pemulihan ekonomi seperti menggantang asap. Kredit yang diberikan perbankan merupakan indikator kegairahan ekonomi. Pelonggaran LTV diharapkan bisa meningkatkan penyaluran pinjaman.

Tahun lalu, laba perbankan secara umum turun. Permintaan kredit yang lesu tentu memengaruhi kemampuan untuk menghasilkan keuntungan. Perbaikan kinerja perbankan akan ditentukan oleh faktor intermediasi yang dilakukan. Mengumpulkan dana masyarakat saat ini relatif tak sesulit menyalurkan pinjaman. Loan to deposit ratio (LDR) menggambarkan hal itu. Per September 2020, LDR bank umum dibandingkan dengan akhir 2019 turun, dari 94,43% menjadi 83,46%.

Kesulitan menyalurkan kredit juga tercermin dari perkembangan LDR. Di tengah perekonomian yang lesu, tantangan perbankan untuk menaikkan portofolio pinjaman adalah mengupayakan penurunan bunga. Biaya dana cenderung turun, yang dicerminkan lewat langkah Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang terus menurunkan bunga penjaminan. Biaya dana yang rendah merupakan modal untuk membuat bunga kredit lebih menarik. Karena itu, efektivitas penurunan LTV akan ditentukan kebijakan internal bank .

Respons itu tentu tidak hanya didorong oleh semangat pemasaran, tetapi juga mengedepankan aspek prudensial. Unsur kehati-hatian dalam kebijakan pelonggaran LTV yang ditempuh BI dinampakkan dengan memperhatikan porsi kredit bermasalah (non-performing loan/ NPL). Hanya bank dengan tingkat NPL di bawah lima persen yang boleh membiayai kredit mobil dan rumah sampai seratus persen hdari arga. Selain peluang, pelonggaran LTV juga sinyal agar bank tidak mengurangi kehati-hatian.

Editor: Imron Rosadi

Tags

Terkini

Tragedi Oktober di Kanjuruhan

Minggu, 2 Oktober 2022 | 10:02 WIB

Obstruction of Press Freedom

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 09:16 WIB

Mari Dukung Partisipasi Taiwan di ICAO

Jumat, 30 September 2022 | 21:47 WIB

Jebol Benteng Terakhir Peradilan, MA oh MA

Rabu, 28 September 2022 | 10:28 WIB

Tidak Ada Alasan, KITB Lamban

Minggu, 25 September 2022 | 12:07 WIB

Seriuskah Kawasan Industri Terpadu Batang?

Sabtu, 17 September 2022 | 08:43 WIB

Jokowi Ngamuk Lagi, Karena Ulah Imigrasi

Rabu, 14 September 2022 | 07:31 WIB

Menjaga Relasi, Memupuk Kolaborasi

Rabu, 14 September 2022 | 01:34 WIB

Kenaikan Harga BBM, Solusi atau Beban untuk Masyarakat?

Senin, 12 September 2022 | 08:48 WIB

Mungkinkah Kenaikan BBM Direvisi ?

Kamis, 8 September 2022 | 08:56 WIB

Jangan Ada Lagi Politik Identitas dan Politisasi Agama

Minggu, 21 Agustus 2022 | 21:32 WIB

RUU KIA dan Peran Negara untuk Perempuan

Sabtu, 20 Agustus 2022 | 10:05 WIB

Kiai NU dan Kretek

Rabu, 10 Agustus 2022 | 15:26 WIB

Mengapa BUMN Membentuk Holding?

Minggu, 17 Juli 2022 | 08:38 WIB

Pancasila dan Ancaman Pengasong Khilafah

Jumat, 8 Juli 2022 | 13:46 WIB

Pemuda Pancasila dan Rumah Kemartabatan

Kamis, 7 Juli 2022 | 23:18 WIB

Mencari Format Ideal Penjabat Kepala Daerah

Rabu, 6 Juli 2022 | 22:12 WIB
X