Arah Jalan Berbahaya bagi KPK

Red
- Sabtu, 18 September 2021 | 00:49 WIB
Tajuk Rencana
Tajuk Rencana

Konflik internal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum mereda, bahkan cenderung bergerak ke arah jalan yang berbahaya.

Ketua KPK Firli Bahuri telah memutuskan akan memberhentikan para personel KPK yang tidak lulus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), salah satu di antaranya adalah Novel Baswedan.

Mereka akan diberhentikan secara resmi pada 30 September 2021. Keputusan yang kontroversial. Substansi dan pelaksanaan TWK sendiri sejak awal sudah menimbulkan kontroversi dan pertentangan pendapat.

Materi tes dinilai banyak yang tidak berkorelasi dengan pengukuran kompetensi dan profesionalisme personel KPK. Beberapa pertanyaan bahkan dianggap menjebak dan menempatkan peserta tes pada pilihan yang bukan pilihan.

Misalnya, memilih antara Pancasila dan agama. Karena sejak awal telah mengandung kecacatan, isu mengenai TWK dengan setiap konsekuensi dan tindakan yang ditempuh berdasarkan hasil TWK sudah pasti akan menimbulkan kecatatan pula.

Keputusan pemberhentian para personel yang tidak lulus dikhawatirkan akan lebih banyak menimbulkan dampak negatif ketimbang memperkuat legitimasi Tes Wawasan Kebangsaan yang dari awal sudah cedera silogisme.

Setelah pemberhentian para personel, persoalan tidak lantas selesai. Ada risiko bola masalah akan bergerak kian tak terkendali karena telah dibawa ke luar medan lapangan persoalan yang sebenarnya.

Sarkasme mengenai G30S/KPK, dipicu dari pemberhentian pada 30 September 2021, mencerminkan suasana kebatinan di tubuh KPK.

Energi negatif seperti ini sangat tidak baik bagi lembaga antirasuah. Tugas dan beban KPK masih berat, bahkan sangat berat. Perilaku korup di negeri ini sudah merasuk ke setiap lapisan.

Korupsi tidak hanya terjadi pada skala besar tetapi juga terjadi pada setiap kesempatan di setiap lapisan yang berhubungan dengan layanan publik.

Halaman:

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

Tragedi Oktober di Kanjuruhan

Minggu, 2 Oktober 2022 | 10:02 WIB

Obstruction of Press Freedom

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 09:16 WIB

Mari Dukung Partisipasi Taiwan di ICAO

Jumat, 30 September 2022 | 21:47 WIB

Jebol Benteng Terakhir Peradilan, MA oh MA

Rabu, 28 September 2022 | 10:28 WIB

Tidak Ada Alasan, KITB Lamban

Minggu, 25 September 2022 | 12:07 WIB

Seriuskah Kawasan Industri Terpadu Batang?

Sabtu, 17 September 2022 | 08:43 WIB

Jokowi Ngamuk Lagi, Karena Ulah Imigrasi

Rabu, 14 September 2022 | 07:31 WIB

Menjaga Relasi, Memupuk Kolaborasi

Rabu, 14 September 2022 | 01:34 WIB

Kenaikan Harga BBM, Solusi atau Beban untuk Masyarakat?

Senin, 12 September 2022 | 08:48 WIB

Mungkinkah Kenaikan BBM Direvisi ?

Kamis, 8 September 2022 | 08:56 WIB

Jangan Ada Lagi Politik Identitas dan Politisasi Agama

Minggu, 21 Agustus 2022 | 21:32 WIB

RUU KIA dan Peran Negara untuk Perempuan

Sabtu, 20 Agustus 2022 | 10:05 WIB

Kiai NU dan Kretek

Rabu, 10 Agustus 2022 | 15:26 WIB

Mengapa BUMN Membentuk Holding?

Minggu, 17 Juli 2022 | 08:38 WIB

Pancasila dan Ancaman Pengasong Khilafah

Jumat, 8 Juli 2022 | 13:46 WIB

Pemuda Pancasila dan Rumah Kemartabatan

Kamis, 7 Juli 2022 | 23:18 WIB

Mencari Format Ideal Penjabat Kepala Daerah

Rabu, 6 Juli 2022 | 22:12 WIB
X