Modal Manusia Islami untuk LKMS

Red
- Rabu, 15 September 2021 | 01:40 WIB
Yuli Indah Sari SM MM
Yuli Indah Sari SM MM

Namun demikian, sebagian LKMS justru masih mengalami kesulitan untuk pengadaan departemen ini. Bahkan dalam beberapa kasus, ketiadaan departemen ini menyebabkan pemberian tugas ganda di luar kewajiban kerja, seperti tugas untuk merekrut dan tugas untuk mengatur jadwal pelatihan.

Hal ini pada akhirnya berujung pada output kinerja SDM yang tidak optimal. Karena itu, LKMS sangat dianjurkan untuk bergabung dalam berbagai asosiasi besar yang dapat memberikan fasilitas pengembangan SDM profesional secara terpusat.

Beberapa contoh asosiasi besar yang menjadi wadah LKMS di Indonesia di antaranya, terdapat Perhimpunan BMT Indonesia (PBMTI), Induk Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM), Induk Koperasi Syariah BMT, dan asosiasi besar lainnya.

Yang kedua, pengembangan aspek moralitas dan akhlak SDM. Kedua aspek ini dapat dikembangkan dengan basis penanaman nilai-nilai Islami pada lingkungan kerja dan penerapannya pada peraturan LKMS.

Nilai-nilai dalam diri individu mempengaruhi bagaimana mereka berperilaku. Karena itu, penanaman nilai-nilai Islami harus mengarah pada keyakinan bahwa manusia memiliki kesempurnaan fisik, akal, dan kebebasan untuk menentukan perilaku baik atau buruk, dengan pertimbangan bahwa Allah selalu mengawasi.

Menumbuhkan nilai dan ideologi keislaman menjadi tahapan awal yang secara intrinsik dapat mengontrol perilaku menyimpang.

Dengan begitu, ideologi yang sama pada setiap SDM akan menguntungkan LKMS untuk mencapai keberlanjutan. Pendekatan berbasis kajian dakwah, kajian motivasi, dan jadwal shalat rutin untuk meningkatkan moralitas individu (terutama pengetahuan akidah) menjadi bentuk dari penciptaan lingkungan kerja islami.

Namun penciptaan lingkungan kerja islami yang masih teoritis dalam bentuk nasihat dan anjuran, nyatanya belum cukup untuk memperbaiki akhlak SDM.

Hal ini perlu didukung dengan implementasi nilai-nilai islami pada kebijakan, peraturan, dan hukuman tegas (menjadi tanggungj awab top management dalam hal konsistensi) supaya individu terdorong untuk berlaku disiplin dan memiliki celah yang sedikit untuk berperilaku menyimpang.

Karena itu, pengembangan SDM tidak boleh dilakukan dengan asal-asalan. Sudah saatnya LKMS mengambil aksi nyata dengan merealisasikan pengembangan modal manusia islami secara serius untuk memperkuat eksistensi mereka.

Halaman:

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

Negara Hadir Versus Pinjol illegal

Senin, 25 Oktober 2021 | 23:45 WIB

PON 20 Papua Membuka Mata, Telinga dan Hati

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 23:42 WIB

Kemandirian dan Menjaga Marwah Santri

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 00:10 WIB

Hikmah Covid-19 bagi Kehidupan Santri

Jumat, 22 Oktober 2021 | 23:06 WIB

Menggerakkan MGMP melalui Spirit 'MGMP'

Senin, 18 Oktober 2021 | 12:23 WIB

Aksi Kita adalah Masa Depan Kita

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 21:36 WIB

Masjid dan Peran Memakmurkan Umat

Selasa, 5 Oktober 2021 | 13:31 WIB

Aspek Hukum Arisan Online

Jumat, 24 September 2021 | 00:30 WIB

Mengganti Beban Pembiayaan BLBI

Jumat, 24 September 2021 | 00:10 WIB

Antusiasme Menyambut Kompetisi Liga 3

Jumat, 24 September 2021 | 00:00 WIB

Memindai Cermin Kota Kudus

Kamis, 23 September 2021 | 11:36 WIB

Indonesia Diuji dalam Ketegangan AUKUS

Kamis, 23 September 2021 | 01:28 WIB

Mewujudkan Sekolah Tatap Muka Aman

Kamis, 23 September 2021 | 01:25 WIB

Keterampilan dan Kompetensi Abad 21

Kamis, 23 September 2021 | 01:16 WIB

Maksimalkan Efektivitas Blended Learning

Rabu, 22 September 2021 | 01:11 WIB

Gernas BBI Jangan Hanya Seremonial

Rabu, 22 September 2021 | 01:08 WIB

Mahasiswa Merdeka

Rabu, 22 September 2021 | 01:03 WIB
X