Menpora Tanggapi Kontroversi Ikon PON Papua

- Jumat, 4 Juni 2021 | 20:25 WIB
JUMPA PERS: Menpora Zainudin Amali (kanan) dalam jumpa pers event internasional FIBA Asia Cup 2021 yang akan digelar Agustus 2021 mendatang.(Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden)
JUMPA PERS: Menpora Zainudin Amali (kanan) dalam jumpa pers event internasional FIBA Asia Cup 2021 yang akan digelar Agustus 2021 mendatang.(Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Penunjukan pasangan artis Nagita Slavina dan Raffi Ahmad sebagai ikon Papua mendapat respon dari berbagai pihak.

Sebelumnya, komika Arie Kriting mengkritisi penunjukkan Nagita sebagai ikon PON XX Papua melalui akun Instagram pribadinya.

Ia mengunggah tangkapan layar Nagita yang mengenakan pakaian tradisional Papua sekaligus menuliskan pendapatnya terkait penunjukan Nagita sebagai Ikon PON Papua.

Baca Juga: Tahan Imbang Thailnd, Ketum PSSI Puji Kerja Keras Pemain

Ia menjelaskan bahwa penunjukan Nagita sebagai ikon pada akhirnya akan mendorong terjadinya cultural appropriation. Seharusnya sosok perempuan Papua, dipresentasikan langsung oleh perempuan Papua.

Menanggapai hal itu, Menpora Zainudin Amali mencoba akan berkomunikasi dengan Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON).

"Pertama, publik harus tahu keputusan penunjukan ikon PON bukan oleh pemerintah pusat, oleh Menpora, apalagi jika dikaitkan dengan Presiden. Sama sekali tidak, kami tak tahu menahu. Ini sepenuhnya keputusan PB PON, yang ketuanya Gubernur Papua (Lukas Enembe)," kata Menpora dalam jumpa pers virtual, Jumat (4/6).

Baca Juga: PP Produk Tembakau Tekan IHT, Serikat Pekerja Rokok Minta Jokowi Batalkan Revisi

"Tapi saya kira ini aspirasi masyarakat yang harus saya perhatikan. Saya akan komunikasi dengan PB PON supaya mempertimbangkan lagi daripada ini menjadi kontra yang berkepanjangan," tambahnya.

"Saya juga akan komunikasi dengan Nagita Slavina dan Raffi Ahmad. Sebenarnya mereka kan profesional saja. Mereka ditunjuk PB PON dan melaksanakan tugas bagaimana sesuai kesepakatannya, tapi kemudian jadi kontroversi," terangnya.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

MPL ID Season 8, Alter Ego Lanjutkan Tren Positif

Jumat, 17 September 2021 | 21:53 WIB

Selain Covid 19, Malaria Juga Perlu Diwaspadai Saat PON

Jumat, 17 September 2021 | 21:20 WIB

Atlet Menembak PON Sukses di Kazakhstan

Jumat, 17 September 2021 | 13:51 WIB

PON XX Papua: Adaptasi Venue Jadi Kendala Roller

Kamis, 16 September 2021 | 21:34 WIB

PON XX Papua: Jateng Targetkan Raih 45 Medali Emas

Kamis, 16 September 2021 | 11:12 WIB

22 Atlet Kebumen Siap Berlaga di PON dan Peparnas

Rabu, 15 September 2021 | 18:29 WIB

106 Wasit Jateng Bertugas di PON XX 2021 Papua

Rabu, 15 September 2021 | 16:47 WIB
X