Kasus Ijazah Rahmat Effendi Kembali Diadukan ke Bawaslu

- Kamis, 5 Juli 2018 | 06:45 WIB
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

BEKASI, suaramerdeka.com - Isu dugaan pemalsuan ijazah yang dilakukan Rahmat Effendi terus berlanjut pasca Pilkada Kota Bekasi. Kali ini ketua tim advokasi Pasangan Nur-Firdaus, yaitu Bambang Sunaryo, mendatangi kantor Bawaslu, Jakarta, pada Selasa (3/7), dengan membawa bukti surat pernyataan saksi.

Menurutnya, melanjutkan proses pelaporan dugaan pemalsuan ijazah Rahmat Effendi pasca pilkada adalah hak publik untuk memastikan kepemimpinan di Kota Bekasi dipegang oleh orang yang tidak bermasalah secara hukum. Kasus dugaan penggunaan ijazah palsu Rahmat Effendi alias Pepen di SMAN 52 Jakarta Utara ini pernah mencuat tahun 2015 lalu dan menjelang pilkada kota Bekasi 2018.

Saat memberikan keterangan, Bambang Sunaryo mengatakan sudah melaporkan kasus ini ke Bawaslu beberapa waktu lalu. Adapun bukti-bukti yang dibeberkan diantaranya surat dari Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta.

Saat ini, pihaknya menyerahkan sepenuhnya ke Bawaslu RI berkaitan dengan kasus dugaan ijazah palsu Rahmat Effendi sesuai dengan Peraturan KPU nomor 4. "Kita laporkan pelanggaran Pilkada sesuai dengan PKPU nomor 4, dan berharap Bawaslu melakukan tindakan secara benar, sesuai aturan yang berlaku," katanya.

Editor: Andika

Tags

Terkini

Asiafi Salatiga Seleksi Atlet Senam Aerobik

Jumat, 21 Januari 2022 | 09:15 WIB

Menpora Puas Dengan Prokes IBL 2022

Selasa, 18 Januari 2022 | 16:02 WIB

Pemain Siap Tempur, Satya Wacana Siap Bersaing di IBL

Selasa, 11 Januari 2022 | 20:40 WIB

Setelah 16 Tahun, Bridge Kembali Masuk Popda

Selasa, 11 Januari 2022 | 10:24 WIB
X