Menparekraf: Manfaatkan Desa Wisata Unggulan untuk Sport Tourism di Masa Pandemi

- Sabtu, 5 Juni 2021 | 16:05 WIB
BERKUNJUNG : Menparekraf Sandiaga Salahudin Uno berkunjung ke Desa Wisata Pentingsari, Cangkringan, Sleman, Sabtu (5/6) dalam rangka sosialisasi Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021.(suaramerdeka.com/Amelia Hapsari)
BERKUNJUNG : Menparekraf Sandiaga Salahudin Uno berkunjung ke Desa Wisata Pentingsari, Cangkringan, Sleman, Sabtu (5/6) dalam rangka sosialisasi Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021.(suaramerdeka.com/Amelia Hapsari)


SLEMAN, suaramerdeka.com - Pariwisata berbasis olahraga atau sport tourism, digadang-gadang menjadi unggulan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI untuk membangkitkan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Cabang yang dibidik semisal bersepeda, triatlon, lari, renang, golf, dan paralayang serta beberapa jenis olahraga lain yang dapat digabungkan dengan pariwisata.

"Contoh penerapannya di desa wisata. Apalagi di Yogyakarta banyak tempat yang bisa dijadikan kawasan sport tourism, dan variannya luas," kata Menparekraf Sandiaga Salahudin Uno saat berkunjung ke Desa Wisata Pentingsari, Cangkringan, Sleman, Sabtu (5/6).

Baca Juga: 27 Kelurahan di Kota Pekalongan Sekarang Bisa Nikmati Internet Gratis

Wisata minat khusus offroad juga akan didorong. Beberapa desa wisata bahkan sudah mengimplementasikan konsep wisata ini. Kunjungan ini sendiri bertujuan menyosialisasikan Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021. Pada kesempatan itu, Sandiaga didampingi public figure Ayu Dewi, dan Analisa Widyaningrum.

Selain Pentingsari, Menparekraf dijadwalkan menyambangi 8 desa wisata yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

"Maksud kunjungan ini untuk memotivasi desa-desa lainnya agar ikut mendaftar dan berkompetisi menjadikan daerah mereka sebagai Pariwisata Berkelas Dunia," terang Sandi.

Baca Juga: Tekankan Aturan Prokes 3M, Wiku Imbau Mengganti Masker Tiap 6 Jam Sekali

Anugerah Desa Wisata Indonesia tahun ini mengusung 7 kategori meliputi CHSE, desa digital, souvenir, daya tarik wisata, konten kreatif, homestay, dan toilet. Kategori tersebut dipilih dengan harapan mampu mendorong desa wisata berkelanjutan, dan meningkatkan kualitas.

Ketua Pengelola Desa Wisata Pentingsari, Doto Yogantoro mengatakan, pihaknya turut berpartisipasi dalam ajang ini untuk memperoleh database nasional sekaligus memotivasi desa wisata yang lain. Eksis selama lebih dari 13 tahun, sederet prestasi telah diraih desa wisata yang terletak di lereng Merapi ini.

Baca Juga: Menpora Sebut Timnas Alami Perkembangan Baik

Di antaranya Indonesia Suistainable Tourism Awards 2017, dan 100 top destinasi pariwisata berkelanjutan di dunia versi Global Green Destinastions Days 2019. "Harapan kami setidaknya 100 desa wisata di DIY akan ikut mendaftar di ajang penganugerahan tahun ini," kata Doto yang juga menjabat Ketua Umum Forum Komunikasi Desa Wisata DIY.

Persiapan yang sudah dilakukan antara lain pendaftaran secara kolektif melalui Dinas Pariwisata masing-masing kabupaten/kota. Baru setelah itu, data kelengkapan administrasi, dan kurasi dikirimkan ke panitia. Selanjutnya, tim panitia akan melakukan jemput bola dan penentuan kategorinya diatur oleh juri.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jateng Tampil sebagai Juara Umum dalam KOSN 2021

Senin, 27 September 2021 | 21:15 WIB

Sambo Jateng Targetkan Juara Umum PON

Senin, 27 September 2021 | 19:25 WIB

Kominfo Siapkan Media Center PON Klaster Merauke

Senin, 27 September 2021 | 18:44 WIB

PON XX Papua: Bola Voli Jateng Targetkan Dua Emas

Senin, 27 September 2021 | 06:15 WIB

Hapkido Jateng Raih Satu Emas: Target Dua Medali

Minggu, 26 September 2021 | 09:26 WIB

Sembilan Mahasiswa USM Perkuat Kontingen PON XX di Papua

Sabtu, 25 September 2021 | 16:13 WIB
X