Refleksi Kepemimpinan pada Masa Krisis

Red
- Kamis, 22 Oktober 2020 | 00:27 WIB

“Jangan biarkan krisis membuahkan kemunduran. Krisis ini harus kita manfaatkan sebagai momentum untuk melakukan lompatan besar.” Itulah kutipan pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo pada 14 Agustus 2020. Kutipan itu pula yang tercantum pada laporan satu tahun pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Pernyataan itu menandaskan tekad dan sikap kepemimpinan Jokowi menahkodai Indonesia. Krisis kali ini bukan krisis biasa. Krisis akibat pandemi Covid-19 telah memporakporandakan hampir semua sektor. Seluruh rencana yang sudah disusun oleh pemerintah dipaksa jeda ketika seluruh sektor harus menghentikan aktivitas.

Dilema antara prioritas kesehatan dan kehidupan ekonomi terus membayangi masyarakat dan bangsa sejak status darurat kesehatan ditetapkan 8 bulan lalu. Secara teknis, Indonesia dan banyak negara di dunia sedang mengalami resesi. Meski demikian, secara faktual, Indonesia harus sangat bersyukur karena pandemi dan jeda multisektor justru membukakan mata terhadap keunggulan- keunggulan sumber daya negeri. Ketika aktivitas ekspor dan impor nyaris terhenti, warga Indonesia tidak kekurangan pangan dan kebutuhan-kebutuhan pokok.

Segala macam kebutuhan yang selama ini dipenuhi melalui impor, ternyata dapat dicukupi dengan produksi domestik.

Mitos ketergantungan pada ekspor terpatahkan dengan kemampuan Indonesia mandiri memenuhi kebutuhan sendiri. Situasi sosialpolitik juga sangat stabil kendati hiruk-pikuk kepanikan akibat pandemi seolah-olah memenuhi atmosfir negeri. Meski sulit, ekonomi tetap tegar. Pada kondisi yang dapat dikatakan berada di bibir chaos, pemerintahan Jokowi-Ma’ruf masih memegang kendali. Gelombang demonstrasi menentang UU Omnibus Law belakangan ini bukan pula indikasi ke arah kekacauan politik.

Demokrasi yang sehat dan matang mampu mengakomodasi berbagai aspirasi dan kepentingan yang sering kali bukan hanya bergesekan tetapi saling berbenturan. Satu tahun pemerintahan Jokowi- Ma’ruf merupakan momentum emas bagi bangsa dan seluruh elemen masyarakat untuk melihat secara jernih berbagai hal yang sudah dilakukan dan banyak hal yang diimpikan bagi kesejahteraan rakyat. Jalan masih sangat panjang bagi Indonesia untuk mewujudkan impian. Tetapi, kepemimpinan dalam krisis multidimensi juga memberikan sangat banyak hikmah bagi rakyat.

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

Medical Tourism, Indonesia Mengejar Ketertinggalan

Kamis, 19 Januari 2023 | 20:37 WIB

Kotak Suara Berbahan Dupleks untuk Pemilu 2024

Rabu, 18 Januari 2023 | 11:12 WIB

PR Penanganan Banjir

Senin, 9 Januari 2023 | 08:48 WIB

Program Pena Kemensos Dorong Perekonomian Masyarakat

Rabu, 28 Desember 2022 | 15:34 WIB

Latar Gelap Kampanye Politik dan Krisis Tahun 2023

Selasa, 27 Desember 2022 | 09:00 WIB

Fintech Syariah, Sang Primadona Transformasi Digital

Rabu, 23 November 2022 | 11:32 WIB

Ancaman Senyap Asap Rokok

Selasa, 22 November 2022 | 19:19 WIB

PMA 68 dan Dinamika Akademik di Kampus

Kamis, 17 November 2022 | 16:57 WIB

Kepemimpinan Berorientasi Pengetahuan

Rabu, 16 November 2022 | 11:12 WIB

Memperkuat Jaringan Koperasi Syariah

Selasa, 15 November 2022 | 11:32 WIB

Utang atau Cetak Uang Baru?

Senin, 14 November 2022 | 11:12 WIB

Kepemimpinan dalam Organisasi Pembelajar

Sabtu, 12 November 2022 | 11:12 WIB

Mewaspadai Budaya Gila Kerja

Jumat, 11 November 2022 | 11:15 WIB

Sustainability dalam Bisnis Perusahaan

Kamis, 10 November 2022 | 11:12 WIB
X