Aspek Hukum Arisan Online

Red
- Jumat, 24 September 2021 | 00:30 WIB
SM/Dok
SM/Dok

Oleh Sofyan Mohammad

DALAM tradisi masyarakat modern Indonesia, arisan sudah menjadi semacam budaya karena arisan bukan sekadar mengumpulkan uang, melainkan juga mempererat tali silaturahmi antarmanusia. Arisan menjadi salah satu ide yang sangat kreatif di kalangan masyarakat, termasuk untuk memutar sistem keuangan mereka, sehingga semua dapat menikmati hasilnya. Walaupun menggunakan jangka waktu dan cara yang sangat sederhana, seperti menabung, mereka dapat menikmati hasil dari apa yang mereka lakukan.

Seiring dengan perkembangan zaman, arisan tidak hanya dilakukan dengan pertemuan, tetapi juga dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi melalui media sosial yang kemudian dikenal dengan arisan online. Arisan model ini tentu lebih berisiko terjadinya penipuan dan penggelapan, karena dilakukan bersama orang-orang yang tidak saling bertemu dan tidak saling mengenal.

Terlebih pada masa pendemi Covid-19 ini, ketika semua aktivitas sosial dibatasi oleh kebijakan pemerintah, maka akan berdampak luas, khususnya di bidang ekonomi. Sementara tuntutan kehidupan masyarakat masih berjalan normal. Hal inilah yang dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk mencari keuntungan dengan memperdaya masyarakat.

Arisan ini cukup riskan. Banyak kasus penipuan yang mengatasnamakan arisan ini, seperti yang akhir-akhir ini banyak terjadi.

Secara hukum, peristiwa ini dapat dilihat dari sudut pandang pidana atau perdata, yang keduanya dapat ditempuh sebagai bentuk yurisdiksi penyelesaian. Secara pidana, bagi para oknum, tindak pidana penipuan tidaklah begitu sulit dilakukan. Penipuan bisa terlaksana cukup dengan bermodalkan kemampuan komunikasi yang baik, sehingga seseorang dapat meyakinkan orang lain, baik melalui serangkaian kebohongan maupun upaya fiktif dalam berbagai macam bentuk.

Perkembangan ini menunjukkan makin tingginya tingkat intelektualitas pelaku penipuan. Masalahnya, banyak masyarakat luas yang tidak mengetahui modus apa saja yang digunakan oleh penipu.

Secara yuridis, tindakan penipuan berkedok arisan online merupakan tindakan melawan hukum, bertentangan dengan aturan perundang- undangan. Mengenai kejahatan penipuan secara pokok diatur pada Pasal 378 KUHP.

Terkait dengan timbulnya kerugian konsumen dalam transaksi elektronik karena arisan dilakukan secara online, terdapat ketentuan dalam Pasal 28 ayat (1) yang berbunyi, "Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik." Terhadap pelanggaran pasal ini diancam pidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar, sesuai Pasal 45 ayat 2 Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik.

Halaman:

Editor: Imron Rosadi

Tags

Terkini

Tragedi Oktober di Kanjuruhan

Minggu, 2 Oktober 2022 | 10:02 WIB

Obstruction of Press Freedom

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 09:16 WIB

Mari Dukung Partisipasi Taiwan di ICAO

Jumat, 30 September 2022 | 21:47 WIB

Jebol Benteng Terakhir Peradilan, MA oh MA

Rabu, 28 September 2022 | 10:28 WIB

Tidak Ada Alasan, KITB Lamban

Minggu, 25 September 2022 | 12:07 WIB

Seriuskah Kawasan Industri Terpadu Batang?

Sabtu, 17 September 2022 | 08:43 WIB

Jokowi Ngamuk Lagi, Karena Ulah Imigrasi

Rabu, 14 September 2022 | 07:31 WIB

Menjaga Relasi, Memupuk Kolaborasi

Rabu, 14 September 2022 | 01:34 WIB

Kenaikan Harga BBM, Solusi atau Beban untuk Masyarakat?

Senin, 12 September 2022 | 08:48 WIB

Mungkinkah Kenaikan BBM Direvisi ?

Kamis, 8 September 2022 | 08:56 WIB

Jangan Ada Lagi Politik Identitas dan Politisasi Agama

Minggu, 21 Agustus 2022 | 21:32 WIB

RUU KIA dan Peran Negara untuk Perempuan

Sabtu, 20 Agustus 2022 | 10:05 WIB

Kiai NU dan Kretek

Rabu, 10 Agustus 2022 | 15:26 WIB

Mengapa BUMN Membentuk Holding?

Minggu, 17 Juli 2022 | 08:38 WIB

Pancasila dan Ancaman Pengasong Khilafah

Jumat, 8 Juli 2022 | 13:46 WIB

Pemuda Pancasila dan Rumah Kemartabatan

Kamis, 7 Juli 2022 | 23:18 WIB

Mencari Format Ideal Penjabat Kepala Daerah

Rabu, 6 Juli 2022 | 22:12 WIB
X