Diikuti 14 Peserta, Youth Esport Piala Menpora 2021 Bisa Jadi Benchmark Daerah Lain

- Minggu, 6 Juni 2021 | 20:19 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indoensia (Menpora RI) Zainudin Amali secara resmi menutup Youth Esport Piala Menpora 2021 yang digelar Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Jawa Timur (Jatim) di Surabaya, Sabtu (5/6).(foto:rayki/kemenpora.go.id)
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indoensia (Menpora RI) Zainudin Amali secara resmi menutup Youth Esport Piala Menpora 2021 yang digelar Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Jawa Timur (Jatim) di Surabaya, Sabtu (5/6).(foto:rayki/kemenpora.go.id)

SURABAYA, suaramerdeka.com - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indoensia (Menpora RI) Zainudin Amali secara resmi menutup Youth Esport Piala Menpora 2021 yang digelar Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Jawa Timur (Jatim) di Surabaya, Sabtu (5/6).

Dalam sambutannya, Menpora Amali menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada panitia pelaksana, pengurus DPD AMPI Jawa Timur, DPP AMPI, PB Esports Indonesia serta para sponsor yang telah ikut mensukseskan acara tersebut.

“Apresiasi dan terimakasih kepada AMPI Jatim dan seluruh panitia yang telah mengembang amanah dari Kemenpora, amanah dari sponsor dan kepecayaan publik terhadap anda semua. Saya atas nama pemerintah mengapresiasi dan terimakasih. Karena ini sudah berkahir, maka dengan senantiasa mengharapkan ridho dan rahmat Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa dengan ucapan syukur alhamdulillah rabilamain Youth Esport Piala Menpora 2021 saya nyatakan ditutup,” kata Menpora Amali.

Baca Juga: Kasus Covid-19 di Kudus, Kapolri dan Panglima TNI Minta Semua Pihak Turun Tangan

Menpora Amali menilai Esport merupakan salah satu tempat penyaluran bakat bagi anak-anak muda ketimbang mereka melakukan hal-hal yang ada di jalur negatif.

“Maka kemudian diwadahi dengan Esport Indonesia, saya juga akhirnya baru tahu tujuan pak Budi Gunawan (Ketum PB Esport Indonesia) sangat baik, sangat mulia sehingga anak-anak muda terwadahi. Dan perputaran uang kalau dhitung sleuruh dunia bukan bicara juta tapi milaiaran dollar di dalam olahraga ini,” ujar Menpora Amali.

Selain itu, menurut Menpora Amali olahraga ini pesertanya dapat bertanding dari mana saja dan juaranya bisa siapa saja karena sangat menjunjung sportifitas dan fairness serta hasilnya tidak dapat diatur seperti olahraga yang dilakukan seperti olahraga lainnya. Hal itu terbukti saat 2019 lalu. Kala itu, Indonesia menjadi tuan rumah Esport Piala Presiden yang pesertanya 170 ribuan dari berbagai negara.

“Olahraga ini olahraga yang menjung sportifitas fairness bukan karenan kita tuan rumah lalu kita juara. Hari ini kita buktikan penyelengaraan di Surabaya, Jawa Timur. Tapi yang lolos 4 besar tidak ada satupun tim dari Surabaya. Padahal pesertanya paling banyak di Surabaya,” jelasnya.

Dengan demikian, Menpora Amali meyakini panitia penyelenggara serius mengurus kegiatan tersebut. Dia pun berharap penyelenggara terutama AMPI Jawa Timur untuk merawat hubungan hubungan dan komunikasi dengan para sponsor yang telah terlibat dalam acara ini.

“Tanpa bantaun sponsor tIdak akan ada kegiatan ini. Dijaga kepercayaan sponsor, supaya kalau tahun depan AMPI Jawa Timur masih mau melaksanakan lagi karena sudah kredibel, trust sudah dapat. Maka pasti sponsor memberi lagi turnamen esports ini,” jelasnya.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Sumber: Kemenpora

Tags

Terkini

Lima Cabang Olahraga PON Jateng TC di Salatiga

Jumat, 23 Juli 2021 | 19:17 WIB

Forki Salatiga Siap Ikuti Kejurprov Karate

Kamis, 22 Juli 2021 | 18:56 WIB
X