Maksimalkan Efektivitas Blended Learning

Red
- Rabu, 22 September 2021 | 01:11 WIB
Tajuk Rencana
Tajuk Rencana

Keinginan untuk mengubah dari pandemi ke endemi Covid-19 menimbukan konsekuensi baru. Konsekuensi itu berupa pembiasaan hidup berdampingan dengan Covid- 19.

Mengembangkan bidang apa pun harus diselaraskan dengan penanganan terhadap Covid-19. Ini agar bidang apa pun tak mati atau hancur lebur ketika Covid-19 tak bisa dihilangkan setuntas-tuntasnya dalam waktu yang cepat.

Intinya, Covid-19 tetap dihadapi dengan segala ikhtiar dan pada saat sama upaya mengembangkan segala hal di berbagai bidang tetap jalan.

Bidang pendidikan tentu saja tak boleh mati atau tak berkembang. Jika dunia pendidikan hancur lebur, sudah bisa dipastikan bidang lain ambyar atau berantakan.

Mula-mula mungkin yang terjadi learning loss atau hilangnya pengetahuan dan keterampilan baik secara umum atau spesifik, atau terjadinya kemunduran proses akademik akibat tidak ada pembelajaran tatap muka.

Akan tetapi lama-lama terjadi kehancuran dunia pendidikan secara sistemik. Ini jelas bakal jadi malapetaka dalam dunia pendidikan. Agar dunia dunia pendidikan pada era virtual atau digital terselamatkan harus ada sistem pengajaran ideal. Lalu blended learning pun ditawarkan.

Apakah blended learning? Ia adalah adalah sebuah kemudahan pembelajaran yang menggabungkan berbagai cara penyampaian, model pengajaran, dan gaya pembelajaran, serta memperkenalkan berbagai pilihan media dialog antara fasilitator dengan orang yang mendapat pengajaran.

Ia juga kombinasi pengajaran langsung dan online, tetapi lebih dari itu, ia juga elemen dari interaksi sosial. Ada enam blended learning yang biasa digunakan.

Enam blended learning itu meliputi Station Rotation Blended Learning Lab Rotation Blended Learning, Remote Blended Learning atau Enriched Virtual, Flex Blended Learning, The ëFlipped Classroomí Blended Learning , dan Individual Rotation Blended Learning.

Inti dari semua blended learning itu tak lain dan tak bukan adalah penggabungan yang virtual dengan tatap muka dengan tetap melibatkan interaksi antara yang dididik dengan pendidik. Murid tak diasingkan dari guru.

Halaman:

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

Menggerakkan MGMP melalui Spirit 'MGMP'

Senin, 18 Oktober 2021 | 12:23 WIB

Aksi Kita adalah Masa Depan Kita

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 21:36 WIB

Masjid dan Peran Memakmurkan Umat

Selasa, 5 Oktober 2021 | 13:31 WIB

Aspek Hukum Arisan Online

Jumat, 24 September 2021 | 00:30 WIB

Mengganti Beban Pembiayaan BLBI

Jumat, 24 September 2021 | 00:10 WIB

Antusiasme Menyambut Kompetisi Liga 3

Jumat, 24 September 2021 | 00:00 WIB

Memindai Cermin Kota Kudus

Kamis, 23 September 2021 | 11:36 WIB

Indonesia Diuji dalam Ketegangan AUKUS

Kamis, 23 September 2021 | 01:28 WIB

Mewujudkan Sekolah Tatap Muka Aman

Kamis, 23 September 2021 | 01:25 WIB

Keterampilan dan Kompetensi Abad 21

Kamis, 23 September 2021 | 01:16 WIB

Maksimalkan Efektivitas Blended Learning

Rabu, 22 September 2021 | 01:11 WIB

Gernas BBI Jangan Hanya Seremonial

Rabu, 22 September 2021 | 01:08 WIB

Mahasiswa Merdeka

Rabu, 22 September 2021 | 01:03 WIB

Penguatan Imunitas Usaha Koperasi

Selasa, 21 September 2021 | 00:32 WIB

Jangan Lengah dalam Mitigasi Covid-19

Selasa, 21 September 2021 | 00:27 WIB

Wakaf untuk Sektor Informal

Selasa, 21 September 2021 | 00:22 WIB

Menjaga Keamanan ”PeduliLindungi”

Senin, 20 September 2021 | 00:20 WIB
X