Satgas Covid-19 Klaten Surati Seluruh Pondok Pesantren, Cegah Munculnya Klaster

Andika
- Senin, 30 November 2020 | 06:02 WIB
PEMAKAMAN: Tim Satgas memakamkan seorang pengasuh Ponpes yang meninggal karena Covid. (istimewa)
PEMAKAMAN: Tim Satgas memakamkan seorang pengasuh Ponpes yang meninggal karena Covid. (istimewa)

KLATEN, suaramerdeka.com - Satgas Percepatan Pengendalian Covid-19 Kabupaten Klaten mengirimkan surat edaran ke semua pondok pesantren dan camat. Satgas meminta semua pondok dan camat terlibat untuk mencegah munculnya klaster.

Staf ahli Satgas Percepatan Pengendalian Covid-19 Kabupaten Klaten dokter Roni Reokmito surat itu dibuat dan diedarkan untuk menindaklanjuti surat serupa dari Pemprov Jateng. "Kami menerima surat dari provinsi dan tanggal 24 November kita tindaklanjuti dengan mengirimkan surat ke semua pondok pesantren dan camat," ungkap Roni, Sabtu (28/11).

Dikatakan Roni, surat dari provinsi itu berkaitan dengan ada kasus Covid di ponpes Kabupaten Banyumas. Selama ini Satgas kabupaten Klaten sebenarnya juga terus memantau semua lembaga pendidikan dan belum ada Kluster Ponpes di Klaten. Pondok sejak lama sudah memiliki Satgas di masing - masing lokasi sejak diijinkan beroperasi. Mengingat kasus terus naik, Satgas pondok diminta dihidupkan kembali dengan dasar surat itu.

Satgas pondok melaporkan ke bagian Kesra Pemkab Klaten untuk memudahkan koordinasi. Satgas Kabupaten tetap mengimbau agar pengelola Pondok tetap mematuhi protokol kesehatan. Seperti menerapkan jaga jarak dan membatasi dua santri pada setiap kamar tidur. Jika mungkin satu kamar maksimal dua orang. Sarana cuci tangan, termogun dan masker disiapkan. Dalam hal kontak baik saat pembelajaran dan pengajian diusahakan tidak terlalu lama.

Baca juga: Satgas Covid-19 Sidak ke 6 Objek Wisata Klaten, Pastikan Keamanan dan Kesehatan

Roni membenarkan ada seorang pengasuh Ponpes,  AHS (66) meninggal dunia dinyatakan positif Covid-19. Almarhum telah dimakamkan pada Kamis (26/11) sore dan ditindaklanjuti dengan tracing.

Ketua Satgas Percepatan Pengendalian Covid-19 Desa Keputran, Kecamatan Kemalang, Wuryanto mengatakan almarhum merupakan warga desanya. Sebelumnya sempat dirawat sejak hari Selasa (24/11) sampai Kamis (26/11) di RSUP Dr Soeradji Tirtonegoro. "Meninggal hari Kamis lalu sorenya dimakamkan langsung. Awalnya dikira asam lambung," papar Wuryanto.

Dijelaskannya dari informasi keluarga, almarhum memang memiliki riwayat diabetes. Saat dibawa ke RSUP kadar gulanya naik. Karena dinyatakan positif COVID almarhum dimakamkan dengan protokol Covid-19. Jenazah tidak diturunkan, hanya di mobil, disholatkan dan dimakamkan.  Satgas desa sudah berkoordinasi dengan Satgas kecamatan untuk menindaklanjuti kasus itu.

Editor: Andika

Terkini

Memperjuangkan Kualitas Pendidikan Dokter

Kamis, 25 November 2021 | 12:39 WIB

Tembang Pagebluk Menyulap Bagong Menjadi Konten Kreator

Selasa, 16 November 2021 | 08:15 WIB

Metamorfosis Implementasi MBKM di Perguruan Tinggi

Senin, 8 November 2021 | 11:12 WIB

Kebijakan Publik Versus PCR dan Antigen

Minggu, 7 November 2021 | 23:23 WIB

Pangan dan Telur Ayam

Minggu, 7 November 2021 | 15:26 WIB

Negara Hadir Versus Pinjol illegal

Senin, 25 Oktober 2021 | 23:45 WIB

PON 20 Papua Membuka Mata, Telinga dan Hati

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 23:42 WIB

Kemandirian dan Menjaga Marwah Santri

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 00:10 WIB

Hikmah Covid-19 bagi Kehidupan Santri

Jumat, 22 Oktober 2021 | 23:06 WIB

Menggerakkan MGMP melalui Spirit 'MGMP'

Senin, 18 Oktober 2021 | 12:23 WIB

Aksi Kita adalah Masa Depan Kita

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 21:36 WIB

Masjid dan Peran Memakmurkan Umat

Selasa, 5 Oktober 2021 | 13:31 WIB

Aspek Hukum Arisan Online

Jumat, 24 September 2021 | 00:30 WIB
X