Meningkatkan Sinergi untuk Kemakmuran Desa

Red
- Kamis, 31 Desember 2020 | 07:45 WIB
Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

Implementasi

KPPN Surakarta, antara lain, memiliki tugas menyalurkan pembiayaan atas beban anggaran satuan kerja (satker) kementerian/lembaga dan melakukan monitoring dan evaluasi penyaluran Dana Desa di wilayah Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Wonogiri.

Berdasarkan hasil monitoring Dana Desa di kedua wilayah tersebut, diketahui bahwa sebagian besar Dana Desa digunakan untuk membangun infrastruktur desa, bahkan tidak ditemukan adanya kegiatan usaha desa yang dibiayai dengan Dana Desa. Padahal, hampir dapat dipastikan bahwa kesejahteraan masyarakat desa dapat ditingkatkan jika desa memiliki powerhouse. 

Melalui serangkaian pertemuan koordinasi dengan berbagai mitra kerja, dapat ditarik garis yang menyatukan tujuan antara pengelolaan Dana Desa dengan salah satu program di kementerian. Desa Doho di Kabupaten Wonogiri memiliki asset berupa embung, atau sejenis waduk kecil sebagai penampung air hujan. Embung digunakan hanya untuk irigasi sawah atau kebun ketika musim kemarau.

Embung di Desa Doho berkapasitas 15.000 M3 dibangun bersama oleh Cocacola Foundation, Yayasan Obor Tani dan Pemerintah Kabupaten Wonogiri. Sejak dibangun tahun 2017, embung belum memberikan kemanfaatan yang optimal kepada masyarakat sekitar. Hal ini dapat dimengerti karena embung yang tidak begitu luas itu hanya mengandalkan air hujan. Embung tidak boleh menampung air dari sungai, karena endapan oleh air sungai akan merusak dinding dan dasar embung yang terbuat dari geo membran. 

Di lain sisi, satuan kerja BPDASHL (Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung) Surakarta di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, memiliki program Gerakan Pemulihan Daerah Aliran Sungai Kabupaten Wonogiri yang diimplementasinya melakukan penanaman pohon bibit di daerah aliran sungai. Pohon-pohon yang tumbuh akan berguna untuk menahan air hujan di daerah tangkapan air seperti Desa Doho yang memiliki ketinggian 487dpl.

Melihat potensi tersebut, KPPN Surakarta menginisiasi untuk menggabungkan kegiatan berbagai pihak terkait, dengan harapan memperoleh hasil yang lebih optimal. Pihak-pihak yang berkepentingan adalah Desa Doho sebagai pemilik embung beserta lahan kosong disekitarnya, Bumdes Doho sebagai pengelola tanaman, Pemkab Wonogiri sebagai penyedia penyuluh tanaman, BPDASHL Surakarta sebagai pemilik bibit tanaman buah dan KPPN Surakarta sebagai inisiator kegiatan sinergi.

Secara ringkas, kegiatan sinergi disepakati dengan cara para pihak akan melakukan aksi bersama menanam pohon buah sebanyak 1.500 pohon di sekitar embung. Bibit pohon buah disediakan oleh BPDASHL, lubang tanam disiapkan oleh masyarakat Desa Doho, pemeliharaan tanaman menjadi tanggung jawab Bumdes Doho, pendampingan memelihara tanaman akan dilakukan oleh penyuluh dari Dinas Kehutanan Wilayah 11 Wonogiri dan monitoring dana desa dilakukan oleh KPPN.

Para pihak dalam kegiatan bersama ini berkomitmen untuk mencapai tujuan yang sama, yaitu menjadikan Embung Doho sebagai obyek wisata agro dan/atau sentra produksi buah yang dikelola sebagai unit bisnis oleh Bumdes Doho.

Manfaat Sinergi 

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

Menengok Potensi Peran Milenial Kabupaten Brebes

Selasa, 18 Januari 2022 | 10:12 WIB

Quo Vadis Kejaksaan RI?

Senin, 10 Januari 2022 | 09:12 WIB

Masa Depan Ekonomi Digital Indonesia Pascapandemi

Sabtu, 8 Januari 2022 | 08:12 WIB

Digitalisasi Ibuisme

Kamis, 6 Januari 2022 | 12:30 WIB

Negeri-negeri Ambon Manise untuk Indonesia

Senin, 27 Desember 2021 | 08:45 WIB

Beri mereka waktu

Rabu, 22 Desember 2021 | 10:12 WIB

Peran Ibu dalam Penguatan Literasi Digital

Rabu, 22 Desember 2021 | 09:12 WIB

Di Balik Kebakaran Pasar Weleri

Minggu, 12 Desember 2021 | 17:42 WIB

Di Balik Meroketnya Harga Minyak Goreng

Kamis, 9 Desember 2021 | 07:45 WIB

Makna Angka 9 di Hari Jadi Ke–272 Blora

Senin, 6 Desember 2021 | 08:24 WIB

Masker Wahing

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:23 WIB

Memperjuangkan Kualitas Pendidikan Dokter

Kamis, 25 November 2021 | 12:39 WIB
X