Wakaf untuk Sektor Informal

Red
- Selasa, 21 September 2021 | 00:22 WIB
Purbayu Budi Santosa
Purbayu Budi Santosa

"Setelah sektor informal mengalami perkembangan, maka hendaknya dapat berubah menjadi lebih maju dan berstatus formal. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka perlu memakai teknologi informasi, baik untuk bidang produksi, pembukuan, terlebih dalam pemasaran."

SEKTOR informal masih mendominasi dalam stuktur ketenagakerjaan di Indonesia. Berdasarkan paparan data BPS, pada bulan Februari 2021, jumlah orang yang bekerja pada sektor informal 78,14 juta orang (59,62 %), sedangkan yang bekerja pada sektor formal sebanyak 52,92 juta orang (40,38 %).

Ciri-ciri sektor informal adalah memiliki lingkup usaha yang kecil (terbatas), peralatan usaha sederhana dan kurang memerlukan pendidikan dan pelatihan khusus.

Berbagai kegiatan yang termasuk dalam sektor informal di antaranya pedagang asongan, pedagang keliling, pedagang kaki lima, petani, peternak, buruh harian, bengkel kecil, tukang jahit sepatu, tukang semir dan masih banyak lagi.

Diberlakukannya berbagai PPKM sudah pasti akan memengaruhi pendapatan sektor informal. Penurunan pendapatan secara umum terjadi karena adanya pembatasan sektor usaha, jam kerja dan wilayah, sehingga sering terlihat bagaimana terjadi silang pendapat dengan petugas.

Bagi berbagai usaha dalam sektor informal ini berlaku adagium pendapatan yang diperoleh langsung digun akan untuk keperluan konsumsi sekarang.

Adanya kenyataan ini dapat membuat langkah nekad, yang penting dapat makan dan tidak begitu takut bahaya terpapar Covid-19.

Wakaf Produktif

Wakaf produktif merupakan salah satu bentuk bentuk wakaf, di mana pengelolaan aset wakaf agar dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Harta benda wakaf baik harta benda yang tidak bergerak (tanah, bangunan, tanaman dan lain-lain) dan harta benda bergerak (seperti uang, logam mulia, surat berharga dan lain-lain) dapat dikelola manfaatnya dalam jangka waktu tertentu (muíaqqat) ataupun selamanya (muabbad) (Iqbal Irfani, M, 2019).

Halaman:

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

PON 20 Papua Membuka Mata, Telinga dan Hati

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 23:42 WIB

Kemandirian dan Menjaga Marwah Santri

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 00:10 WIB

Hikmah Covid-19 bagi Kehidupan Santri

Jumat, 22 Oktober 2021 | 23:06 WIB

Menggerakkan MGMP melalui Spirit 'MGMP'

Senin, 18 Oktober 2021 | 12:23 WIB

Aksi Kita adalah Masa Depan Kita

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 21:36 WIB

Masjid dan Peran Memakmurkan Umat

Selasa, 5 Oktober 2021 | 13:31 WIB

Aspek Hukum Arisan Online

Jumat, 24 September 2021 | 00:30 WIB

Mengganti Beban Pembiayaan BLBI

Jumat, 24 September 2021 | 00:10 WIB

Antusiasme Menyambut Kompetisi Liga 3

Jumat, 24 September 2021 | 00:00 WIB

Memindai Cermin Kota Kudus

Kamis, 23 September 2021 | 11:36 WIB

Indonesia Diuji dalam Ketegangan AUKUS

Kamis, 23 September 2021 | 01:28 WIB

Mewujudkan Sekolah Tatap Muka Aman

Kamis, 23 September 2021 | 01:25 WIB

Keterampilan dan Kompetensi Abad 21

Kamis, 23 September 2021 | 01:16 WIB

Maksimalkan Efektivitas Blended Learning

Rabu, 22 September 2021 | 01:11 WIB

Gernas BBI Jangan Hanya Seremonial

Rabu, 22 September 2021 | 01:08 WIB

Mahasiswa Merdeka

Rabu, 22 September 2021 | 01:03 WIB

Penguatan Imunitas Usaha Koperasi

Selasa, 21 September 2021 | 00:32 WIB
X