RUU HIP, Aneh Tapi Nyata

Red
- Sabtu, 20 Juni 2020 | 10:36 WIB
Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

PUBLIK   kembali digemparkan dengan kabar yang saat ini viral di media sosial. Pasalnya Badan Legislasi (Baleg) DPR RI melaksanakan pembahasan Rencana Undang Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). Draft RUU HIP tersebut tersebar luas melalui pesan berantai di media sosial. Berbagai pihak baik ormas dan beberapa kelompok menyatakan sikap agar menunda bahkan membatalkan pembahasan lanjutan RUU HIP itu. Sebab beberapa poin di dalamnya dinilai kontroversial.

Adapun tujuannya sebagaimana tertera di Pasal 1, ketentuan umum RUU HIP yang berbunyi: “Haluan Ideologi Pancasila adalah pedoman bagi penyelenggara negara dalam menyusun dan menetapkan perencanaan pelaksanaan dan evaluasi terhadap kebijakan pembangunan nasional di bidang politik, hukum, ekonomi, sosial, budaya, mental, spiritual, pertahanan dan keamanan yang berlandaskan pada ilmu pengetahuan dan teknologi, serta arah bagi seluruh warganegara dan penduduk dalam kehidupan berbangsa dan bernegara berdasarkan pada nilai-nilai Pancasila.”

Pada pasal ini jelas terlihat ada yang ganjal dan aneh. Sebab Indonesia sebagai negara yang telah berusia 75 tahun baru saat ini Pancasila yang notabenenya sebagai ideologi dan falsafah negara dicanangkan sebagai pedoman bagi penyelenggara negara dalam merumuskan dan mengevaluasi program pembangunan di Indonesia.

Kejanggalan dan keanehan ini akan mengundang pertanyaan apakah selama ini Pancasila tidak menjadi pedoman bagi penyelenggara negara dalam merumuskan dan mengevaluasi program pembangunan di Indonesia. Begitu juga dengan warga negara Indonesia. Apakah selama ini warga Indonesia tidak berpedoman pada Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bukankah sejak awal Pancasila adalah konsensus bersama rakyat Indonesia untuk menjadi pedoman dalam hidup. Sejatinya Pasal 1 yang tertera pada tujuan RUU HIP ini tidak penting dan perlu untuk dikemukakan kembali, sebab sejatinya Pancasila telah menjadi pedoman dalam semua lini kehidupan di Indonesia.

Mengenai Pancasila sebagai Landasan Filosofis dan Ideologi Negara sudah jelas sejak awal berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pancasila sebagai Ideologi Negara juga dicantumkan dalam Empat Pilar MPR.

Bahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menandatangani Undang-Undang No. 12 tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan. Penandatanganan yang dilakukan pada 12 Agustus 2011 itu di Pasal 2 ditegaskan: “Pancasila merupakan sumber segala sumber hukum”.

Kalau kita kembali kepada sejarah. Pada Era Orde Baru yang dibuat bukan Haluan atau Pedoman Ideologi Pancasila atau pembinaan Ideologi Pancasila, melainkan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila yang dikenal sebagai P–4. Sementara Badan yang dibentuk untuk melaksanakannya dinamakan Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (BP-7). Hal ini berarti bahwa Pancasila dari masa ke masa ditempatkan sebagai pedoman. Presiden kedua Soeharto menekankan pada pengamalan Pancasila itu sendiri. Jadi cukup aneh memang jika saat ini RUU HIP dengan bangga dibahas yang katanya untuk menjadi pedoman.

Keanehan yang kedua adalah tertera pada pasal 7 di 3 point RUU HIP tersebut. Pasal tersebut berbunyi:

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

Masker Wahing

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:23 WIB

Memperjuangkan Kualitas Pendidikan Dokter

Kamis, 25 November 2021 | 12:39 WIB

Tembang Pagebluk Menyulap Bagong Menjadi Konten Kreator

Selasa, 16 November 2021 | 08:15 WIB

Metamorfosis Implementasi MBKM di Perguruan Tinggi

Senin, 8 November 2021 | 11:12 WIB

Kebijakan Publik Versus PCR dan Antigen

Minggu, 7 November 2021 | 23:23 WIB

Pangan dan Telur Ayam

Minggu, 7 November 2021 | 15:26 WIB

Negara Hadir Versus Pinjol illegal

Senin, 25 Oktober 2021 | 23:45 WIB

PON 20 Papua Membuka Mata, Telinga dan Hati

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 23:42 WIB

Kemandirian dan Menjaga Marwah Santri

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 00:10 WIB

Hikmah Covid-19 bagi Kehidupan Santri

Jumat, 22 Oktober 2021 | 23:06 WIB

Menggerakkan MGMP melalui Spirit 'MGMP'

Senin, 18 Oktober 2021 | 12:23 WIB

Aksi Kita adalah Masa Depan Kita

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 21:36 WIB
X