Radio Republik Indonesia (RRI) Versus Hoax

Red
- Jumat, 11 September 2020 | 05:33 WIB
Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

11 September 2020, Radio Republik Indonesia (RRI) genap berusia 75 tahun. Sejak disahkan UU No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran pada 28 Desember 2002, maka secara yuridis formal RRI berubah menjadi Lembaga Penyiaran Publik (LPP). Perubahan ini membawa konsekuensi berubahnya paradigma dari “corong” penguasa menjadi “corong” publik.

Ternyata perubahan secara legal formal dengan berlakunya UU tersebut, belum otomatis menjamin berubahnya secara total lembaga tersebut. Dalam usia 75 tahun, RRI perlu melakukan upaya revitalisasi organisasi RRI dengan harapan agar visi “Terwujudnya RRI sebagai Lembaga Penyaran Publik yang terpercaya dan mendunia”, segera terwujud.

Fakta dan sejarah panjang perjalanan RRI tidak bisa dipisahkan dengan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Di era revolusi pisik, merebut dan mempertahankan nusantara dari tangan penjajah, para pejuang melakukan gerilya masuk keluar hutan. Cara bergerilya semacam inilah yang paling mungkin dilaksanakan disesuaikan dengan jaman dan kondisinya.

Ada yang memanggul senjata, betapapun ala kadarnya, ada yang memanggul logistik, tapi ada pejuang yang memanggul alat pemancar radio. Inilah cilkal bakal kelak menjadi Radio Republik Indonesia dengan semboyan yang heroik “sekali diudara tetap udara”.

Berangkat dari fakta sejarah, RRI adalah aset bangsa yang sangat luar biasa dan berjasa bagi nusa dan bangsa.  Alat perjuangan revolusi yang tidak kalah dengan senjata api. Bahkan lebih dahyat untuk membakar semangat revolusioner kepada para pejuang dimanapun mereka berada. “Merdeka atau Mati”. Frekuensi radio dengan pemancar yang sangat sederhana sebagai ibu yang melahirkan bayi RRI yang mampu menggelorakan semangat rasa nasionalisme dan patriotisme.

Dengan kekuatan 97 stasiun penyiaran termasuk Siaran Luar Negeri dan lima (5)  satuan kerja (satker)  lainnya yaitu Pusat Pemberitaan, Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbangdiklat), Satuan Pengawas Internal (SPI),  serta diperkuat 16 studio produksi serta 11 perwakilan RRI di Luar Negeri, RRI memiliki 61 programa  satu (1), 61 programa dua (2), 61 programa tiga (3), 14 programa empat (4) dan tujuh (7) studio produksi, maka RRI setara dengan 205 stasiun radio. Sungguh sangat spektakuler dan dasyat. Hanya RRI lah yang memiliki kekuatan tersebut.

Membangun Jaringan yang dibutuhkan Pendengar

Tugas pokok LPP RRI sesuaiPasal 4 Peraturan Pemerintah (PP) No. 12 Tahun 2005 Tentang Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia,  memberikan pelayanan informasi, pendidikan, hiburan yang sehat, kontrol dan perekat sosial, serta melestarikan budaya bangsa untuk kepentingan seluruh lapisan masyarakat melalui penyelenggaraan penyiaran radio yang menjangkau seluruh wilayah NKRI.

Untuk itu, LPP RRI memperoleh mandat sesuai regulasi, yaitu tugasnya mengoperasionalkan dan mendayagunakan sumber-sumber yang dimiliki, untuk melayani masyarakat diseluruh wilayah NKRI. Sehubungan dengan itu, agar semua lapisan masyarakat Indonesia terlayani dan terakomodasi memperoleh materi siaran yang sehat dan bermartabat serta bermanfaat, tidak bisa dilayani dengan satu programa saja, maka RRI menyelenggarakan siaran dengan empat (4) programa.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

Menggerakkan MGMP melalui Spirit 'MGMP'

Senin, 18 Oktober 2021 | 12:23 WIB

Aksi Kita adalah Masa Depan Kita

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 21:36 WIB

Masjid dan Peran Memakmurkan Umat

Selasa, 5 Oktober 2021 | 13:31 WIB

Aspek Hukum Arisan Online

Jumat, 24 September 2021 | 00:30 WIB

Mengganti Beban Pembiayaan BLBI

Jumat, 24 September 2021 | 00:10 WIB

Antusiasme Menyambut Kompetisi Liga 3

Jumat, 24 September 2021 | 00:00 WIB

Memindai Cermin Kota Kudus

Kamis, 23 September 2021 | 11:36 WIB

Indonesia Diuji dalam Ketegangan AUKUS

Kamis, 23 September 2021 | 01:28 WIB

Mewujudkan Sekolah Tatap Muka Aman

Kamis, 23 September 2021 | 01:25 WIB

Keterampilan dan Kompetensi Abad 21

Kamis, 23 September 2021 | 01:16 WIB

Maksimalkan Efektivitas Blended Learning

Rabu, 22 September 2021 | 01:11 WIB

Gernas BBI Jangan Hanya Seremonial

Rabu, 22 September 2021 | 01:08 WIB

Mahasiswa Merdeka

Rabu, 22 September 2021 | 01:03 WIB

Penguatan Imunitas Usaha Koperasi

Selasa, 21 September 2021 | 00:32 WIB

Jangan Lengah dalam Mitigasi Covid-19

Selasa, 21 September 2021 | 00:27 WIB

Wakaf untuk Sektor Informal

Selasa, 21 September 2021 | 00:22 WIB

Menjaga Keamanan ”PeduliLindungi”

Senin, 20 September 2021 | 00:20 WIB
X