Membangun Ekosistem Industri Game Lokal

Red
- Senin, 13 September 2021 | 00:00 WIB
Logo SM (b01m)
Logo SM (b01m)

TAJUK RENCANA

Pandemi telah menjadi akselerator bagi dunia usaha untuk makin memanfaatkan bisnis dengan mengandalkan teknologi komunikasi dan informasi. Dorongan tersebut merupakan momentum yang harus dimanfaatkan dengan baik oleh sektor ekonomi kreatif. Dalam sektor itu terdapat 17 subsektor, dengan beberapa di antaranya berbasiskan digitalisasi. Salah satunya adalah game developer. Subsektor itu layak untuk mendapat perhatian khusus karena potensi pasar yang sangat besar.

Di Indonesia, industri game juga menunjukkan perkembangan positif. Dalam situs Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif disebutkan pada 2017 industri tersebut menyumbang 1,93 persen dalam produk domestik bruto (PDB) negeri ini. Kontribusinya meningkat, setelah pada tahun 2020 menjadi 2,19 persen atau setara dengan Rp 24,88 triliun. Pembatasan kegiatan masyarakat mulai Maret tahun lalu sebagai mitigasi terhadap serangan virus korona baru ikut menumbuhkan industri game domestik.

Bila dilihat dari persaingan, perkembangan itu terasa kurang berarti. Dari 52 juta pengguna game di negeri ini, ternyata hanya 0,4 persen yang menggunakan game produksi lokal. Itu berarti Indonesia masih menjadi pasar bagi produk-produk game asing. Padahal, pasar di negeri ini begitu besar. Pasar yang ternyata masih dikuasai oleh produsen- produsen dari mancanegara. Mereka tentu tergiur untuk mengeruk pendapatan, karena menyadari Indonesia adalah pasar game terbesar di Asia Tenggara.

Di tengah besarnya potensi pasar, tentu perlu untuk menyadari bahaya game bila mengakibatkan kecanduan. Dengan game yang juga telah berkembang menjadi esport, bahkan menjadi cabang olahraga ekshibisi dalam Asian Games 2018 dan juga mendapat status serupa pada PON 2020 yang digelar bulan depan, peran dunia pendidikan untuk menempatkan game dalam posisi yang tepat pada keseharian masyarakat dibutuhkan. Terlebih game diyakini menjadi kebutuhan ëípokokíí generasi Z.

Dunia pendidikan tidak hanya berperan menyadarkan bahaya di balik keantusiasan anak-anak muda menekuni game, tetapi juga memperkenalkan varian-varian yang muncul dalam perekonomian yang berbasis digitalisasi. Termasuk memasukkan unsur-unsur permainan elektronik dalam pembelajaran. Mekanisme demikian bisa menjadi salah satu stimulan untuk mengembangkan industri game dalam negeri, sekaligus memberikan makin banyak ruang untuk memperbanyak digital talent.

Tentu saja dalam ekosistem yang kondusif itu adalah kemerataan infrastruktur digital. Perkembangan zaman menuntut negeri ini secepatnya memiliki infrastruktur jaringan 4G yang tersebar di belasan ribu pulau yang dimiliki. Pada sisi mikro, pemerintah perlu memfasilitasi para pengembang game. Misalnya dengan memberikan fasilitas sehingga makin banyak inkubator bagi pengembangan kapasitas mereka. Selain itu, juga membantu mereka dalam memasarkan karya-karyanya.

Editor: Imron Rosadi

Tags

Terkini

PON 20 Papua Membuka Mata, Telinga dan Hati

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 23:42 WIB

Kemandirian dan Menjaga Marwah Santri

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 00:10 WIB

Hikmah Covid-19 bagi Kehidupan Santri

Jumat, 22 Oktober 2021 | 23:06 WIB

Menggerakkan MGMP melalui Spirit 'MGMP'

Senin, 18 Oktober 2021 | 12:23 WIB

Aksi Kita adalah Masa Depan Kita

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 21:36 WIB

Masjid dan Peran Memakmurkan Umat

Selasa, 5 Oktober 2021 | 13:31 WIB

Aspek Hukum Arisan Online

Jumat, 24 September 2021 | 00:30 WIB

Mengganti Beban Pembiayaan BLBI

Jumat, 24 September 2021 | 00:10 WIB

Antusiasme Menyambut Kompetisi Liga 3

Jumat, 24 September 2021 | 00:00 WIB

Memindai Cermin Kota Kudus

Kamis, 23 September 2021 | 11:36 WIB

Indonesia Diuji dalam Ketegangan AUKUS

Kamis, 23 September 2021 | 01:28 WIB

Mewujudkan Sekolah Tatap Muka Aman

Kamis, 23 September 2021 | 01:25 WIB

Keterampilan dan Kompetensi Abad 21

Kamis, 23 September 2021 | 01:16 WIB

Maksimalkan Efektivitas Blended Learning

Rabu, 22 September 2021 | 01:11 WIB

Gernas BBI Jangan Hanya Seremonial

Rabu, 22 September 2021 | 01:08 WIB

Mahasiswa Merdeka

Rabu, 22 September 2021 | 01:03 WIB

Penguatan Imunitas Usaha Koperasi

Selasa, 21 September 2021 | 00:32 WIB
X