Hikmah Covid-19 bagi Kehidupan Santri

- Jumat, 22 Oktober 2021 | 23:06 WIB
Choeroni, Dosen Fakultas Agama Islam UNISSULA Semarang dan pengurus MUI Jawa Tengah. (suaramerdeka.com/dok)
Choeroni, Dosen Fakultas Agama Islam UNISSULA Semarang dan pengurus MUI Jawa Tengah. (suaramerdeka.com/dok)

Karena keseharian pembelajaran di pesantren menggunakan pembelajaran tatap muka, bahkan kebanyakan pesantren melarang santrinya membawa HP di pesantren dengan tujuan agar pembelajaran tidak terganggu, dan para santri bisa fokus mengikuti pembelajaran di pesantren.

Mungkin di dunia pesantren baru mengenal pembelajaran menggunakan google meet, zoom, google form, dan sebagainya hanya saat terjadinya pandemi tersebut.

Dalam beberapa bulan, para santri mengikuti pembelajaran menggunakan teknologi tersebut, seperti yang terjadi di pondok pesanren penghafal Al-Qur’an. Di pondok ini berbeda dengan pesantren yang lain.

Di pesantren model ini, setiap santri harus dipantau setiap saat atas perkembangan hafalan ataupun menjaga hafalan yang sudah di dapat. maka jam pembelajaran di rumah pun sama dengan pembelajaran ketika di pesantren, hanya mungkin kuantitasnya sedikit dikurangi.

Mereka tetap ada jam muraja’ah atau mengulang hafalan, jam ziyadah atau menmbah hafalan yang dipandu oleh para ustadz di pondok masing-masing melalui media online tersebut, minimal menggunakan media yang paling umum yaitu Whatshap atau WA.

Tentunya pembelajaran ini, sebagaimana pembelajaran sekolah  di luar pesantren harus dipandu oleh orang tua atau wali santri masing-masing.

Memang pembelajaran secara online tidak bisa semaksimal pembelajaran tatap muka, dimana secara pengetahuan memang bisa terlaksana baik akan tetapi pembelajaran akhlak yang menjadi ciri khas pesantren menjadi kurang tertata dan terlaksana dengan baik.

Untuk itulah pesantren adalah lembaga yang memberanikan diri untuk melakukan pembelajaran secara tatap muka sebelum lembaga lain, seperti sekolah dan madrasah ataupun institusi lain belum berani melakukannya.

Alhamdulillah, berkat rahmat Allah Swt, kondisi pesantren dengan hikmah pandemi ini menjadi lebih baik, dari segi pembelajaran mampu menggunakan pembelajaran berbasis teknologi yang sebelumnya merupakan hal yang tabu dan sangat dihindari.

Dari segi kesehatan para santri menjadi lebih sadar akan pentingnya kesehatan mereka. Dari segi kebersihan, mereka mengikuti saran dari para ahli kesehatan akan pentingnya implementasi kebersihan dalam keseharian, baik kesehatan  diri ataupun lingkungan demi terjaganya kesehatan, baik kesehatan diri sendiri ataupun  kesehatan orang lain.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

ASI Penuhi Gizi, Cegah Stunting pada Masa Pandemi

Jumat, 28 Januari 2022 | 12:13 WIB

Demokrasi Pengelolaan Laut

Rabu, 26 Januari 2022 | 13:30 WIB

Menengok Potensi Peran Milenial Kabupaten Brebes

Selasa, 18 Januari 2022 | 10:12 WIB

Quo Vadis Kejaksaan RI?

Senin, 10 Januari 2022 | 09:12 WIB

Masa Depan Ekonomi Digital Indonesia Pascapandemi

Sabtu, 8 Januari 2022 | 08:12 WIB

Digitalisasi Ibuisme

Kamis, 6 Januari 2022 | 12:30 WIB

Negeri-negeri Ambon Manise untuk Indonesia

Senin, 27 Desember 2021 | 08:45 WIB

Beri mereka waktu

Rabu, 22 Desember 2021 | 10:12 WIB

Peran Ibu dalam Penguatan Literasi Digital

Rabu, 22 Desember 2021 | 09:12 WIB

NEWA, Peluang Baru Bisnis Perhotelan

Selasa, 14 Desember 2021 | 11:30 WIB

Di Balik Kebakaran Pasar Weleri

Minggu, 12 Desember 2021 | 17:42 WIB

Di Balik Meroketnya Harga Minyak Goreng

Kamis, 9 Desember 2021 | 07:45 WIB

Makna Angka 9 di Hari Jadi Ke–272 Blora

Senin, 6 Desember 2021 | 08:24 WIB

Masker Wahing

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:23 WIB
X