Ditemukan Banyak Surat Suara Kurang di TPS

- Rabu, 27 Juni 2018 | 23:10 WIB
Foto:  Proses pemungutan suara di TPS 1 Desa Jambewangi, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Rabu (27/6). Di TPS itu terjadi surat suara kurang dari DPT. (suaramerdeka.com/Panuju Triangga)
Foto: Proses pemungutan suara di TPS 1 Desa Jambewangi, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Rabu (27/6). Di TPS itu terjadi surat suara kurang dari DPT. (suaramerdeka.com/Panuju Triangga)

KULONPROGO, suaramerdeka.com – Pada penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 serentak di Kabupaten Magelang, Rabu (27/6), ditemukan banyak kekurangan suarat suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Selain kekurangan surat suara, ada juga TPS-TPS yang kelebihan surat suara.

Kekurangan surat suara seperti terjadi di TPS 1 Desa Jambewangi, Kecamatan Secang. Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 1 Jambewangi, Wijiyanto mengungkapkan dari 419 Daftar Pemilih Tetap (DPT) di TPS-nya, untuk surat suara Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur hanya ada 330 surat suara.

“Sehingga kalau dengan cadangan 2,5 persen ada kekurangan 99 surat suara,” ungkap Wijiyanto. Sedangkan surat suara untuk pemilihan Bupati-Wakil Bupati di TPS itu jumlahnya sudah sesuai, termasuk cadangan 2,5 persen.

Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Magelang, M Habib Shaleh mengatakan, kejadian surat suara kurang di TPS-TPS terjadi tersebar merata di banyak kecamatan. Antara lain di wilayah Kecamatan Pakis, Ngablak, Sawangan, Kajoran, dan Dukun. Selain surat suara kurang, ada juga kejadian kelebihan jumlah surat suara di TPS.

“Kejadian-kejadian surat suara kurang dan kelebihan itu untuk yang pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur, sedangkan untuk yang pemilihan Bupati-Wakil Bupati tidak,” kata Habib, usai pemantauan ke TPS-TPS.

Solusi untuk persoalan itu, TPS yang surat suaranya kurang diambilkan dari TPS terdekat dari cadangan atau dari TPS yang kelebihan surat suara. Dalam pelaksanaanya, ungkap Habib, antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan Panwaslu Kabupaten.

“KPU mendata surat suara yang kurang di semua TPS, kami mendata yang kelebihan. Kemudian yang kelebihan, surat suaranya dialihkan ke TPS yang kurang. Juga diambilkan dari cadangan surat suara 2,5 persen,” tuturnya.

Menurut Habib, persoalan tersebut sudah terselesaikan dan tidak ada TPS yang tetap kekurangan surat suara. Meski demikian, Habib memandang perlu ada evaluasi terkait kejadian tersebut. Permasalahan itu terjadi dimungkinkan karena kekurangcermatan pada proses pengepakan surat suara di tingkat KPU kabupaten sebelum didistribusikan.

“Ini berarti ada yang keliru dalam proses penghitungan logistik surat suara. Karena jumlah DPT di TPS sudah jelas, sehingga jumlah surat suara yang didistribusikan ke TPS semestinya sudah pasti. Tapi ternyata ada kekurangan dan kelebihan, ini perlu dilakukan evaluasi agar ke depan tidak terjadi lagi,” imbuhnya.

Halaman:

Editor: Adib Auliawan

Tags

Terkini

Tangis Haru Warnai Pelepasan Muaythai ke PON

Minggu, 19 September 2021 | 21:25 WIB

Pecatur Semarang Siap Persembahkan Emas di PON XX Papua

Minggu, 19 September 2021 | 18:42 WIB

Joko Pranawa Adi Pimpin ABTI Jateng Periode 2021-2025

Sabtu, 18 September 2021 | 19:23 WIB

Kejuaraan Berkuda Equestrian Harus Dipacu

Sabtu, 18 September 2021 | 18:35 WIB

Selain Covid 19, Malaria Juga Perlu Diwaspadai Saat PON

Jumat, 17 September 2021 | 21:20 WIB

Atlet Menembak PON Sukses di Kazakhstan

Jumat, 17 September 2021 | 13:51 WIB

PON XX Papua: Adaptasi Venue Jadi Kendala Roller

Kamis, 16 September 2021 | 21:34 WIB
X