Kecacatan Sistem Politik Kita

Red
- Sabtu, 4 September 2021 | 05:13 WIB
Prof Tjipta Lesmana
Prof Tjipta Lesmana

"Kasus Bupati Probolinggo, Puput Tantriana mempunyai kemiripan dengan kasus yang menimpa Gubernur Banten, Ratu Atut beberapa tahun yang lalu. Sistem politik dinasti yang dipermainkan."

SISTEM politik negara kita pada era reformasi sudah lama mendapat sorotan tajam dari berbagai kalangan: akademisi, politisi dan pengamat politik.

Toh, wakil-wakil rakyat di DPR RI cuek saja. Salah satu cacat buruk sistem politik kita adalah kuat sistem nepotisme dan sistem dinasti. Akibatnya, suara rakyat yang bertahta dalam perpolitikan dilumpuhkan oleh kekuatan uang.

Bayangkan saja, sepasang suamiistri bisa menjabat Bupati Probolinggo selama empat periode dari 2003 hingga 2023.

Hasan Aminuddin dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pertama kali terpilih sebagai Bupati Probolinggi pada 2003 hingga 2008.

Setelah itu dia terpilih lagi pada Pilkada 2008 untuk masa jabatan hingga 2013. Dengan pengaruh kuat yang dimilikinya setelah berkuasa 10 tahun, Hasan Aminudin berhasil mengusung istrinya, Puput Tantriana Sari sebagai penggantinya, Bupati Probolinggo. Puput ketika itu tercatat sebagai Bupati termuda di Indonesia, 30 tahun. Tiga ”ta” memang godaan terbesar setiap lelaki, kata Presiden Soeharto ketika memberikan nasihat kepada Gubernur Papua yang baru dilantik.

Karena itu, Pak Harto wanti-wanti supaya Gubernur menghindari ketiga ”ta” tadi: Tahta, harta, dan wanita.

Secara tidak langsung Presiden ingin memperingatkan sang Gubernur, kau akan hancur jika kejeblos dalam salah satu ”ta” tsb. Tahta adalah godaan nomor wahid terutama untuk kaum pria. Itu ajaran Aristoteles: Manusia adalah Homo Politicus, manusia yang haus kekuasaan.

Sejak kecil hingga menjelang tutup usia, manusia selalu mengejar kekuasaan.

Dengan kekuasaan yang dimilikinya, individu seolah bisa melakukan apa saja: uang setinggi gunung, perempuan-perempuan cantik di seantero dunia dan kebahagiaan.

Halaman:

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

Menggerakkan MGMP melalui Spirit 'MGMP'

Senin, 18 Oktober 2021 | 12:23 WIB

Aksi Kita adalah Masa Depan Kita

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 21:36 WIB

Masjid dan Peran Memakmurkan Umat

Selasa, 5 Oktober 2021 | 13:31 WIB

Aspek Hukum Arisan Online

Jumat, 24 September 2021 | 00:30 WIB

Mengganti Beban Pembiayaan BLBI

Jumat, 24 September 2021 | 00:10 WIB

Antusiasme Menyambut Kompetisi Liga 3

Jumat, 24 September 2021 | 00:00 WIB

Memindai Cermin Kota Kudus

Kamis, 23 September 2021 | 11:36 WIB

Indonesia Diuji dalam Ketegangan AUKUS

Kamis, 23 September 2021 | 01:28 WIB

Mewujudkan Sekolah Tatap Muka Aman

Kamis, 23 September 2021 | 01:25 WIB

Keterampilan dan Kompetensi Abad 21

Kamis, 23 September 2021 | 01:16 WIB

Maksimalkan Efektivitas Blended Learning

Rabu, 22 September 2021 | 01:11 WIB

Gernas BBI Jangan Hanya Seremonial

Rabu, 22 September 2021 | 01:08 WIB

Mahasiswa Merdeka

Rabu, 22 September 2021 | 01:03 WIB

Penguatan Imunitas Usaha Koperasi

Selasa, 21 September 2021 | 00:32 WIB

Jangan Lengah dalam Mitigasi Covid-19

Selasa, 21 September 2021 | 00:27 WIB

Wakaf untuk Sektor Informal

Selasa, 21 September 2021 | 00:22 WIB

Menjaga Keamanan ”PeduliLindungi”

Senin, 20 September 2021 | 00:20 WIB
X