Mewujudkan Jalur Kereta Api Semarang-Rembang

Red
- Selasa, 14 September 2021 | 20:24 WIB
Alwin Basri
Alwin Basri

RENCANA pembangunan jalur kereta api Semarang-Rembang oleh pemerintah pusat perlu disikapi secara positif sekaligus progresif.

Sikap positif sebagai upaya pemerintah menghadirkan moda transportasi yang sesuai dengan tuntutan ekologis, ekonomis, dan demografis. Sikap progresif menyangkut kecepatan implementasi dari rencana kebijakan.

Pada perspektif yang terakhir, komitmen dan peran pemerintah daerah tentu sangat penting. Kondisi wilayah pantai utara (pantura) bagian timur Jawa Tengah dari Semarang, Demak, Kudus, Pati hingga Rembang menunjukkan daya dukung lingkungan yang sudah tidak lagi mampu mengimbangi laju pembangunan.

Intensitas macet, bencana banjir, longsor, dan tingginya angka kecelakaan merupakan bagian dari tuntutan ekologis akan pentingnya jalur kereta api Semarang-Rembang. Pada saat yang sama, kondisi itu tidak saja menimbulkan sistem transportasi berbiaya mahal, tapi juga belum mampu menciptakan solusi bagi akselerasi dan pemerataan pembangunan di wilayah tersebut.

Tuntutan ekonomis itu memang telah diupayakan untuk diselesaikan melalui rencana pembangunan tol Demak-Rembang sejauh 90 km yang rencana dioperasikan 2025- 2029. Meski demikian, penambahan alternatif moda transportasi tentu akan semakin mempercepat upaya akselerasi dan pemerataan pembangunan.

Rencana jalur kereta api Semarang- Rembang dengan rute Semarang- Lasem-Sluke-Tuban merupakan pilihan terbaik dari tiga alternatif jalur yang ada. Jalur alternatif pertama Semarang-Lasem-Jatigoro-Bojonegoro dan jalur alternatif kedua Semarang-Lasem-Jatigoro-Tuban.

Pilihan tersebut tidak saja di dasarkan pada aspek penimbang berupa perkiraan perjalanan, kinerja operasi, keterpaduan moda, kondisi topografi dan geologi, perpotongan dengan sungai dan infrastruktur lain, pengadaan lahan, perkiraan biaya konstruksi, tapi juga atas keunggulan komparatif berupa potensi daerah.

Rute melewati Rembang lebih strategis karena keberadaan pelabuhan dan kawasan industri. Eksistensi proyek strategis nasional di Tuban berupa pembangunan kilang minyak Pertamina-Rosneft sangat potensial melipatgandakan arus transportasi dari dan ke Tuban.

Tidak salah tampaknya perhitungan terhadap potensi volume jalur tersebut yang bisa mencapai 20.186 per hari. Dalam pespektif legal tampaknya rencana tersebut tidak akan banyak mengalami hambatan.

Dukungan pemerintah pusat, misalnya melalui Perpres No 79 Tahun 2019 tentang Pembangunan Ekonomi Kawasan Kendal-Semarang- Demak-Grobogan (Kedungsepur), Kawasan Purworejo-Wonosobo-Magelang-Temanggung (Purwomanggung), dan Kawasan Brebes-Tegal-Pemalang (Bergasmalang), juga Keputusan Menteri Perhubungan 296 Tahun 2020 tentang Rencana Induk Perkretaapian.

Halaman:

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

Menyusuri Masa Lalu Aneka Kota

Sabtu, 18 September 2021 | 00:59 WIB

Arah Jalan Berbahaya bagi KPK

Sabtu, 18 September 2021 | 00:49 WIB

Strategi UMKM saat Endemi

Sabtu, 18 September 2021 | 00:44 WIB

Perpres Pendanaan Pesantren

Jumat, 17 September 2021 | 00:20 WIB

Membangun Fondasi Green Economy

Jumat, 17 September 2021 | 00:10 WIB

Standar Pembelajaran Tatap Muka

Jumat, 17 September 2021 | 00:00 WIB

Membenahi Rantai Pasokan Pangan

Kamis, 16 September 2021 | 00:47 WIB

Modal Manusia Islami untuk LKMS

Rabu, 15 September 2021 | 01:40 WIB

Mewujudkan Jalur Kereta Api Semarang-Rembang

Selasa, 14 September 2021 | 20:24 WIB

”Samudra Biru” Pendidikan Tinggi

Selasa, 14 September 2021 | 20:10 WIB

Mengawal Dana PEN di Bank Umum

Senin, 13 September 2021 | 11:21 WIB

Mewaspadai Covid-19 Varian Mu

Senin, 13 September 2021 | 00:20 WIB

Menatap Kemungkinan Pandemi ke Endemi

Senin, 13 September 2021 | 00:10 WIB

Membangun Ekosistem Industri Game Lokal

Senin, 13 September 2021 | 00:00 WIB

Menjaga Kohesi Sosial

Sabtu, 11 September 2021 | 04:13 WIB

Menjaga Kohesi Pascapandemi

Jumat, 10 September 2021 | 09:48 WIB

Ketenangan Atasi Long Covid-19

Jumat, 10 September 2021 | 00:20 WIB

Segerakan Reformasi Pengelolaan Lapas

Jumat, 10 September 2021 | 00:10 WIB

Meniru Semangat Pembuatan UU Cipta Kerja

Jumat, 10 September 2021 | 00:00 WIB
X