PON 20 Papua Membuka Mata, Telinga dan Hati

- Sabtu, 23 Oktober 2021 | 23:42 WIB
Pudjo Rahayu Risan. (suaramerdeka.com / dok)
Pudjo Rahayu Risan. (suaramerdeka.com / dok)

PEKAN Olahraga Nasional (PON) XX yang diselenggarakan dari 2 sampai dengan 15 Oktober 2021 di Tanah Papua, usai sudah.

Hasilnya perolehan medali, tuan rumah mampu menyodok Jawa Tengah menjadi peringkat keempat, di mana Jawa Tengah langganan peringkat keempat.

Secara keseluruhan bisa dibilang PON XX di tanah Papua, relatif sukses.

Baca Juga: Kemandirian dan Menjaga Marwah Santri

Bahkan sukses secara domino, berjenjang dan bergulir karena membawa dampak banyak aspek di luar olah raga.

Mari kita buka mata, telinga dan hati untuk melihat suksesnya PON XX di tanah Papua.

Adakah dampak penyelenggaraan PON bagi pengembangan ekonomi Papua khususnya di sektor pariwisata?

Baca Juga: Hikmah Covid-19 bagi Kehidupan Santri

Mampukah PON Papua dikaitkan dengan penguatan rasa kebanggaan dan kebangsaan?

Sekaligus moment PON Papua mempertebal optimalisasi pengembangan potensi atlet Papua lewat fasilitas olahraga berstandar internasional?

Tiga aspek, ekonomi dan pariwisata, penguatan rasa kebanggan dan kebangsaan serta optimis bahwa Papua semakin banyak melahirkan atlet-atlet nasional bahkan dunia.

PON XX Papua harus mampu sebagai pematik ketiga aspek tersebut.

Ekonomi, pariwisata, kebanggaan, kebangsaan dan muncul atlet berkualitas.

Dari sisi aspek bagi pengembangan ekonomi Papua khususnya di sektor pariwisata, dampak PON Papua sungguh strategis dan lebih dari cukup dengan terbangunnya infrastruktur dan fasilitas penunjang lainnya.

Langkah selanjutnya perlu ada kemauan secara politik dan kebijakan baik dari pemerintah pusat maupun Provisi Papua dan Paua Barat serta kabupaten kota serempak mendukung karena fasilitas dan infrastruktur sudah terbangun.

PON XX di tanah Papua, bisa dimaknai sebagai momentum pemulihan ekonomi sektor non tambang.

Tak hanya sebagai perhelatan olahraga, penyelanggaran PON berkala di berbagai provinsi di Indonesia juga dapat memajukan perekonomian nasional dan provinsi tempat penyelenggaraan pada khususnya.

Sorotan kali ini tertuju pada Papua sebagai provinsi yang kaya bahan tambang.

Diharapkan dengan adanya PON di Papua juga dapat menjadi momentum sekaligus sasaran antara menuju pemulihan ekonomi sektor non tambang untuk provinsi ini.

Yang perlu dicermati, karena bisa juga dampak penyelenggaraan PON 20 bagi perekonomian di Papua hanya sementara.

Dampak terhadap ekonomi lokal terjadi selama pergelaran PON Papua berlangsung.

Ketika PON berakhir, secara perlahan tapi pasti perekonomian kembali seperti semua.

Pemanfaatan infrastruktur pasca kegiatan dan promosi produk dan wisata daerah menjadi kunci agar pelaksanaan PON XX 2021 dapat memberikan dampak jangka panjang yang positif terhadap perekonomian provinsi Papua.

Perhelatan olahraga nasional yang digelar empat tahun sekali ini diikuti 6.442 atlet dari seluruh Indonesia dan didampingi 3.000 orang pelatih.

PON di tanah Papua ternyata berdampak besar terhadap perekonomian walau hanya bersifat adhoc atau sementara.

Selama PON berlangsung, sudah terjadi perputaran uang yang tinggi.

Perlu dipikirkan agar dampak perekonomian berjalan jangka panjang, harus ada inisiatif dari pemerintah daerah.

Pemerintah setempat dapat memanfaatkan infrastruktur yang telah dibangun di sana untuk membuat agenda-agenda lain pada masa mendatang yang mendatangkan efek ekonomi.

Otomatis pariwisata semakin menggeliat.

Inovatif dan kreativitas menjadi kunci agar mampu terus menciptakan event yang berkelanjutan memanfaatkan semua infrastruktur yang sudah tersedia.

Di samping perekonomian yang terus bergulir, dunia pariwisata juga akan ikut berkembang.

Pemerintah Daerah setempat bisa belajar dan mencontoh Palembang, Sumatera Selatan.

Kota itu pernah menjadi lokasi penyelenggaraan PON pada 2004.

Setelah PON berlangsung, Palembang dapat memanfaatkan infrastruktur yang ada untuk mendorong munculnya agenda-agenda nasional, bahkan internasional.

"Perasaan saya dan perasaan saudara pasti sama, kita bangga berada di Tanah Papua, dan kita bangga berada di Stadion terbaik di Asia Pasifik ini," kata Jokowi saat berada di podium membuka secara resmi PON XX, 2 Oktober 2021.

Menurut Jokowi, penyelenggaraan PON di Papua bisa menunjukan bahwa pembangunan di Papua terus berjalan.

Jokowi memastikan bahwa program pembangunan infrastruktur di Papua akan terus dilakukan pemerintah, baik pembukaan akses transportasi hingga pada peningkatan sumber daya manusia.

PON XX Papua akan membangkitkan nasionalisme anak bangsa terhadap ibu pertiwi.

