Menjaga Keamanan ”PeduliLindungi”

- Senin, 20 September 2021 | 00:20 WIB
SM/Dok
SM/Dok

Oleh Bambang Soesatyo

DIGITALISASI pada segenap aspek kehidupan kini sudah menjadi keniscayaan. Karena platform digital PeduliLindungi telah difungsikan sebagai penyimpan data masyarakat yang sudah divaksin, efektivitas dan keamanan platform ini harus terjaga.

Digitalisasi sudah menjadi tuntutan era terkini, sehingga siapa pun tak lagi bisa menghindarinya. Terbaru adalah pemanfaatan platform digital Peduli- Lindungi. Aplikasi ini semula memuat informasi daerah-daerah yang terpapar Covid-19. Karena tuntutan keadaan akibat perkembangan pandemi, aplikasi ini dikembangkan sedemikian rupa untuk mendukung sejumlah instansi pemerintah dalam kegiatan pelacakan kasus Covid-19 sekaligus sebagai upaya memutus rantai penularan virus korona. Karena efektivitasnya cukup mumpuni, aplikasi PeduliLindungi kini telah menjadi penyimpan data masyarakat yang sudah divaksin.

Sebagai bagian dari kewaspadaan seluruh elemen masyarakat, aplikasi Pedulilindungi akhirnya menjadi bagian tak terpisah dari denyut keseharian masyarakat pada masa pandemi. Sebagaimana diketahui, pemerintah telah menetapkan penggunaan platform digital ini tak hanya sekadar alat bantu pelacakan area atau wilayah terpapar virus korona, tetapi juga untuk mengindetifikasi seseorang itu sudah divaksin atau belum. Caranya dengan menempatkan alat baca QR code PeduliLindungi yang tersimpan di ponsel dan di berbagai titik kegiatan publik, dari pintu-pintu masuk tranportasi umum, mal, bandara, dan ruang publik lainnya. Efektif, praktis, mudah, dan cepat.

Sangat disayangkan, karena baru saja aplikasi ini diterapkan, lagi-lagi muncul persoalan lama yang berulang, yakni kebocoran data pribadi. Tanpa perlu lagi menyebut satu per satu kasus terdahulu, untuk kesekian kalinya masyarakat dipaksa menyaksikan lagi kasus terjadinya kebocoran data pribadi. Kebocoran dari aplikasi PeduliLindungi itu kemudian muncul di platform media sosial, yang bisa dilihat dan diakses siapa saja. Bahkan bisa digunakan untuk tindak kejahatan digital.

Kalau sekadar dilihat karena ingin tahu, kasus bocornya data pribadi bisa saja tak perlu dipersoalkan. Namun, bagaimana jika data pribadi yang terpublikasi itu disalahgunakan oleh pihak-pihak yang berniat melakukan tindak pidana? Sudah terjadi baru-baru ini, nomor induk kependudukan (NIK) dari Presiden Joko Widodo bisa dilihat pada platform-platform media sosial akibat terjadinya kebocoran pada aplikasi Peduli- Lindungi.

Masyarakat tentu terkejut dan terusik karena kebocoran itu menyangkut data pribadi sosok seorang presiden yang bisa saja jauh dari kemungkinan pemanfaatan datanya untuk tindak kejahatan pinjaman online ilegal serta kejahatan digital lainnya. Akan tetapi, apa jadinya jika kebocoran data itu berkait dengan pribadi warga kebanyakan? Potensi penyalahgunaannya terbilang tinggi karena QR code PeduliLindungi mencantumkan dengan lengkap data pribadi pemiliknya. Selain NIK, ada nama lengkap, nomor ponsel, bahkan email. Maka, tidak heran jika kasus bocornya data pribadi Presiden ini meresahkan sebagian masyarakat.

Belajar dari kejadian itu, kini menjadi saat yang sangat tepat bagi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk memperbaiki kekurangan dan kelemahan pada aplikasi Peduli- Lindungi. Bukan hanya soal cara melindungi data masyarakat agar selalu tetap aman, faktor lain yang juga sangat penting adalah bagaimana caranya agar masyarakat yang mengakses bisa melakukannya dengan mudah dan lancar, baik melalui aplikasi yang diunduh maupun lewat website-nya.

Keamanan Data

Halaman:

Editor: Imron Rosadi

Tags

Terkini

Fintech Syariah, Sang Primadona Transformasi Digital

Rabu, 23 November 2022 | 11:32 WIB

Ancaman Senyap Asap Rokok

Selasa, 22 November 2022 | 19:19 WIB

PMA 68 dan Dinamika Akademik di Kampus

Kamis, 17 November 2022 | 16:57 WIB

Kepemimpinan Berorientasi Pengetahuan

Rabu, 16 November 2022 | 11:12 WIB

Memperkuat Jaringan Koperasi Syariah

Selasa, 15 November 2022 | 11:32 WIB

Utang atau Cetak Uang Baru?

Senin, 14 November 2022 | 11:12 WIB

Kepemimpinan dalam Organisasi Pembelajar

Sabtu, 12 November 2022 | 11:12 WIB

Mewaspadai Budaya Gila Kerja

Jumat, 11 November 2022 | 11:15 WIB

Sustainability dalam Bisnis Perusahaan

Kamis, 10 November 2022 | 11:12 WIB

Pungli dalam Pengurusan Warisan

Minggu, 30 Oktober 2022 | 12:04 WIB

Kemandirian dan Menjaga Marwah Santri

Minggu, 23 Oktober 2022 | 21:00 WIB

Peci untuk Cakades

Sabtu, 22 Oktober 2022 | 21:55 WIB

Mencari Pemimpin Profetik

Senin, 10 Oktober 2022 | 12:03 WIB

Tragedi Oktober di Kanjuruhan

Minggu, 2 Oktober 2022 | 10:02 WIB

Obstruction of Press Freedom

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 09:16 WIB

Mari Dukung Partisipasi Taiwan di ICAO

Jumat, 30 September 2022 | 21:47 WIB
X