Andalkan PKM dan Jogo Tonggo

Red
- Senin, 27 April 2020 | 00:01 WIB

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Semarang tidak memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pemkot lebih memilih Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) untuk melakukan percepatan penanganan Covid-19. Itu berarti ada pembatasan berkait dengan hal-hal yang harus dilakukan warga ketika berelasi dengan ruang publik, transportasi publik, dan bangunan publik. Ini jelas merupakan keputusan yang sangat memperhatikan kebutuhan warga agar tak terusmenerus dirongrong Covid-19.

Apa saja yang dibatasi? Pembatasan Kegiatan Masyarakat meliputi penghentian pelaksanaan kegiatan di sekolah dan/atau institusi pendidikan lain, pembatasan kegiatan bekerja di tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan di rumah ibadah, pembatasan kegiatan di tempat umum, pembatasan kegiatan sosial dan budaya, dan pergerakan orang menggunakan moda transportasi. Jika pembatasan ini dipatuhi, sangat dimungkinkan mata rantai penyebaran virus korona bisa diputus.

Tentu masyarakat harus berpartisipasi. Mereka, sebagaimana disebut dalam Peraturan Wali Kota, bisa memberikan saran, pemikiran, uang, barang, dan kegiatan dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19. Selain itu, saling mengingatkan menerapkan protokol kesehatan dan mengusahakan pengamanan ruas jalan. Yang tak kalah penting, masyarakat bisa berpartisipasi dalam pengadaan lumbung pangan di lingkungan Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), dan kelurahan.

Bagaimana pendanaannya? Ternyata segala biaya yang timbul akibat Pembatasan Kegiatan Masyarakat dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, dan sumber pendanaan lain yang sah dan tidak mengikat. Ini berarti perusahaanperusahaan besar bisa ikut mendanai. Perusahaan-perusahaan ini bisa mengalihkan dana kegiatan "mudik bersama", misalnya, untuk membiayai dampak pembatasan kegiatan masyarakat.

Sangat beruntung pada saat sama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah memunculkan konsep Jogo Tonggo. Jogo Tonggo ini sejalan dengan PKM, yaitu pembatasan wilayah non-PSBB, Jadi, klop-lah antara Gubernur Jateng dan Wali Kota Semarang. Mereka menghindar dari PSBB. Hanya, menurut Hendrar Prihadi, dirinya tetap akan melanjutkan distribusi bantuan, serta menyiagakan tim gabungan yang akan menertibkan masyarakat.

Tentu publik tak perlu bingung berhadapan dengan PKM dan Jogo Tonggo. Kedua konsep itu bisa disinergikan. Dengan konsep Jogo Tonggo Gubernur Ganjar Pranowo mendorong masyarakat berperan aktif dalam mendukung jaring pengaman sosial, dan jaring pengaman ekonomi, sedangkan dengan PKM Wali Kota Hendrar Prihadi menginginkan percepatan kestabilan. Dua pemimpin ini ingin agar warga tak terpuruk pada saat pandemi Covid-19 belum sirna. Semoga PKM dan Jogo Tonggo bertuah.

Editor: Andy Kristiyan

Tags

Terkini

Aspek Hukum Arisan Online

Jumat, 24 September 2021 | 00:30 WIB

Mengganti Beban Pembiayaan BLBI

Jumat, 24 September 2021 | 00:10 WIB

Antusiasme Menyambut Kompetisi Liga 3

Jumat, 24 September 2021 | 00:00 WIB

Memindai Cermin Kota Kudus

Kamis, 23 September 2021 | 11:36 WIB

Indonesia Diuji dalam Ketegangan AUKUS

Kamis, 23 September 2021 | 01:28 WIB

Mewujudkan Sekolah Tatap Muka Aman

Kamis, 23 September 2021 | 01:25 WIB

Keterampilan dan Kompetensi Abad 21

Kamis, 23 September 2021 | 01:16 WIB

Maksimalkan Efektivitas Blended Learning

Rabu, 22 September 2021 | 01:11 WIB

Gernas BBI Jangan Hanya Seremonial

Rabu, 22 September 2021 | 01:08 WIB

Mahasiswa Merdeka

Rabu, 22 September 2021 | 01:03 WIB

Penguatan Imunitas Usaha Koperasi

Selasa, 21 September 2021 | 00:32 WIB

Jangan Lengah dalam Mitigasi Covid-19

Selasa, 21 September 2021 | 00:27 WIB

Wakaf untuk Sektor Informal

Selasa, 21 September 2021 | 00:22 WIB

Menjaga Keamanan ”PeduliLindungi”

Senin, 20 September 2021 | 00:20 WIB

Keamanan Nelayan di Laut China Selatan

Senin, 20 September 2021 | 00:10 WIB

Berharap kepada Inovasi Kepariwisataan

Senin, 20 September 2021 | 00:00 WIB

Menyusuri Masa Lalu Aneka Kota

Sabtu, 18 September 2021 | 00:59 WIB

Arah Jalan Berbahaya bagi KPK

Sabtu, 18 September 2021 | 00:49 WIB

Strategi UMKM saat Endemi

Sabtu, 18 September 2021 | 00:44 WIB
X