Pengadaan Tanah, Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi

Red
- Minggu, 23 Februari 2020 | 12:55 WIB
Pudjo Rahayu Risan. (suaramerdeka.com/dok)
Pudjo Rahayu Risan. (suaramerdeka.com/dok)

NAMPAKNYA pemerintah, baik pusat maupun daerah serius untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi tujuh persen pada 2023. Untuk Jawa Tengah, indikasinya nampak dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2019 Tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan Kendal-Semarang-Salatiga-Demak-Grobogan, Kawasan Purworejo-Wonosobo-Magelang-Temanggung dan Kawasan Brebes-Tegal-Pemalang.

Ada dua variabel yang saling mempengaruhi, yaitu investasi dan pertumbuhan ekonomi. Hipotesanya semakin tinggi investasi, semakin mempercepat pertumbuhan ekonominya. Sebaliknya, semakin bagus pertumbuhan ekonominya semakin deras nilai investasi. Ada dinamika yang dinamis di sektor ekonomi. Ekonomi yang bagus akan merangsang investor untuk berinvestasi.

Tidak ada kata lain, syaratnya semua stakeholders harus serius secara bersama, bangun sinergitas sesuai dengan tugas pokok dan fungsi serta peran masing-masing. Dampaknya negara dan pemerintah diuntungkan. Kalau negara dan pemerintah diuntungkan, rakyat yang akan menikmati hasilnya. Fungsi pengusaha, pihak swasta, BUMN dan BUMD semakin nampak keberadaan dan eksistensinya. Benar-benar dibutuhkan dan berperan untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi.

Mengapa harus serius? Karena banyak aspek dan variabel yang bisa menghambat kerja keras untuk memenuhi pertumbuhan ekonomi tujuh persen. Paling tidak ada lima hal yang perlu disinergitaskan. Pertama peraturan daerah yang tidak sejalan dengan pemerintah pusat. Kedua, masih banyak peraturan tumpang tindih karena berangkat dan cara pandang dari masing-sektor yang kadang-kadang tidak melihat atau sinergi dengan pihak lain. Sekali pun satu kementerian apa lagi beda kementrian dan masing-masing organisasi perangkat daerah baik ditingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Ketiga, persepsi apalagi di lapangan masih sering dijumpai birokrasi rumit, bertele tele, kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah, akhirnya membutuhkan waktu yang lama. Keempat, kepastian hukum yang jelas, kepastian hukum ini sangat penting supaya mereka tenang menjalankan usaha dan investasi di Indonesia. Stabilitas ekonomi dan politik terjaga serta fleksibilitas aturan ketenagakerjaan.

Kelima, masalah penyedian lahan/tanah yang selalu menjadi variabel utama yang bisa menghambat niat investor untuk berinvestasi. Baik dari aspek lokasi, pembebasan, ganti kerugian, harga dan kepastian hukum untuk mengelola lahan dimaksud.

Pembebasan Tanah

Sebagaimana amanah Undang undang Nomor 2 Tahun 2012 Tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Umum, namun kenyataan di lapangan pengadaan tanah untuk kepentingan umum belum dapat menjamin perolehan tanah untuk pelaksanaan pembangunan. Walau UU tersebut memiliki tujuan dan filosofi yang sungguh mulia, ketika untuk kepentingan umum, negara membutuhkan, pengadaannya dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip kemanusiaan, demokratis dan adil.

Sehubungan dengan hal tersebut, permasalahan dan tantangan penyediaan tanah untuk bisnis dan investasi perlu menempuh langkah efektif dalam pembebasan tanah tanpa menimbulkan konflik. Ini salah satu tantangan dikaitkan dengan Perpres Nomor 79 Tahun 2019 Tentang  Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan Kendal-Semarang-Salatiga-Demak-Grobogan, Kawasan Purworejo-Wonosobo-Magelang-Temanggung dan Kawasan Brebes-Tegal-Pemalang. Di mana pada pengembangan kawasan industri yang bisa dikatakan sebagai motor penggerak menarik investasi dari luar negeri, sangat membutuhkan lahan tanah ribuan hektare.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

Menengok Potensi Peran Milenial Kabupaten Brebes

Selasa, 18 Januari 2022 | 10:12 WIB

Quo Vadis Kejaksaan RI?

Senin, 10 Januari 2022 | 09:12 WIB

Masa Depan Ekonomi Digital Indonesia Pascapandemi

Sabtu, 8 Januari 2022 | 08:12 WIB

Digitalisasi Ibuisme

Kamis, 6 Januari 2022 | 12:30 WIB

Negeri-negeri Ambon Manise untuk Indonesia

Senin, 27 Desember 2021 | 08:45 WIB

Beri mereka waktu

Rabu, 22 Desember 2021 | 10:12 WIB

Peran Ibu dalam Penguatan Literasi Digital

Rabu, 22 Desember 2021 | 09:12 WIB

Di Balik Kebakaran Pasar Weleri

Minggu, 12 Desember 2021 | 17:42 WIB

Di Balik Meroketnya Harga Minyak Goreng

Kamis, 9 Desember 2021 | 07:45 WIB

Makna Angka 9 di Hari Jadi Ke–272 Blora

Senin, 6 Desember 2021 | 08:24 WIB

Masker Wahing

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:23 WIB

Memperjuangkan Kualitas Pendidikan Dokter

Kamis, 25 November 2021 | 12:39 WIB
X