Rusunawa Pringapus Difungsikan Jadi Rumah Singgah, Antisipasi Pemudik Nekat

Andika
- Jumat, 7 Mei 2021 | 09:30 WIB
RUSUNAWA PRINGAPUS:  Warga melintas di depan Rusunawa Pringapus yang berlokasi di Desa Wonorejo, Pringapus, Kabupaten Semarang. (suaramerdeka.com / Ranin Agung)
RUSUNAWA PRINGAPUS: Warga melintas di depan Rusunawa Pringapus yang berlokasi di Desa Wonorejo, Pringapus, Kabupaten Semarang. (suaramerdeka.com / Ranin Agung)

UNGARAN, suaramerdeka.com - Rumah Singgah Pringapus diminta segera difungsikan untuk tempat isolasi pasien Covid-19. Permintaan itu disampaikan Bupati Semarang, Ngesti Nugraha kepada Kepala Dinas Sosial Kabupaten Semarang ketika Rapat Koordinasi Ekonomi, Keuangan, dan Industri Daerah (Ekuinda) di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, belum lama ini.

Opsi itu dipilih karena walaupun mudik telah resmi dilarang, Bupati Ngesti Nugraha memperkirakan nantinya tetap ada warga yang mudik ke wilayah Kabupaten Semarang menjelang Idul Fitri 2021. “Merekalah yang berpotensi besar menyebarkan virus dan menambah kasus positif baru. Maka selain Dinas Sosial, Dinas Kesehatan perlu mengantisipasi melalui pendataan di tingkat Puskesmas,” kata dia.

Instruksi tadi, lanjutnya bertujuan untuk menjaga kenyamanan dan kesehatan masyarakat Bumi Serasi agar tidak terjadi lonjakan kasus positif baru karena adanya warga pendatang.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang dr Ani Raharjo MPPM memaparkan, bahwa Rumah Singgah Pringapus yang memanfaatkan bangunan Rusunawa Pringapus mempunyai kapasitas 112 kamar. Sampai kemarin, Pemkab Semarang telah mengaktifkan dua rumah singgah yakni di Suwakul dan Hotel Garuda Kopeng, Getasan.

Sejalan dengan rencana itu, dr Ani menerangkan jika peran Satgas Jogo Tonggo di tingkat desa/kelurahan sangat penting. Mereka bisa melakukan pendataan serta pengawasan, bagi pemudik yang tidak membawa surat sehat diwajibkan mengikuti rapid tes antigen di Puskesmas terdekat.

“Jika hasilnya positif, langsung isolasi di rumah singgah. Mulai 13 April 2021, sudah disiapkan tenaga kesehatan di beberapa pos untuk melayani tes antigen. Demikian halnya dengan seluruh rumah sakit dan Puskesmas rawat inap, kami perintahkan untuk siaga,” paparnya.

Kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Semarang pihaknya berharap, bisa patuh serta tetap menjalankan protokol kesehatan. Terutama ketika menjalankan ibadah selama Ramadan 2021, termasuk ketika shalat tarawih. “Mereka yang abai terhadap protokol kesehatan berpotensi menjadi klaster penularan,” tegas dr Ani.

Kaitannya dengan pantauan harga bahan pokok di pasar sepekan menjelang Idul Fitri 2021, Bupati Ngesti Nugraha mengungkapkan, sejauh ini masih relatif stabil. Ia sudah menginstruksikan agar Diskumperindag Kabupaten Semarang memantau perkembangan sekaligus menjaga stabilitas harga disamping ketersediaan stok. “Kami terus berusaha menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat. Ini menjadi prioritas selain antisipasi penyebaran Covid-19,” ungkapnya.

Dalam paparannya, Kepala Diskumperindag Kabupaten Semarang, Heru Cahyono membeberkan bila ketersediaan bahan pokok di tujuh pasar induk terus dipantau. Pasar yang dimaksud meliputi Pasar Bandarjo, Babadan, Projo Ambarawa, Sumowono, Kembangsari Tengaran, Suruh, dan Pasar Bringin.

Halaman:

Editor: Andika

Terkini

ABTI Jateng Diminta Jaga Tradisi Cetak Pemain Nasional

Selasa, 25 Januari 2022 | 05:45 WIB

Andy Susanto Ketua KBI Salatiga Masa Bakti 2021-2025

Senin, 24 Januari 2022 | 09:15 WIB

Terpilih Aklamasi, Suyantoro Pimpin Inkado Jateng

Minggu, 23 Januari 2022 | 18:54 WIB

Asiafi Salatiga Seleksi Atlet Senam Aerobik

Jumat, 21 Januari 2022 | 09:15 WIB

Setelah 16 Tahun, Bridge Kembali Masuk Popda

Selasa, 11 Januari 2022 | 10:24 WIB

Edy Rahmayadi Jewer Pelatih Biliar, Ini Penyebabnya

Rabu, 29 Desember 2021 | 11:11 WIB

KONI Jateng Ingin PON Aceh-Sumut Tetap 2024

Selasa, 28 Desember 2021 | 21:08 WIB

Manfaat Olahraga Skipping, Ampuh Menaikkan Tinggi Badan?

Minggu, 26 Desember 2021 | 20:24 WIB

One Pride MMA: Abror Dapat Dukungan dari BPR Arto Moro

Sabtu, 25 Desember 2021 | 09:10 WIB
X