Menjemput Jabatan Fungsional

Red
- Kamis, 19 November 2020 | 23:37 WIB
Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

PENYEDERHANAAN eselonisasi tentunya akan menimbulkan dampak resistensi dan menjadi hal yang tidak mudah bagi para pejabat struktural. Sementara di sisi lain, jabatan fungsional sangat diperlukan oleh organisasi pemerintah dalam menjalankan dan menyelesaikan tugas-tugas pokok yang diembannya. Apa yang harus dilakukan agar dampak resistensi dapat diminimalisasi?

Perlukah jabatan fungsional diperkenalkan secara lebih insentif agar pepatah yang berbunyi, “tak kenal maka tak sayang” menjadi benar adanya. Dengan mengenal jabatan fungsional secara lebih mendalam termasuk mengerti dan mengenal kebaikan-kebaikan jabatan fungsional, maka kemungkinan terbesar adalah munculnya benih cinta. Kalau benih cinta sudah tumbuh subur, maka jabatan fungsional tidak perlu lagi dipaksakan untuk diterima.

Jabatan fungsional akan didatangi, dipinang kemudian dibawah pulang. Para pejabat strukrutal dan pejabat pelaksana akan berbondong-bondong menjemput jabatan fungsional. Yuk…. kita mulai berkenalan dan bersiap menjemput jabatan fungsional.

Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau sekarang biasa disebut Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah entitas yang selalu menarik untuk menjadi bahan bahasan. Jumlahnya yang besar, strukturnya yang besar, anggaran belanja pegawai yang besar, kinerjanya yang selalu menjadi sorotan merupakan isu rutin bagi kalangan Aparatur Sipil Negara.

Isu rutin biasanya muncul karena adanya sebuah momen, entah itu momen politik ataupun momen yang berkaitan dengan kondisi ekonomi, misalnya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), kenaikan gaji dan THR.

Momen teranyar dari isu Aparatur Sipil Negara di tahun  2019 lalu dan menjadi viral adalah terkait isi pidato Presiden Joko Widodo pada pelantikan periode keduanya yang menyerukan tentang penyederhanaan eselonisasi di beberapa tingkatan. Dalam Pidato Pelantikannya sebagai Presiden di Gedung MPR pada hari Minggu tanggal 20 Oktober 2019, Presiden Joko Widodo membeberkan 5 program yang akan dikerjakannya bersama Wakil Presiden Ma’aruf Amin.  

Presiden Jokowi juga menyerukan tentang penyederhanaan eselonisasi di beberapa tingkatan. Presiden menilai keberadaan Eselon I-IV yang ada di Kementerian dan Lembaga terlalu banyak, perlu penyerderhanaan struktur eselonisasi. Menurutnya eselonisasi hanya membutuhkan dua level saja, sisanya diganti dengan jabatan fungsional yang berbasis keahlian dan kompetensi.

Apakah Jabatan Fungsional itu? Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil, disebutkan bahwa Jabatan Fungsional adalah kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak seorang Pegawai Negeri Sipil dalam suatu satuan organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya di dasarkan pada keahlian dan/atau ketrampilan tertentu serta bersifat mandiri. Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil terdiri atas Jabatan Fungsional Keahlian dan Jabatan Fungsional Ketrampilan.

Jabatan fungsional keahlian dan jabatan fungsional ketrampilan ditetapkan dengan kriteria-kriteria sebagai berikut:

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

Penguatan Imunitas Usaha Koperasi

Selasa, 21 September 2021 | 00:32 WIB

Jangan Lengah dalam Mitigasi Covid-19

Selasa, 21 September 2021 | 00:27 WIB

Wakaf untuk Sektor Informal

Selasa, 21 September 2021 | 00:22 WIB

Menjaga Keamanan ”PeduliLindungi”

Senin, 20 September 2021 | 00:20 WIB

Keamanan Nelayan di Laut China Selatan

Senin, 20 September 2021 | 00:10 WIB

Berharap kepada Inovasi Kepariwisataan

Senin, 20 September 2021 | 00:00 WIB

Menyusuri Masa Lalu Aneka Kota

Sabtu, 18 September 2021 | 00:59 WIB

Arah Jalan Berbahaya bagi KPK

Sabtu, 18 September 2021 | 00:49 WIB

Strategi UMKM saat Endemi

Sabtu, 18 September 2021 | 00:44 WIB

Perpres Pendanaan Pesantren

Jumat, 17 September 2021 | 00:20 WIB

Membangun Fondasi Green Economy

Jumat, 17 September 2021 | 00:10 WIB

Standar Pembelajaran Tatap Muka

Jumat, 17 September 2021 | 00:00 WIB

Membenahi Rantai Pasokan Pangan

Kamis, 16 September 2021 | 00:47 WIB

Modal Manusia Islami untuk LKMS

Rabu, 15 September 2021 | 01:40 WIB

Mewujudkan Jalur Kereta Api Semarang-Rembang

Selasa, 14 September 2021 | 20:24 WIB

”Samudra Biru” Pendidikan Tinggi

Selasa, 14 September 2021 | 20:10 WIB

Mengawal Dana PEN di Bank Umum

Senin, 13 September 2021 | 11:21 WIB

Mewaspadai Covid-19 Varian Mu

Senin, 13 September 2021 | 00:20 WIB

Menatap Kemungkinan Pandemi ke Endemi

Senin, 13 September 2021 | 00:10 WIB
X