Universitas dan Sepak Bola

Red
- Kamis, 9 September 2021 | 02:26 WIB
Prof Dr Agus Kristiyanto MPd
Prof Dr Agus Kristiyanto MPd

"Keinginan bersinergi antara PSSI dan perguruan tinggi merupakan kesadaran mulia sebagai wujud komitmen untuk saling membesarkan. Universitas dan sepak bola memang merupakan dua hal yang seharusnya bersimbiosis untuk saling memberikan ruang kontribusi dan dedikasi."

PERINGATAN Hari Olahraga Nasional (Haornas) tahun 2021 mengusung tema ”Desain Besar Olahraga Nasional untuk Indonesia Maju”. Sebuah tema yang pasti dipilih bukan sekadar ungkapan sloganistik, tetapi memiliki arti untuk mengajak seluruh komponen bangsa agar menyikapi olahraga sebagai sesuatu yang komprehensif. Olahraga tak bisa (lagi) diartikan sebagai sebuah urusan mikrokospik yang berproses instan tanpa perencanaan menyeluruh. Olahraga dalam sebuah desain besar artinya dikemas dengan desain untuk mewujudkan mimpi besar serta kesungguhan besar dari bangsa yang besar.

Kesungguhan besar itu juga sangat tercermin dalam mengawal Program Percepatan Pembangunan Sepak Bola Nasional. Tepat 21 hari jelang Haornas tahun ini, yakni pada 18 Agustus 2021 telah dilaksanakan penandatanganan kerja sama antara PSSI dengan tujuh universitas yang tergabung dalam universitas Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) atau universitas eks-IKIP.

Kegiatan yang berlangsung secara daring dan luring tersebut dihadiri oleh Ketua Umum PSSI beserta segenap pengurus PSSI lainnya.

Tentu saja juga dihadiri oleh para rektor dari tujuh universitas LPTK tersebut. Sebuah fenomena positif yang perlu diapresiasi oleh berbagai kalangan perguruan tinggi dan masyarakat sepak bola di seluruh Tanah Air.

Keinginan bersinergi antara PSSI dan perguruan tinggi merupakan kesadaran mulia sebagai wujud komitmen untuk saling membesarkan. Universitas dan sepak bola memang merupakan dua hal yang seharusnya bersimbiosis untuk saling memberikan ruang kontribusi dan dedikasi.

Terdapat kiprah yang dapat dimainkan oleh universitas.

Apalagi dalam bentuk peran kolektif beberapa universitas yang memiliki jati diri, reputasi institusi, dan komitmen dalam persoalan keolahragaan dan kependidikan.

Pada sisi yang lain, kerja sama itu merupakan sikap terbuka dari PSSI dalam rangka untuk bermetamorfosis untuk ”perubahan ekosistem” persepakbolaan yang kini wajib melakukan percepatan atau akselerasi.

Kehadiran pemerintah dan negara dalam menciptakan percepatan persepakbolaan nasional menunjukkan langkah yang sangat serius, terutama dengan telah terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional. Sebuah instruksi dari Kepala Pemerintah sekaligus Kepala Negara, bahwa sepak bola kini menjadi urusan setidaknya 12 kementerian, Kapolri, 34 gubernur, dan sekitar 500-an bupati/ wali kota seluruh Indonesia.

Halaman:

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

Makna Angka 9 di Hari Jadi Ke–272 Blora

Senin, 6 Desember 2021 | 08:24 WIB

Masker Wahing

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:23 WIB

Memperjuangkan Kualitas Pendidikan Dokter

Kamis, 25 November 2021 | 12:39 WIB

Tembang Pagebluk Menyulap Bagong Menjadi Konten Kreator

Selasa, 16 November 2021 | 08:15 WIB

Metamorfosis Implementasi MBKM di Perguruan Tinggi

Senin, 8 November 2021 | 11:12 WIB

Kebijakan Publik Versus PCR dan Antigen

Minggu, 7 November 2021 | 23:23 WIB

Pangan dan Telur Ayam

Minggu, 7 November 2021 | 15:26 WIB

Negara Hadir Versus Pinjol illegal

Senin, 25 Oktober 2021 | 23:45 WIB

PON 20 Papua Membuka Mata, Telinga dan Hati

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 23:42 WIB

Kemandirian dan Menjaga Marwah Santri

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 00:10 WIB

Hikmah Covid-19 bagi Kehidupan Santri

Jumat, 22 Oktober 2021 | 23:06 WIB

Menggerakkan MGMP melalui Spirit 'MGMP'

Senin, 18 Oktober 2021 | 12:23 WIB
X