Internasionalisasi Perguruan Tinggi

Red
- Rabu, 8 September 2021 | 03:43 WIB
Dr Ken Sudarti SE MSi
Dr Ken Sudarti SE MSi

"Meskipun program internasionalisasi dipandang ampuh untuk mendapatkan pengakuan internasional, realita menunjukkan bahwa hanya sedikit perguruan tinggi di Indonesia yang mempunyai daya saing global."

BERBICARA tentang perguruan tinggi saat ini sering dikaitkan dengan program internasionalisasi.

Program ini merupakan agenda yang relatif baru yang dipandang sebagai strategi berorientasi pasar.

Sebagian besar institusi pendidikan tinggi telah mengakui adanya korelasi positif antara program internasionalisasi dan peningkatan keunggulan kompetitif institusional. Program internasionalisasi juga diyakini sangat ampuh untuk menguatkan reputasi dan dipandang sebagai cara untuk merespons dampak globalisasi serta sumber penting dalam pengembangan pendidikan tinggi menuju sistem yang selaras dengan standar internasional yang terbuka dan responsif terhadap lingkungan.

Namun, meskipun program internasionalisasi dipandang ampuh untuk mendapatkan pengakuan internasional, realita menunjukkan bahwa hanya sedikit perguruan tinggi di Indonesia yang mempunyai daya saing global.

Menurut QS World University Ranking tahun 2020 dan 2021, hanya ada tiga perguruan tinggi yang masuk dalam WCU, yaitu Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), dan Institute Teknologi Bandung (ITB). Untuk perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) sampai saat ini belum mendapat tempat sebagai WCU, jika dilihat dari perangkingan versi Webometric.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah apakah kualitas sebuah perguruan tinggi hanya diukur dari perangkingan dunia? Apakah indikator untuk mengukur pencapaian sebagai WCU sudah mengcover semua kebutuhan bagi pengembangan sumber daya manusia?

Indikator apa sajakah yang sebetulnya lebih penting untuk mengukur kinerja sebuah perguruan tinggi?

Jika dilihat dari indikator yang digunakan QS World University Ranking, terdapat enam penilaian.

Pertama, adalah academic peer review (bobot 40%) yang penilaiannya didasarkan atas internal global academic survey.

Halaman:

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

Makna Angka 9 di Hari Jadi Ke–272 Blora

Senin, 6 Desember 2021 | 08:24 WIB

Masker Wahing

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:23 WIB

Memperjuangkan Kualitas Pendidikan Dokter

Kamis, 25 November 2021 | 12:39 WIB

Tembang Pagebluk Menyulap Bagong Menjadi Konten Kreator

Selasa, 16 November 2021 | 08:15 WIB

Metamorfosis Implementasi MBKM di Perguruan Tinggi

Senin, 8 November 2021 | 11:12 WIB

Kebijakan Publik Versus PCR dan Antigen

Minggu, 7 November 2021 | 23:23 WIB

Pangan dan Telur Ayam

Minggu, 7 November 2021 | 15:26 WIB

Negara Hadir Versus Pinjol illegal

Senin, 25 Oktober 2021 | 23:45 WIB

PON 20 Papua Membuka Mata, Telinga dan Hati

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 23:42 WIB

Kemandirian dan Menjaga Marwah Santri

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 00:10 WIB

Hikmah Covid-19 bagi Kehidupan Santri

Jumat, 22 Oktober 2021 | 23:06 WIB

Menggerakkan MGMP melalui Spirit 'MGMP'

Senin, 18 Oktober 2021 | 12:23 WIB
X