Segerakan Reformasi Pengelolaan Lapas

Red
- Jumat, 10 September 2021 | 00:10 WIB
Logo SM (b01m)
Logo SM (b01m)

TAJUK RENCANA

Musibah kebakaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tangerang yang menewaskan 41 narapidana sungguh menyentak nurani. Musibah itu mengingatkan kembali satu agenda yang sejak lama dikumandangkan tetapi belum terlaksana, yakni reformasi pengelolaan lapas. Lembaga pemasyarakatan atau secara generik disebut oleh publik sebagai penjara, membutuhkan reformasi total.

Tujuan lembaga pemasyarakatan bukan hanya menjadi tempat hukuman kurungan atau penjara bagi narapidana, melainkan juga sebagai tempat pembinaan agar para narapidana itu memiliki kemampuan dan bekal saat kembali ke dalam kehidupan masyarakat. Dengan dua fungsi utama itu, pengelolaan lembaga pemasyarakatan tentu tidak mudah. Prosedur standar harus ketat tanpa mengurangi efektivitas fungsi.

Fungsi pendidikan, pembinaan, dan pendampingan membutuhkan dukungan sosial dan keterlibatan publik. Sebagai contoh, pelatihan produksi kerajinan kepada para narapidana memerlukan pula saluran pasar yang tersedia di area publik, termasuk tuntutan pasar, keinginan konsumen, dan sebagainya yang tidak mungkin dikompromikan hanya karena yang ditawarkan adalah produk lapas.

Tanpa keterlibatan dan dukungan publik, pelatihan semacam itu hanya menjadi sebuah laboratorium yang steril dan terisolasi dari kebutuhan publik. Alhasil, para narapidana akan kembali menemui banyak persoalan ketika kembali ke masyarakat dan ujung-ujungnya menjadi residivis. Problematika semakin tidak mudah karena fungsi sosial-edukasi itu tidak boleh menggerogoti faktor keamanan tahanan.

Selain reformasi di sektorsektor tersebut, reformasi menuju tata kelola yang bersih tidak kalah penting. Kasus-kasus suap oleh narapidana korupsi kepada oknum-oknum lapas sudah beberapa kali mencuat. Reformasi di sektor fungsional tidak akan berjalan maksimal apabila praktik-praktik suap semacam itu tidak diberantas. Semua reformasi itu harus dilakukan bersamaan.

Lapas tentu membutuhkan dukungan dan sinergitas dari para pemangku kepentingan, antara lain kepolisian, kejaksaan, dan mitra-mitra kerja lain. Sinergitas antara berbagai komponen akan mondorong pembentukan penanganan lapas yang terintegrasi dan berintegritas. Wacana reformasi sesungguhnya sudah bergaung beberapa tahun belakangan ini dan tidak perlu lagi ada waktu lebih lama untuk menunggu.

Editor: Imron Rosadi

Tags

Terkini

PON 20 Papua Membuka Mata, Telinga dan Hati

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 23:42 WIB

Kemandirian dan Menjaga Marwah Santri

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 00:10 WIB

Hikmah Covid-19 bagi Kehidupan Santri

Jumat, 22 Oktober 2021 | 23:06 WIB

Menggerakkan MGMP melalui Spirit 'MGMP'

Senin, 18 Oktober 2021 | 12:23 WIB

Aksi Kita adalah Masa Depan Kita

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 21:36 WIB

Masjid dan Peran Memakmurkan Umat

Selasa, 5 Oktober 2021 | 13:31 WIB

Aspek Hukum Arisan Online

Jumat, 24 September 2021 | 00:30 WIB

Mengganti Beban Pembiayaan BLBI

Jumat, 24 September 2021 | 00:10 WIB

Antusiasme Menyambut Kompetisi Liga 3

Jumat, 24 September 2021 | 00:00 WIB

Memindai Cermin Kota Kudus

Kamis, 23 September 2021 | 11:36 WIB

Indonesia Diuji dalam Ketegangan AUKUS

Kamis, 23 September 2021 | 01:28 WIB

Mewujudkan Sekolah Tatap Muka Aman

Kamis, 23 September 2021 | 01:25 WIB

Keterampilan dan Kompetensi Abad 21

Kamis, 23 September 2021 | 01:16 WIB

Maksimalkan Efektivitas Blended Learning

Rabu, 22 September 2021 | 01:11 WIB

Gernas BBI Jangan Hanya Seremonial

Rabu, 22 September 2021 | 01:08 WIB

Mahasiswa Merdeka

Rabu, 22 September 2021 | 01:03 WIB

Penguatan Imunitas Usaha Koperasi

Selasa, 21 September 2021 | 00:32 WIB
X