Bersikap Adil

Red
- Rabu, 28 Oktober 2020 | 23:23 WIB
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

SALAH SATU kosa kata yang banyak disebutkan dalam ayat-ayat al-Qur’an adalah kata “adl” (adil), baik bebentuk kalimat perintah, larangan, maupun berita (cerita umat terdahulu). Dalam tataran implementasi, kata adil dapat bermakna: obyektif, proporsional, seimbang. Bersikap adil adalah hal yang sangat prinsip dalam semua hal: beragama, bermasyarakat, bernegara, dan terutama dalam bidang hukum atau pengadilan.

Dalam beragama, al-Qur’an dan hadis mengingatkan  agar manusia berbuat adil (seimbang atau proporsional). Tidak boleh seseorang dalam menjalankan agama hanya beribadah (mahdhah, ritual) untuk kepentingan akhirat, tetapi melupakan urusan dunia, dan sebaliknya. Kehidupan dunia dan dan akhirat adalah bagaikan dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan.

Kebahagiaan atau keselamatan di akhirat hanya dapat diproleh dari kebaikan yang dilakukan di dunia (al-dunya mazra’ah al-akhirah : dunia adalah tempat menanam yang hasilnya akan dipetik di akhirat).  Itulah sebabnya salah satu doa yang diajarkan oleh al-Qur’an adalah agar umat Islam meminta keseimbangan antara kebahgaian dunia dan akhirat.

Dalam bermasyarakat, al-Qur’an dan hadis juga mengingatkan  agar manusia  dalam melakukan aktifitas apapun tidak semata-mata beroreantasi  untuk kepentingan dan keuntungan pribadi. Ajaran zakat, shadaqah, infaq dan ibadah- ibadah sosial lain yang banyak disebutkan dalam hadis adalah merupakan bagian dari wujud konsep keseimbanagan (keadilan) terhadap pribadi dan masyarakat.

Sebagaimana keseimbangan antara dunia dan akhirat, keseimbangan antara pribadi dan orang lain (masyarakat) juga tidak dapat dipisahkan. Eeksistensi manusia beserta kebahagian dan katercukupannya tidak mungkin dapat diraih tanpa orang lain. (al-insanu madaniyyun bi al-thaba’iy : mannusia adalah makhluk sosial). Dari prinsip inilah Islam melarang sikap atau sifat egoisme, eksklusifisme, arogan, dan yang sejenisnya.

Dalam konteks bernegara juga harus ada keadilan atau keseimbangan antara pemimpin dan rakyat. Pemimpin dan yang dipimpin (rakyat) harus memahami hak dan kewajibannya secara  proporsional (seimbang). Adanya “perbedaan” proporsi adalah hukum alam (sunnatullah). Karena “perbedaan” itulah yang menyebabkan seseorang dapat  berinteraksi dan memenuhi kebutuhannya, serta dapat melakukan kebaikan (amal shalih).

Dapat kita bayangkan kalau semua manusia sama atau dalam strata yang sama: semuanya jadi pemimpim atau semuanya jadi rakyat, semuanya kaya atau semuanya miskin (dalam konteks bermasyarakat), semuanya taat atau semuanya ingkar (dalam konteks beragama). Tentu tidak rasional. Meskipun bagi Allah tidak ada yang tidak mungkin, tetapi Allah  tidak melakukan itu:

 “Jika Tuhanmu menghendaki, tentu akan beriman semua yang ada dibumi seluruhnya. Maka apakah kamu hendak memaksa manusia supaya mereka menjadi oarang-orang yang beriman semuanya? Tidak seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah” (Yunus [10] : 99).

Dalam hadis yang sangat populer juga disebutkan :”Perbedaan umatku adalah rahmat”. Perbedaan itu tentu tadak hanya perbedaan pendapat atau pemikiran, tetapi juga perbedaan posisi, strata, ekonomi dan sebagainya. Dari perbedaan inilah terjadi gerak, interaksi, dan dinamika kehidupan, dan itu semua merupakan keniscayaan.

Halaman:

Editor: Rosikhan

Tags

Terkini

Masker Wahing

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:23 WIB

Memperjuangkan Kualitas Pendidikan Dokter

Kamis, 25 November 2021 | 12:39 WIB

Tembang Pagebluk Menyulap Bagong Menjadi Konten Kreator

Selasa, 16 November 2021 | 08:15 WIB

Metamorfosis Implementasi MBKM di Perguruan Tinggi

Senin, 8 November 2021 | 11:12 WIB

Kebijakan Publik Versus PCR dan Antigen

Minggu, 7 November 2021 | 23:23 WIB

Pangan dan Telur Ayam

Minggu, 7 November 2021 | 15:26 WIB

Negara Hadir Versus Pinjol illegal

Senin, 25 Oktober 2021 | 23:45 WIB

PON 20 Papua Membuka Mata, Telinga dan Hati

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 23:42 WIB

Kemandirian dan Menjaga Marwah Santri

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 00:10 WIB

Hikmah Covid-19 bagi Kehidupan Santri

Jumat, 22 Oktober 2021 | 23:06 WIB

Menggerakkan MGMP melalui Spirit 'MGMP'

Senin, 18 Oktober 2021 | 12:23 WIB

Aksi Kita adalah Masa Depan Kita

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 21:36 WIB
X