Jangan Lengah dalam Mitigasi Covid-19

Red
- Selasa, 21 September 2021 | 00:27 WIB
Tajuk Rencana
Tajuk Rencana

Data harian penanganan Covid-19 menunjukkan jumlah kesembuhan pasien telah melebihi penambahan warga yang terinfeksi.

Per Sabtu (18/9), pasien yang sembuh bertambah 7.076, sehingga secara keseluruhan tercatat menjadi 3. 983.140 orang.

Sedangkan penambahan kasus harian 1.306. Dengan penambahan tersebut, kasus serangan virus korona baru di negeri itu tercatat sebanyak 4.188.529.

Namun, angka itu adalah jumlah terdaftar. Diyakini banyak warga terinfeksi yang tak lapor. Pelaporan menjadi penting, mengingat langkah itu merupakan bentuk kedisiplinan warga untuk mencegah penularan Covid-19.

Lewat pelaporan, maka penanganan di sisi hulu bisa dijaga untuk tetap kuat. Caranya tentu lewat pengetesan, pelacakan, dan isolasi dengan tingkat intensitas yang tinggi.

Begitu pula dalam pengawasan di pintu-pintu masuk negara. Jangan sampai terulang varian baru virus Covid-19 masuk ke negeri ini.

Setelah varian Delta, kini yang diwaspadai adalah Lambda dan Mu. Varian Delta ditengarai masuk karena kelengahan dalam pengawasan kapal pengangkut barang yang merapat di pelabuhan.

Saat itu para awak kapalnya turun untuk kemudian berinteraksi dengan masyarakat. Deteksi di pintu-pintu masuk transportasi internasional juga perlu diimbangi dengan pelacakan secara intensif.

Cara tersebut merupakan upaya mengantisipasi varian Lambda dan Mu. Dua varian itu dikhawatirkan menurunkan tingkat efikasi vaksin karena mampu menghindari sistem imun tubuh.

Terlepas dari adanya varian yang bisa menurunkan tingkat keampuhan vaksin, program vaksinasi tetap harus dijalankan dengan kecepatan yang tinggi. Vaksinasi merupakan bagian dari penanganan di sisi hulu.

Tingkat vaksinasi relatif belum merata saat ini. Karena itu percepatan perlu dilakukan pada wilayah yang baru sedikit warganya divaksin secara lengkap.

Stok vaksin memang juga menjadi penentu tingkat vaksinasi. Karena itu daerah yang tingkat vaksinasinya rendah perlu mendapat stok lebih.

Percepatan vaksinasi makin dibutuhkan seiring rencana pemerintah menyusun skenario untuk mengalihkan kehidupan masyarakat dari kondisi pandemi menjadi endemi.

Sosialisasi dibutuhkan supaya masyarakat juga siap memasuki kondisi itu. Warga dituntut untuk lebih sadar dalam memeriksakan diri jika mengalami gejala menyerupai Covid-19.

Bila kondisi endemi ditetapkan pun, kedisiplinan dalam pengetesan, pelacakan, dan isolasi tak boleh kendur karena merupakan bentuk pencegahan. Mitigasi juga mencakup penanggulangan.

Ketidaklengahan perlu pula dinampakkan dengan memperkuat sisi hilir. Di tengah penurunan kasus aktif, kesiapan menyangkut prasarana dan sarana kesehatan untuk penanganan Covid-19 tidak boleh kendur.

Stok obat, misalnya, juga tetap harus diupayakan dalam jumlah yang lebih dari cukup. Begitu pula dengan tabung-tabung oksigen. Pengalaman rumah sakit yang kewalahan dalam menghadapi gelombang kedua Covid-19 jangan sampai terulang.

Halaman:

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

Memperjuangkan Kualitas Pendidikan Dokter

Kamis, 25 November 2021 | 12:39 WIB

Tembang Pagebluk Menyulap Bagong Menjadi Konten Kreator

Selasa, 16 November 2021 | 08:15 WIB

Metamorfosis Implementasi MBKM di Perguruan Tinggi

Senin, 8 November 2021 | 11:12 WIB

Kebijakan Publik Versus PCR dan Antigen

Minggu, 7 November 2021 | 23:23 WIB

Pangan dan Telur Ayam

Minggu, 7 November 2021 | 15:26 WIB

Negara Hadir Versus Pinjol illegal

Senin, 25 Oktober 2021 | 23:45 WIB

PON 20 Papua Membuka Mata, Telinga dan Hati

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 23:42 WIB

Kemandirian dan Menjaga Marwah Santri

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 00:10 WIB

Hikmah Covid-19 bagi Kehidupan Santri

Jumat, 22 Oktober 2021 | 23:06 WIB

Menggerakkan MGMP melalui Spirit 'MGMP'

Senin, 18 Oktober 2021 | 12:23 WIB

Aksi Kita adalah Masa Depan Kita

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 21:36 WIB

Masjid dan Peran Memakmurkan Umat

Selasa, 5 Oktober 2021 | 13:31 WIB
X