Memindai Cermin Kota Kudus

- Kamis, 23 September 2021 | 11:36 WIB
Prayitno. (suaramerdeka.com / dok)
Prayitno. (suaramerdeka.com / dok)

Kerusuhan Rasialis

Dari cermin flu spanyol di Kota Kudus pada 100 tahun silam -- yang di seluruh Jawa mengakibatkan satu juta orang meninggal dunia, menghadirkan cermin lainnya tak kalah penting untuk berkaca, dalam menatap ke depan.

Tersebab dari hari ke hari terus-menerus dihantui oleh ganasnya pagebluk, warga masyarakat melakukan pelbagai upaya.

Warga Bumiputera melihat wabah flu spanyol lebih merupakan kekuatan gaib yang meminta tumbah nyawa, sehingga dengan caranya sendiri bertindak.

Mengadakan doa bersama, among-among (memanjatkan mantra dengan membakar kemenyan dilengkapi sesaji), dan di antaranya meminta mantra serta azimat kepada dukun sebagai tolak balak.

Warga Tionghoa juga melakukan upaya sama. Antara lain dengan mengarak patung Dewa Toa Pek Kong, keluar masuk jalan di perkampungan pecinan.

Tragisnya, arak-arakan hari ke empat pada 30 Oktober 1918, memantik kerusuhan rasialis saat pawai tersebut melintas di depan Menara.

Bentrokan antara Bumiputera yang dikomando oleh Sarekat Islam (SI) dan etnis Tionghoa tersebut mengakibatkan 10 orang terbunuh, terdiri atas delapan orang Tionghoa dan dua korban pribumi.

Sebanyak 43 rumah yang sebagian besar juga sekaligus tempat usaha dibakar, tak terkecuali rumah milik Haji Rahmat yang sedang dikontrak oleh warga Tionghoa.

Peristiwa rasialis yang berasal-muasal dari flu spanyol, memaksa sekitar separuh atau 2.000 orang Tionghoa yang telah beranak-pinak di Kota Kudus, eksodus ke Semarang dengan berjalan kaki sejauh 50 Km.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Memperjuangkan Kualitas Pendidikan Dokter

Kamis, 25 November 2021 | 12:39 WIB

Tembang Pagebluk Menyulap Bagong Menjadi Konten Kreator

Selasa, 16 November 2021 | 08:15 WIB

Metamorfosis Implementasi MBKM di Perguruan Tinggi

Senin, 8 November 2021 | 11:12 WIB

Kebijakan Publik Versus PCR dan Antigen

Minggu, 7 November 2021 | 23:23 WIB

Pangan dan Telur Ayam

Minggu, 7 November 2021 | 15:26 WIB

Negara Hadir Versus Pinjol illegal

Senin, 25 Oktober 2021 | 23:45 WIB

PON 20 Papua Membuka Mata, Telinga dan Hati

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 23:42 WIB

Kemandirian dan Menjaga Marwah Santri

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 00:10 WIB

Hikmah Covid-19 bagi Kehidupan Santri

Jumat, 22 Oktober 2021 | 23:06 WIB

Menggerakkan MGMP melalui Spirit 'MGMP'

Senin, 18 Oktober 2021 | 12:23 WIB

Aksi Kita adalah Masa Depan Kita

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 21:36 WIB

Masjid dan Peran Memakmurkan Umat

Selasa, 5 Oktober 2021 | 13:31 WIB

Aspek Hukum Arisan Online

Jumat, 24 September 2021 | 00:30 WIB
X