Putus Penyebaran Covid-19, Polisi dan TNI Bagikan 17 Ribu Masker di Semarang

Nugroho
- Senin, 1 Februari 2021 | 23:56 WIB
(suaramerdeka.com/Hendra Setiawan)
(suaramerdeka.com/Hendra Setiawan)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Aparat Polrestabes Semarang dan Kodim 0733/BS Semarang membagikan tujuh belas ribu masker di berbagai lokasi di Semarang salah satunya di Pasar Bulu, Semarang Barat, Senin (1/2) sekitar pukul 13.00 WIB. Pembagian masker untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona atau Covid-19 tersebut kepada para pedagang dan pembeli di lokasi tersebut dipimpin langsung oleh Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar dan Dandim 0733/BS Semarang Kolonel Infantri Yudhi Diliyanto.

"Ini salah satu upaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus Korona," ungkap Kombes Irawan Anwar saat berada di Pasar Bulu, Semarang Barat, Senin (1/2).

Adapun kegiatan yang langsung terjun ke lapangan tersebut, lanjut dia, tidak hanya untuk membagikan masker saja. Namun untuk melakukan pengecekan terkait penegakan protokol kesehatan.

"Jadi pada siang hari ini (kemarin-red), kami dan Dandim turun ke lapangan yang pertama untuk mengecek pelaksanaan protokol kesehatan sebagai yang diamanahkan dalam Perwali Nomor 57 tahun 2020 yang diperbarui nomor 4 tahun 2021" ujarnya.

Untuk penegakan tersebut, Irwan membeberkan, pihaknya sudah membentuk tim gabungan dari Polrestabes, Kodim dan Satpol PP di tingkat Kota. "Lalu di tingkat kecamatan dan Kelurahan juga dilakukan hal yang sama," jelasnya.

Kemudian, lanjut dia, tim yang sudah dibentuk bekerja secara bersama setiap harinya. "Tim ini bekerja secara bersama pada tiga tempo waktu, pagi, siang dan malam sampai dengan jam operasional sebagaimana mana diatur dalam Perwali. Misalnya untuk tempat makan sudah ditentukan jam 22.00 sudah harus tutup," ungkapnya.

Kalau dalam batasan waktu tersebut masih ada yang beroperasi, maka ada tim di tingkat Kota ada yang bekerja juga. "Nah untuk siang ini kami pasar tradisional, pasar moderen dan beberapa tempat lain untuk memastikan protokol kesehatan diterapkan termasuk penegakan peraturan Walikota," ujarnya.

Sementara itu Dandim 0733/BS Semarang Kolonel Infantri Yudhi Diliyanto mengatakan, keterlibatan TNI dan Polri terkait hal ini, dalam rangka membantu Satpol PP. Kemudian pola yang digunakan dalam penegakan protokol kesehatan  di Kota Semarang  itu sudah digariskan ada beberapa klausul klausul yang menyatakan tentang pembatasan pembatasan beberapa sektor yang dimumgkinkan terjadinya kerumunan masyarakat.

"Tapi ini perlu keterpaduan dan peran masyarakat. Kalau operasi Yustisi kita lakukan terus, tapi kalau tidak ada kesadaran masyarakat untuk melaksanakan protokol kesehatan itu juga tidak akan ada perubahan," jelasnya.

Halaman:

Editor: Nugroho

Terkini

Memperjuangkan Kualitas Pendidikan Dokter

Kamis, 25 November 2021 | 12:39 WIB

Tembang Pagebluk Menyulap Bagong Menjadi Konten Kreator

Selasa, 16 November 2021 | 08:15 WIB

Metamorfosis Implementasi MBKM di Perguruan Tinggi

Senin, 8 November 2021 | 11:12 WIB

Kebijakan Publik Versus PCR dan Antigen

Minggu, 7 November 2021 | 23:23 WIB

Pangan dan Telur Ayam

Minggu, 7 November 2021 | 15:26 WIB

Negara Hadir Versus Pinjol illegal

Senin, 25 Oktober 2021 | 23:45 WIB

PON 20 Papua Membuka Mata, Telinga dan Hati

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 23:42 WIB

Kemandirian dan Menjaga Marwah Santri

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 00:10 WIB

Hikmah Covid-19 bagi Kehidupan Santri

Jumat, 22 Oktober 2021 | 23:06 WIB

Menggerakkan MGMP melalui Spirit 'MGMP'

Senin, 18 Oktober 2021 | 12:23 WIB

Aksi Kita adalah Masa Depan Kita

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 21:36 WIB

Masjid dan Peran Memakmurkan Umat

Selasa, 5 Oktober 2021 | 13:31 WIB

Aspek Hukum Arisan Online

Jumat, 24 September 2021 | 00:30 WIB
X