Mengubah Model Bantuan Sosial

Red
- Jumat, 11 Desember 2020 | 00:45 WIB

TAMPAKNYA nurani Menteri Sosial Juliari P Batubara sudah tertimbun oleh nafsu duniawi. Bagaimana mungkin seorang menteri tega mengembat bantuan sosial rakyat miskin? Miris sekali tatkala mendengar ada tangkap tangan pejabat Kementerian Sosial karena menyunat dana bantuan sosial. Hampir semua masyarakat geram karena yang diambil beberapa pejabat Kemensos adalah rupiah yang diperuntukkan bagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid- 19. Apa yang harus dilakukan oleh pemerintah agar dana bantuan sosial untuk rakyat miskin tidak dikorupsi?

Model bantuan sosial dengan memberi sembako sebenarnya bukanlah satu-satunya cara. Masyarakat seolah dininabobokan dengan bantuan sembako dalam upaya memenuhi kebutuhan hajat hidupnya. Celahnya sangat gampang dimanfaatkan untuk dikorupsi jika bantuan diberikan dalam bentuk barang, terutama pada saat pengadaan barang.

Pemberian bantuan sosial melalui dana tunai tampaknya lebih aman dari kekejaman para koruptor. Namun yang perlu diperhatikan adalah sistem pencairan kepada masyarakat melalui bank sehingga terlihat antren mereka di kantorkantor bank. Tampak begitu kasihan masyarakat sejak subuh sudah antre untuk mencairkan dana bantuan sosial.

Bantuan sosial dalam bentuk tunai akan memberi kesempatan untuk mengaktifkan perekonomian masyarakat. Penerima bantuan dapat membelanjakan uangnya di toko-toko atau di warung-warung di sekitar rumah masing-masing. Dikorupsinya bantaun sosial oleh pihak-pihak yang jahat karena kesempatan terbuka lebar. Pengadaan barang merupakan sektor yang paling sering dijadikan lahan korupsi. Dengan menyunat atau mengambil fee dari para penyedia barang merupakan cara yang selama ini menjerat banyak koruptor.

Model pemberian bantuan sosial sebaiknya diarahkan untuk menggerakkan perekonomian masyarakat, bukan malah membesarkan usaha milik konglomerat. Yang menjadi permasalahan adalah bagaimana bantuan sosial berupa uang tunai bisa sampai ke penerima tanpa potongan apa pun dan bagaimana cara mendidik masyarakat agar berbelanja ke warung-warung terdekat. Dengan model ini, akan mendorong pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) semakin baik. Jika pemerintah dapat membina pelaku UMKM di daerah-daerah atau di desa-desa untuk menyediakan barang-barang bantuan sosial, hal ini akan menggairahkan UMKM.

Sehatkan UMKM

Program belanja di UMKM dapat dijadikan sarana bagi pemerintah untuk menyehatkan UMKM setelah tercabik-cabik oleh pandemi Covid-19. Selama 10 bulan berbagai strategi dilakukan untuk menghadapi Covid-19, UMKM termasuk satu sektor yang paling terdampak. Akibatnya banyak UMKM yang mati karena daya beli masyarakat rendah, adanya pembatasan kehidupan sosial masyarakat, dan tidak tersalurkannya bantuan sosial secara cepat serta salah pemilihan progran bantuan sosial.

Model penyaluran dana tunai kepada penerima yang selama ini melalui bank-bank pemerintah juga harus diubah supaya masyarakat tidak berjubel antre di bank. Jumlah bank penyalur yang jumlahnya sedikit menjadi salah satu penghambat pencairan. Akibatnya, masyarakat terpaksa antre berjam-jam.

Selama antre tentu penerima meninggalkan usahanya atau tempat kerjanya. Hal ini tentu tidak efektif. Pemerintah dapat memanfaatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) atau koperasi-koperasi di desa sebagai salah satu solusi. Tetapi lembaga penyalur dana sosial harus mendatangi penerima dana bantuan sosial. Dengan demikian, tidak lagi ditemukan masyarakat yang antre dan menggerombol di bank.

Halaman:

Editor: Imron Rosadi

Tags

Terkini

Menggerakkan MGMP melalui Spirit 'MGMP'

Senin, 18 Oktober 2021 | 12:23 WIB

Aksi Kita adalah Masa Depan Kita

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 21:36 WIB

Masjid dan Peran Memakmurkan Umat

Selasa, 5 Oktober 2021 | 13:31 WIB

Aspek Hukum Arisan Online

Jumat, 24 September 2021 | 00:30 WIB

Mengganti Beban Pembiayaan BLBI

Jumat, 24 September 2021 | 00:10 WIB

Antusiasme Menyambut Kompetisi Liga 3

Jumat, 24 September 2021 | 00:00 WIB

Memindai Cermin Kota Kudus

Kamis, 23 September 2021 | 11:36 WIB

Indonesia Diuji dalam Ketegangan AUKUS

Kamis, 23 September 2021 | 01:28 WIB

Mewujudkan Sekolah Tatap Muka Aman

Kamis, 23 September 2021 | 01:25 WIB

Keterampilan dan Kompetensi Abad 21

Kamis, 23 September 2021 | 01:16 WIB

Maksimalkan Efektivitas Blended Learning

Rabu, 22 September 2021 | 01:11 WIB

Gernas BBI Jangan Hanya Seremonial

Rabu, 22 September 2021 | 01:08 WIB

Mahasiswa Merdeka

Rabu, 22 September 2021 | 01:03 WIB

Penguatan Imunitas Usaha Koperasi

Selasa, 21 September 2021 | 00:32 WIB

Jangan Lengah dalam Mitigasi Covid-19

Selasa, 21 September 2021 | 00:27 WIB

Wakaf untuk Sektor Informal

Selasa, 21 September 2021 | 00:22 WIB

Menjaga Keamanan ”PeduliLindungi”

Senin, 20 September 2021 | 00:20 WIB
X