Persani-Unnes Sosialisasikan Code of Point Terbaru ke Wasit dan Juri Kota Semarang

- Senin, 6 Juni 2022 | 13:36 WIB
Sekretaris Umum Persani Kota Semarang Agus Darmawan (kanan/berdiri) menyampaikan materi pada sosialisasi aturan bari (Code of Point) kepada wasit/juri senam di Graha Wiyata Patemon Semarang. (suaramerdeka.com / Krisnaji Satriawan)
Sekretaris Umum Persani Kota Semarang Agus Darmawan (kanan/berdiri) menyampaikan materi pada sosialisasi aturan bari (Code of Point) kepada wasit/juri senam di Graha Wiyata Patemon Semarang. (suaramerdeka.com / Krisnaji Satriawan)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Peraturan senam nomor artitis putra terus dikembangkan oleh Federation International de Gymnastique).

Setidaknya, setiap empat tahun regulasi nomor tersebut mengalami perubahan guna menyesuaikan perkembangan.

FIG sendiri telah mengeluarkan Code of Point 2022-2024 artitis putra, sehingga perlu sosialisasi gara wasit ataupun juri mengetahui mana saja aturan yang berubah.

Sekretaris Umum Pengkot Persatuan Senam Indonesia (Persani) Semarang Agus Darmawan mengatakan, pihaknya bersama FIK Unnes sudah menyosialisasikan aturan terbaru ini kepada wasit/juri di Graha Wiyata Patemon Semarang, akhir pekan lalu

Baca Juga: Gakoptindo Berharap Subsidi Harga Kedelai Diperpanjang hingga Akhir Tahun

''Regulasi terbaru ini harus segera disosialisasikan kepada wasit/juri, sehingga kejuaraan di Kota Semarang/Jateng sudah menggunakan aturan terbaru. Ke depannya sangat terkait dengan pelaksanaan kualifikasi porprov dan Porprov Jateng XVI 2023, serta PON 2024,'' tutur Agus yang juga dosen FIK Unnes itu.

Adapun aturan nomor artistik putra yang mengalami perubahan yaitu pommel horse (kuda-kuda pelana), rings (gelang-gelang), parallel bars (palang sejajar),horizontal bars (palang tunggal), floor exercise (senam lantai), horse vault (kuda-kuda lompat).

"Secara umum tata penilaian hampir sama, cuma ada beberapa gerakan yang berubah, misalnya kemarin gerakannya tinggi sekarang rendah, demikian sebaliknya," ungkap Agus.

"Masing-masing alat (nomor) memiliki spesifikasi yang berbeda. Jadi untuk menjadi juri yang serba bisa, enam alat itu harus dikuasai," jelasnya.

Baca Juga: Merinding! Begini Gambaran Sosok Penunggu Gerbang Lokasi KKN di Desa Penari, Om Hao: Tinggi Besar...

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X