Pelatih Greysia/Apriyani Beberkan Perjuangan Anak Asuhnya Sampai Meraih Emas

- Sabtu, 7 Agustus 2021 | 14:24 WIB
Greysia Polii/Apriyani Rahayu
Greysia Polii/Apriyani Rahayu

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kesuksesan ganda putri bulutangkis tanah air meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 disebut melalui proses yang tak mudah.

Pelatih ganda putri Pelatnas PBSI Cipayung, Eng Hian, membeberkan perjuangan yang harus dihadapi pada ajang olahraga terbesar di dunia itu, baru-baru ini.

Menurut Eng Hian, tekanan dari Olimpiade kali ini bertambah akibat ada pandemi COVID-19 sehingga atlet tidak hanya dituntut siap bertanding dengan performa terbaik, tapi juga harus mewaspadai musuh yang tak terlihat.

"Sebelum bertanding kami sudah terbebani pikiran apakah lulus uji COVID atau tidak. Belum bertemu lawan sudah ada yang dipikirkan," kata Eng Hian.

Baca Juga: Nadiem Apresiasi 2 Guru Indonesia jadi Wasit di Olimpiade Tokyo 2020

Dia menceritakan, setiap hari atlet akan menjalani uji COVID-19 dengan metode pemeriksaan saliva atau air liur.

Apabila atlet diketahui positif, maka otomatis terdiskualifikasi dari pertandingan yang sedang diikuti.

Selain itu, Eng Hian juga sempat tertekan saat melihat data statistik pertandingan Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan ganda putri lainnya pada fase grup dan fase gugur.

Secara teori di atas kertas, performa dan catatan pertandingan Greysia/Apriyani hanya lebih unggul dibandingkan pasangan Chloe Birch/Lauren Smith dari Inggris.

Baca Juga: Pengamat: Elektabilitas Sudah Tinggi, Prabowo Tidak Perlu Pasang Baliho

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X