Dukungan Sistem dalam Pencegahan Korupsi

Red
- Senin, 6 September 2021 | 00:10 WIB
Logo SM (b01m)
Logo SM (b01m)

TAJUK RENCANA

Penetapan tersangka kepada Bupati Budhi Sarwono oleh KPK dalam kasus pengadaan barang dan jasa di Pemkab Banjarnegara pada periode 2017-2018 menambah panjang daftar pejabat publik di negeri ini yang tersangkut kasus korupsi. Dengan berita-berita tentang kasus suap dan korupsi yang terus bermunculan, bisa dipastikan betapa sulit Indonesia menaikkan indeks persepsi korupsi. Indeks itu menggambarkan pandangan dunia usaha untuk mengukur tingkat kenyamanan dalam berbisnis.

Saat Webinar Koalisi Antikorupsi Indonesia bertema “Korupsi dan Suap sebagai Faktor Penghambat Majunya Bisnis dan Industri dalam Skala Kecil, Menengah Besar dalam Ekonomi Indonesia” beberapa hari lalu, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan pengadaan barang dan jasa rentan dikorupsi. Pengadaan merupakan aktivitas ekonomi yang melibatkan pihak penyedia barang atau jasa dengan pihak yang akan memanfaatkan sehingga ada sejumlah dana yang diserahterimakan.

Akses pada pengeluaran uang negara, dalam salah satu sisi dari segitiga penyebab korupsi, bisa disebut sebagai faktor kesempatan. Krimonolog Donald Cressey pada 1950-an memperkenalkan teori yang disebut fraud triangle. Selain kesempatan, dua sisi lainnya adalah tekanan dan adanya upaya pembenaran dari pelaku atau biasa disebut rasionalisasi. Namun, sepanjang aspek kesempatan telah tertutup, dua faktor lainnya bakal sulit menjadi pendorong kemunculan niat korupsi.

Aspek preventif terhadap tindak korupsi menuntut perhatian besar. Korupsi perlu diantisipasi dengan sistem. Misalnya saja lewat proses pengadaan barang yang lebih efisien, efektif, transparan, dan akuntabel. Pengadaan barang dan jasa secara elektronik menjadi salah satu caranya. Sekarang saatnya memperbanyak mekanisme dalam pengadaan barang dan jasa serta proyek-proyek pemerintah supaya keinginan untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain bisa dicegah sedini mungkin.

Persoalan korupsi yang terus muncul memberi indikasi adanya sistem yang masih memberi ruang bagi pihak-pihak tertentu untuk memperoleh keuntungan dari transaksi ekonomi yang dilakukan pemerintah negeri ini. Bahkan suap dan korupsi juga terjadi saat keprihatinan dan solidaritas seharusnya mudah terketuk karena dampak pandemi Covid-19 sangat terasakan. Kolusi memang mungkin terjadi, sehingga sebuah sistem tetap akan berpaling pada hukum agar efek jera dapat dikedepankan.

Ketegasan penegakan hukum akan menentukan dinamika pencegahan korupsi. Karena itu vonis terhadap kasus korupsi jangan sampai memunculkan kontroversi. Dalam kasus yang melibatkan mantan Menteri Sosial Juliari Batubara, nilai keadilan dipertanyakan karena hinaan dan cacian dari masyarakat dianggap sebagai hal yang meringankan. Padahal adanya ekspresi kemarahan masyarakat justru bisa dipergunakan sebagai alasan untuk memperberat hukuman seorang pejabat publik.

Editor: Imron Rosadi

Tags

Terkini

Negara Hadir Versus Pinjol illegal

Senin, 25 Oktober 2021 | 23:45 WIB

PON 20 Papua Membuka Mata, Telinga dan Hati

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 23:42 WIB

Kemandirian dan Menjaga Marwah Santri

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 00:10 WIB

Hikmah Covid-19 bagi Kehidupan Santri

Jumat, 22 Oktober 2021 | 23:06 WIB

Menggerakkan MGMP melalui Spirit 'MGMP'

Senin, 18 Oktober 2021 | 12:23 WIB

Aksi Kita adalah Masa Depan Kita

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 21:36 WIB

Masjid dan Peran Memakmurkan Umat

Selasa, 5 Oktober 2021 | 13:31 WIB

Aspek Hukum Arisan Online

Jumat, 24 September 2021 | 00:30 WIB

Mengganti Beban Pembiayaan BLBI

Jumat, 24 September 2021 | 00:10 WIB

Antusiasme Menyambut Kompetisi Liga 3

Jumat, 24 September 2021 | 00:00 WIB

Memindai Cermin Kota Kudus

Kamis, 23 September 2021 | 11:36 WIB

Indonesia Diuji dalam Ketegangan AUKUS

Kamis, 23 September 2021 | 01:28 WIB

Mewujudkan Sekolah Tatap Muka Aman

Kamis, 23 September 2021 | 01:25 WIB

Keterampilan dan Kompetensi Abad 21

Kamis, 23 September 2021 | 01:16 WIB

Maksimalkan Efektivitas Blended Learning

Rabu, 22 September 2021 | 01:11 WIB

Gernas BBI Jangan Hanya Seremonial

Rabu, 22 September 2021 | 01:08 WIB

Mahasiswa Merdeka

Rabu, 22 September 2021 | 01:03 WIB
X