Dengan begitu, rasa persatuan dan kesatuan setiap individu di berbagai pelosok tanah air dapat semakin terjalin erat di masa mendatang.

Membangkitkan kebanggaan dan kebangsaan masyarakat Papua bahkan masyarakat seluruh Indonesia.

Kita semua sepakat, olahraga menjadi salah satu sarana untuk menumbuhkan dan membangun semangat kebersamaan dan persatuan.

Mampu membangun nasionalisme dan kebersamaan.

Dalam setiap kompetisi olahraga yang digelar oleh PON XX Papua, terdapat nilai positif yang kerap kali dipegang teguh oleh setiap atlit dalam setiap berlaga dalam ajang tersebut.

Nilai yang dimaksud adalah menjunjung tinggi sportivitas yang akan merangsang kebangkitan rasa nasionalisme yang terpendam di sanubari generasi penerus bangsa.

Nasionalisme itu akan bangkit seketika kala atlet yang sedang berlaga di pertandingan yang berlangsung menerapkan nilai di atas.

Kemudian, para penonton yang menyaksikan suguhan pertandingan itu akan terpengaruhi rasa nasionalisme.

Sangat dimungkinkan, seluruh anak bangsa tanpa memandang rambut keriting, lurus dan kulit hitam maupun putih, akan bersatu dalam satu pertandingan.

Oleh karena itu, peran olahraga ini sangat penting jadi jangan pandang sebelah mata perannya, karena mampu membangkitkan nasionalisme paling mudah dilakukan melalui gelaran-gelaran olahraga pada berbagai tingkatan skala nasional maupun internasional.

Dengan demikian, dapat dipastikan setiap laga akan memiliki ikatan emosional bagi atlet maupun penontonnya dari pertandingan olahraga itu.

Disajikannya perhelatan olahraga seperti PON Papua, maka internalisasi nilai karakter kebangsaan akan menjadi semakin lebih mudah.

Dengan begitu, ancaman-ancaman ideologi lainnya seperti radikalisme dan intoleransi dapat dibatasi pergerakannya di tanah air di masa mendatang.

Semangat persatuan sangat mungkin dan lebih mudah masuk dari olahraga.

Hasil akhir PON XX, tuan rumah Papua menempati posisi keempat dalam perolehan medali, dengan koleksi 93 emas, 66 perak, dan 102 perunggu.

Mereka juga sukses mengamankan medali emas sepak bola putra PON Papua, setelah menang 2 - 0 atas Aceh.

Istilah “Mutiara hitam” bagi atlit – atlit dari Papua selama ini sudah mewarnai dunia olah raga di Indonesia.

Beberapa cabang olah raga yang tampaknya cocok dengan masyarakat Papua, sebagaimana kita lihat selama ini, seperti sepak bola, tinju, angkat berat, bina raga, atletik terutama lempar cakram, lempar lembing, dan masih banyak lagi yang mampu melahirkan banyak atlit dari Papua.

Mengapa? Hal ini sangat mungkin karena didukung fasilitas sarana prasarana infrastruktur olah raga bertaraf internasional.

Bahkan ada yang terbaik ditingkat Asia Pasifik. Ini harus dimanfaatkan dengan baik.

Pemerintah, baik pusat maupun provinsi dan kabupaten kota mendukung dengan kebijakan-kebijakan komprehensif dan holistik agar aspek ekonomi, pariwisata, kebanggaan, kebangsaan, persatuan, dan nasionalisme tumbuh pasca PON XX.

Serta jangan sampai fasilitas, sarana prasaran yang sangat megah, dibiarkan tanpa dimanfaatkan akhirnya ditumbuhi rumput liar.

Diperlukan muncul inovasi dan kreativitas semua pihak agar fasilitas yang sudah dibangun menjadi bermakna dan membanggakan.

Drs Pudjo Rahayu Risan MSi, Pengamat Kebijakan Publik

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Fintech Syariah, Sang Primadona Transformasi Digital

Rabu, 23 November 2022 | 11:32 WIB

Ancaman Senyap Asap Rokok

Selasa, 22 November 2022 | 19:19 WIB

PMA 68 dan Dinamika Akademik di Kampus

Kamis, 17 November 2022 | 16:57 WIB

Kepemimpinan Berorientasi Pengetahuan

Rabu, 16 November 2022 | 11:12 WIB

Memperkuat Jaringan Koperasi Syariah

Selasa, 15 November 2022 | 11:32 WIB

Utang atau Cetak Uang Baru?

Senin, 14 November 2022 | 11:12 WIB

Kepemimpinan dalam Organisasi Pembelajar

Sabtu, 12 November 2022 | 11:12 WIB

Mewaspadai Budaya Gila Kerja

Jumat, 11 November 2022 | 11:15 WIB

Sustainability dalam Bisnis Perusahaan

Kamis, 10 November 2022 | 11:12 WIB

Pungli dalam Pengurusan Warisan

Minggu, 30 Oktober 2022 | 12:04 WIB

Kemandirian dan Menjaga Marwah Santri

Minggu, 23 Oktober 2022 | 21:00 WIB

Peci untuk Cakades

Sabtu, 22 Oktober 2022 | 21:55 WIB

Mencari Pemimpin Profetik

Senin, 10 Oktober 2022 | 12:03 WIB

Tragedi Oktober di Kanjuruhan

Minggu, 2 Oktober 2022 | 10:02 WIB

Obstruction of Press Freedom

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 09:16 WIB

Mari Dukung Partisipasi Taiwan di ICAO

Jumat, 30 September 2022 | 21:47 WIB
X