Kegiatan Ibadah Jangan Ditumpangi Politik Praktis

- Sabtu, 19 Mei 2018 | 22:30 WIB
foto ilustrasi - istimewa
foto ilustrasi - istimewa

UNGARAN, suaramerdeka.com - Masa kampanye Pilgub Jawa Tengah 2018 selama Ramadan, mendapat pengawasan khusus dari Panwaslu Kabupaten Semarang. Opsi tersebut dilakukan, karena meski memasuki Ramadan, kampanye yang dilakukan masing-masing calon mau pun tim pemenangan tetap berlangsung.

“Kami tetap mengimbau untuk tidak melakukan hal-hal yang berpotensi menjadi pelanggaran kampanye. Jangan menumpangi kegiatan ibadah, dengan hal-hal yang kemudian merupakan politik praktis,” kata Ketua Panwaslu Kabupaten Semarang, Agus Riyanto, kemarin.

Mengacu ketentuan, Undang undang Nomor 10 Tahun 2016 dan PKPU Nomor 12 Tahun 2016 jelas disebutkan bila kampanye di tempat ibadah oleh siapapun itu tetap tergolong perbuatan yang dilarang. Agus menuturkan, selain larangan kampanye di tempat ibadah, pihaknya juga mengimbau agar pembagian sumbangan atau sedekah di tempat-tempat ibadah tidak disertai dengan hal-hal yang bernuansa kampanye. Misalnya, membagikan sumbangan dengan disertai bahan kampanye berupa kartu nama, foto, bahkan stiker pasangan calon yang sifatnya mengajak untuk memilih.

“Hal seperti itu jelas akan dikenakan sanksi atas politik uang. Pelaku tidak harus partisan, tapi siapa pun akan dikenakan sanksi jika melanggar,” tegasnya.

Di samping imbauan tadi, Panwaslu Kabupaten Semarang kembali mengajak masyarakat untuk menjaga kesucian bulan Ramadhan untuk berhenti melakukan ujaran kebencian dan menyebarkan berita hoax. Termasuk menggunggah informasi yang mengandung kebencian terhadap SARA.

“Seluruh warga kita minta ikut berpartisipasi dalam pengawasan. Jika ada indikasi kecurangan segera laporkan ke Panwaslu,” tukasnya.
 

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

Media Sosial Jadi Sarana Efektif Promosi PON XX Papua

Kamis, 14 Oktober 2021 | 22:32 WIB
X