HSN di MAJT, Ini Pesan Prof Noor Achmad untuk Santri

Andika
- Kamis, 22 Oktober 2020 | 23:27 WIB
PAKAI MASKER: Peserta Hari Santri Nasional di MAJT memakai masker. (suaramerdeka.com/Siswo Ariwibowo)
PAKAI MASKER: Peserta Hari Santri Nasional di MAJT memakai masker. (suaramerdeka.com/Siswo Ariwibowo)

SEMARANG, suaramerdeka.com  - Jajaran pimpinan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) menyelenggarakan peringatan Hari Santri Nasinal (HSN) ke-6 secara sederhana. Kondisi ini lantaran masih adanya pandemi Covid 19. Ketua Pengelola Pelaksana MAJT Prof Dr KH Noor Achmad mengatakan, peringatan HSN di MAJT hanya melibatkan internal para sesepuh, pengurus dan karyawan.

“Acara peringatan HSN kami selenggarakan secara sederhana. Kami tidak mengundang pejabat, para pengasuh pondok pesantren juga tokoh masyarakat, karena pembatasan berkerumun dari penerapan protokoler kesehatan Covid-19,” kata Prof Noor Achmad, Kamis (22/10).

Hadir pada upacara tersebut, KH Achmad, mantan Wakil Gubernur Jateng yang juga mantan Ketua PWNU Jateng, Slamet Prayitno, mantan Kepala Kesbangpol Jateng, serta sejumlah kiai sepuh lainnya.

Menurutnya, meski digelar sederhana, namun secara moral, peringatan hari santri tetap menggema sebagai era kebangkitan santri. Prof Noor menekankan kepada para santri bahwa momentum Hari Santri harus digaungkan, namun dengan cara yang elegan, tidak boleh melalui cara berdemo ke jalan.

”Di pundak kalianlah para santri mempertahankan akidah ahlusunnah waljamaah an nahdliyah. Para santri harus siap menghadapi berbagai rong-rongan dan tantangan NKRI," terangnya.

-
HSN di MAJT (suaramerdeka.com/Siswo Ariwibowo)

Ia juga berharap para santri mampu ikut menyejahterakan umat. Menurutnya, sudah saatnya para santri berkiprah di garda terdepan sebagai aktor-aktor ekonomi yang tangguh.

"Santri harus menjadi penopang ekonomi umat yang tangguh, bukan sekadar penonton di tengah posisinya sebagai kekuatan mayoritas di Tanah Air,” tegasnya.

Pada upacara HSN tersebut, Wakil Sekretaris MAJT, Istajib AS membacakan teks Resolusi Jihad yang dikeluarkan pada 22 Oktober 1945 silam. HSN sendiri ditetapkan Presiden Joko Widodo pada 22 Oktober 2015 di Masjid Istiqlal Jakarta.

Hal ini merujuk pada peristiwa bersejarah, yakni keluarnya seruan dari Pahlawan Nasional, KH Hasyim Asy’ari berisikan perintah kepada umat Islam untuk berperang melawan tentara Sekutu yang ingin menjajah kembali wilayah Republik Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan.

Halaman:

Editor: Andika

Terkini

Berharap pada Media Massa, Mungkinkah?

Senin, 30 Januari 2023 | 11:30 WIB

Medical Tourism, Indonesia Mengejar Ketertinggalan

Kamis, 19 Januari 2023 | 20:37 WIB

Kotak Suara Berbahan Dupleks untuk Pemilu 2024

Rabu, 18 Januari 2023 | 11:12 WIB

PR Penanganan Banjir

Senin, 9 Januari 2023 | 08:48 WIB

Program Pena Kemensos Dorong Perekonomian Masyarakat

Rabu, 28 Desember 2022 | 15:34 WIB

Latar Gelap Kampanye Politik dan Krisis Tahun 2023

Selasa, 27 Desember 2022 | 09:00 WIB

Fintech Syariah, Sang Primadona Transformasi Digital

Rabu, 23 November 2022 | 11:32 WIB

Ancaman Senyap Asap Rokok

Selasa, 22 November 2022 | 19:19 WIB

PMA 68 dan Dinamika Akademik di Kampus

Kamis, 17 November 2022 | 16:57 WIB

Kepemimpinan Berorientasi Pengetahuan

Rabu, 16 November 2022 | 11:12 WIB

Memperkuat Jaringan Koperasi Syariah

Selasa, 15 November 2022 | 11:32 WIB

Utang atau Cetak Uang Baru?

Senin, 14 November 2022 | 11:12 WIB

Kepemimpinan dalam Organisasi Pembelajar

Sabtu, 12 November 2022 | 11:12 WIB

Mewaspadai Budaya Gila Kerja

Jumat, 11 November 2022 | 11:15 WIB
X