Norma Baru Persekolahan Kita

Red
- Kamis, 11 Juni 2020 | 00:13 WIB

Cepat atau lambat sekolah-sekolah kita akan memasuki masa New Normal. Itu berarti sekolah-sekolah harus hidup dengan norma atau adab baru. Apakah norma dan adab baru sekolah itu? Peserta didik antara lain harus memperhitungkan jarak fisik dan jarak sosial ketika berhadapan dengan guru ataupun siswa lain. Selain itu mesti mengenakan masker, memeriksakan suhu tubuh, mencuci tangan dengan sabun, dan menjalankan protokol-protokol kesehatan yang lain.

Ada risiko-risiko yang harus ditanggung ketika siswa memasuki kenormalan baru di sekolah. Mereka tidak boleh berkerumun. Ini membuat pengajar mengurangi jumlah siswa yang harus dididik secara langsung. Jika semula ruangan bisa digunakan 40 siswa, maka pada masa kenormalan baru, ruangan hanya boleh digunakan untuk 20 siswa. Mesti ada pembagian jam belajar. Mungkin 20 siswa empat jam pada hari pertama lalu diteruskan dengan 20 siswa empat jam pada hari kedua. Begitu seterusnya.

Hanya, perlu dipikirkan pada saat siswa tinggal di rumah, jangan dibiarkan tak mendapatkan pelajaran apaapa. Karena itulah, para pengajar masih harus memikirkan pembelajaran sistem daring untuk peserta didik yang tidak berangkat ke sekolah. Jika ini bisa dilakukan, maka siswa tidak akan ketinggalan pelajaran. Tentu saja butuh kurikulum baru untuk mengatur pembelajaran gabungan antara tatap muka dan sistem daring ini. Perlu strategi pembelajaran khusus untuk mendapatkan hasil belajar yang baik.

Selain itu pengajar juga mesti memiliki norma baru dalam memperlakukan ruangan, sarana, dan prasarana. Semua tak boleh dalam kondisi tak sesuai dengan protokol kesehatan. Karena itulah semua perlu disterilkan sebelum dan sesudah digunakan. Siswa jangan sampai tak mendapatkan jaminan kesehatan pada saat belajar. Edukasi kesehatan jadi sangat penting. Edukasi ini akan menjadi fondasi yang kuat untuk belajar pada masa kenormalan baru. Sedikit saja protokol kesehatan diabaikan, sekolahan bisa jadi klaster baru penularan Covid-19.

Apakah para siswa sudah siap memasuki kenormalan baru? Pertanyaan ini harus dijawab terlebih dulu. Kesiapan ini sangat berkait dengan kedisiplinan menjalankan norma-norma baru pada masa kenormalan baru. Karena itulah, mesti ada masa transisi untuk mendidik para siswa disiplin atau patuh pada aturan-aturan baru. Secepatnya saja sebelum masa Normal Baru diberlakukan segala upaya yang bisa meningkatkan kedisiplinan peserta didik dilakukan. Bisa lewat panduan-panduan yang diberikan kepada orang tua.

Orang tua sebaiknya dilibatkan untuk mendorong para siswa fokus memasuki norma baru pada masa memasuki Normal Baru. Kerja sama pendidik dan orang tua diperlukan agar persiapan siswa-pengajar selesai dan segera dilanjutkan dengan menemukan caracara kreatif belajar pada masa pandemi Covid-19. Para pengajar dan siswa tak bisa tetap menggunakan cara-cara konvensional. Alangkah baik jika mereka segera menemukan inovasi dan solusi terbaik ketika harus hidup dalam norma sekolah yang serbabaru.

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

Masker Wahing

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:23 WIB

Memperjuangkan Kualitas Pendidikan Dokter

Kamis, 25 November 2021 | 12:39 WIB

Tembang Pagebluk Menyulap Bagong Menjadi Konten Kreator

Selasa, 16 November 2021 | 08:15 WIB

Metamorfosis Implementasi MBKM di Perguruan Tinggi

Senin, 8 November 2021 | 11:12 WIB

Kebijakan Publik Versus PCR dan Antigen

Minggu, 7 November 2021 | 23:23 WIB

Pangan dan Telur Ayam

Minggu, 7 November 2021 | 15:26 WIB

Negara Hadir Versus Pinjol illegal

Senin, 25 Oktober 2021 | 23:45 WIB

PON 20 Papua Membuka Mata, Telinga dan Hati

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 23:42 WIB

Kemandirian dan Menjaga Marwah Santri

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 00:10 WIB

Hikmah Covid-19 bagi Kehidupan Santri

Jumat, 22 Oktober 2021 | 23:06 WIB

Menggerakkan MGMP melalui Spirit 'MGMP'

Senin, 18 Oktober 2021 | 12:23 WIB

Aksi Kita adalah Masa Depan Kita

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 21:36 WIB
X