Timnas Basket U-23 Dikirim Ikuti FIBA World Cup di Mongolia

- Rabu, 18 Agustus 2021 | 10:36 WIB
Pemain timnas basket. (suaramerdeka.com / dok)
Pemain timnas basket. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Tak hanya timnas bola basket Indonesia U-18 putra dan putri yang bakal turun di ajang FIBA World Cup, tapi skuat di atasnya atau timnas U-23 juga akan bersaing di ajang serupa.

Sesuai jadwal, mereka akan bersiap turun pada FIBA World Cup di Mongolia Oktober 2021.

"Mengikuti even dunia di level kelompok umur akan hadirkan banyak keuntungan bagi perkembangan bola basket nasional kita. Para atlet muda kita terasah kemampuannya. Bertambahnya jam terbang diharapkan akan berpengaruh pada membaiknya mental tanding mereka ke depannya," jelas Sekjen PP Perbasi Nirmala Dewi.

Penanggung Jawab Timnas Bola Basket 3x3 Putri U-23 Christopher Tanuwidjaja mengatakan, persiapan akan dimulai 18 Agustus 2021 di GOR Cahaya Lestari Surabaya.

Baca Juga: Harga Minyak Turun Setelah Investor Khawatir dengan Penyebaran Cepat Varian Delta

Para pemain yang dipanggil PP Perbasi sudah melalui proses sesuai arahan FIBA. Dalam prosesnya berawal dari FIBA memberikan list nama-nama pemain puteri Indonesia U-23 yang sudah terdaftar di FIBA 3x3.

Dari seluruh nama terdaftar hanya ada 20 nama yang dinyatakan Eligible (layak) oleh FIBA untuk dipilih memperkuat Timnas Indonesia.

Namun, hampir ke-20 nama tersebut sudah terdaftar di Pekan Olahraga Nasional ( PON), membela daerah mereka masing-masing.

Situasi ini direspons PP Perbasi dengan berkomunikasi dengan Pengprov Perbadi yang terlibat di PON. Ini karena jadwal yang bentrok dengan agenda PON tidak hanya FIBA World Cup U23 3x3 tapi juga FIBA Women's Asia Cup dengan PON.

Baca Juga: WNI di Afghanistan Harus Segera Dievakuasi, DPR: Keselamatan Adalah Hal Terpenting

Akhirnya dari komunikasi ini muncul nama Nathania Claresta Orville dan Jasmine Isabelle Farr yang tidak terlibat di PON.

"Kami harus mencari minimal empat nama lagi untuk didaftarkan ke FIBA guna mengikuti event World Cup tersebut tapi hanya boleh memilih tetap dari list kelayakan yang diberikan oleh FIBA. Hingga akhirnya ada pemberitahuan dari Pengprov Jatim yang mengkonfirmasi Jovita E. Simon tidak lagi terlibat dalam PON oleh Pengprov Jatim," kata Christopher, yang akrab disapa Itop.

Namun Itop mengaku tetap harus mengajukan beberapa nama lain untuk memenuhi quota, sehingga dari seluruh list yang diberikan oleh FIBA, pihaknya memasukkan Aimee T. Francienne, Natasya Amelia, Felichia H. Alvira, Asima Y. Tobing, dan Cindy Fransisca.

Mereka kemudian diajukan status eligibility-nya kepada FIBA. "Saat ini kami masih menunggu," ujarnya.

Baca Juga: Data Yatim Piatu Penerima Bantuan Terus Diperbarui, PDIP Gotong Royong Galang Dana

Sebelum mengajukan nama-nama di atas, Itop mengaku sempat meminta masukan kepada FIBA.

Ini terkait rencana memasukkan skuat Timnas Bola Basket U-18 ke dalam timnas U-23 karena adanya keterbatasan Pemain akibat bentrok dengan PON.

Namun permintaan itu tidak diizinkan FIBA. Alasannya, perbedaan usia mereka signifikan jauh. Selain itu juga untuk menjaga jenjang prestasi per kelompok umur.

Namun show must go on, sehingga pelatnas tetap harus jalan. Selama pelatnas, diterapkan protokol kesehatan ketat.

"Bahwa pemain nanti tiba di Surabaya kemudian langsung menjalani karantina pada 18 hingga 22 Agustus. Di sela-sela karantina, mereka menjalani swab test pada 19 Agustus dan 22 Agustus Tes PCR. Harapannya 22 Agustus sudah mulai latihan hingga 9 Oktober bertolak ke Mongolia. Latihan ini kita fokuskan untuk membangun chemistry antarpemain," terang Itop yang masih menunggu pembagian pool dan jadwal.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kepengurusan Perbasi Jateng akan Tambah Peran Perempuan

Minggu, 5 September 2021 | 21:41 WIB

Piala Dunia Basket 3x3 Dibatalkan, Pelatnas Dihentikan

Minggu, 29 Agustus 2021 | 06:02 WIB

FIBA 3x3 World Cup 2021: Indonesia Digilas Ukraina

Sabtu, 28 Agustus 2021 | 06:45 WIB
X