Ganjar-Puan dan Elektabilitas Politik

Red
- Kamis, 2 September 2021 | 04:40 WIB
Karyudi Sutajah Putra
Karyudi Sutajah Putra

DALAM politik tak ada peristiwa yang terjadi kebetulan. Semua ”by design”. Semua direncanakan. Bahkan momentum pun dapat diciptakan.

Itulah bagian dari strategi. Kata Sun Tzu (544-496 SM), strategi adalah senjata paling ampuh dalam perang.

Diberitakan, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri secara langsung menegur Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam acara Pelatihan Mitigasi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami yang digelar DPP PDIP secara virtual, beberapa waktu lalu. Megawati menegur Ganjar soal penanganan banjir rob di Semarang.

Publik tak bisa melepaskan teguran Megawati itu dari teguran Bambang Pacul Wuryanto beberapa waktu lalu.

Keduanya saling berkaitan. Bambang Pacul, ketua DPP PDIP dan Ketua DPD PDIP Jawa Tengah itu menegur Ganjar yang ia nilai ”kamajon” (terlalu maju) dan ”keminter” (sok pintar). Diduga teguran Bambang Pacul ini dilancarkan setelah melihat elektabilitas Ganjar terus meroket sebagai kandidat calon presiden 2024, jauh di atas Puan Maharani. Di sisi lain, Bambang Pacul mendesakkan Puan sebagai capres dari PDIP. Dia menilai Ganjar bukan siapa-siapa, sedangkan Puan adalah putri mahkota.

Kini baliho Puan, ketua DPP PDIP yang juga Ketua DPR RI itu bertebaran di mana-mana, terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di Ponorogo bahkan area yang semula ditempati baliho Ganjar kini ditempati baliho Puan. Akhirnya muncul asumsi di PDIP terjadi perang internal antara Ganjar dan Puan dalam memperebutkan tiket capres 2024.

Labu Emas

Perlakuan berbeda PDIP terhadap Ganjar dan Puan ini mengingatkan kita akan kisah Bawang Merah-Bawang Putih, dongeng asal Riau.

Ganjar adalah (seakan-akan) Bawang Putih, Puan adalah (seakan-akan) Bawang Merah. Ganjar anak tiri, Puan anak emas.

Maklum, Ganjar hanyalah anak ideologis, sedangkan Puan adalah anak ideologis sekaligus anak biologis Megawati. Ibarat anak tiri, Ganjar disiasiakan. Sedangkan Puan disayangsayang. Bagaimana elektabilitas politik mereka?

Halaman:

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

Tidak Ada Alasan, KITB Lamban

Minggu, 25 September 2022 | 12:07 WIB

Seriuskah Kawasan Industri Terpadu Batang?

Sabtu, 17 September 2022 | 08:43 WIB

Jokowi Ngamuk Lagi, Karena Ulah Imigrasi

Rabu, 14 September 2022 | 07:31 WIB

Menjaga Relasi, Memupuk Kolaborasi

Rabu, 14 September 2022 | 01:34 WIB

Kenaikan Harga BBM, Solusi atau Beban untuk Masyarakat?

Senin, 12 September 2022 | 08:48 WIB

Mungkinkah Kenaikan BBM Direvisi ?

Kamis, 8 September 2022 | 08:56 WIB

Jangan Ada Lagi Politik Identitas dan Politisasi Agama

Minggu, 21 Agustus 2022 | 21:32 WIB

RUU KIA dan Peran Negara untuk Perempuan

Sabtu, 20 Agustus 2022 | 10:05 WIB

Kiai NU dan Kretek

Rabu, 10 Agustus 2022 | 15:26 WIB

Mengapa BUMN Membentuk Holding?

Minggu, 17 Juli 2022 | 08:38 WIB

Pancasila dan Ancaman Pengasong Khilafah

Jumat, 8 Juli 2022 | 13:46 WIB

Pemuda Pancasila dan Rumah Kemartabatan

Kamis, 7 Juli 2022 | 23:18 WIB

Mencari Format Ideal Penjabat Kepala Daerah

Rabu, 6 Juli 2022 | 22:12 WIB

Keragaman Lebah, Pangan dan Manusia

Minggu, 22 Mei 2022 | 22:18 WIB

Buku dan Literasi Indonesia

Selasa, 17 Mei 2022 | 18:38 WIB

Semarang Menuju Kota Megapolitan

Selasa, 10 Mei 2022 | 15:51 WIB
X